Pertamina Terus Mendorong Perwira di Aljazair Dengan Profesionalisme dan Kepemimpinan
Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia, PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Algeria Eksplorasi & Produksi (PAEP), terus berupaya mengembangkan aset minyak dan gas bumi (migas) di Afrika Utara dengan menempatkan profesionalisme dan kepemimpinan sumber daya manusia Indonesia.
Sejak awal 2014, PAEP telah menjalankan kegiatan operasi migas di Aljazair sebagai operator bersama Sonatrach, National Oil Company (NOC) Aljazair. Pasukan Perwira Pertamina yang diposisikan di kawasan Gurun Sahara ini memiliki latar belakang empat kewarganegaraan dan bekerja sama dengan kerja sama tim multinasional untuk mengoptimalkan produksi migas sesuai standar internasional.
40 Perwira Pertamina bertugas di PAEP, yang menempuh perjalanan lintas benua meninggalkan keluarga dan kenyamanan di tanah air. Mereka beradaptasi dengan lingkungan kerja multikultural dan standar keamanan yang ketat.
Dalam menjalankan operasional, Pertamina mengelola tim dengan latar belakang empat kewarganegaraan, yaitu Indonesia, Aljazair, Spanyol, dan Rumania. Di tengah kompleksitas kerja lintas budaya tersebut, Perwira Pertamina dipercaya memegang peran kepemimpinan strategis mengoordinasikan operasional, memastikan keselamatan kerja, serta menjaga keandalan dan keberlanjutan produksi.
Pertamina kembali memperkuat komitmennya di Aljazair melalui perpanjangan kontrak kerja sama hidrokarbon bersama Sonatrach dan Repsol di Lapangan Menzel Ledjmet Nord (MLN), Blok 405a. Perpanjangan kontrak ini membuka peluang bagi Pertamina untuk terus mengembangkan dan mengoptimalkan aset migas di Aljazair dalam jangka panjang.
"Kepercayaan untuk memimpin tim multinasional serta keberlanjutan kontrak di Aljazair mencerminkan kompetensi dan profesionalisme Perwira Pertamina di tingkat global," kata Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha. "Dengan demikian, para perwira Pertamina dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab demi mendukung ketahanan energi nasional."
Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia, PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Algeria Eksplorasi & Produksi (PAEP), terus berupaya mengembangkan aset minyak dan gas bumi (migas) di Afrika Utara dengan menempatkan profesionalisme dan kepemimpinan sumber daya manusia Indonesia.
Sejak awal 2014, PAEP telah menjalankan kegiatan operasi migas di Aljazair sebagai operator bersama Sonatrach, National Oil Company (NOC) Aljazair. Pasukan Perwira Pertamina yang diposisikan di kawasan Gurun Sahara ini memiliki latar belakang empat kewarganegaraan dan bekerja sama dengan kerja sama tim multinasional untuk mengoptimalkan produksi migas sesuai standar internasional.
40 Perwira Pertamina bertugas di PAEP, yang menempuh perjalanan lintas benua meninggalkan keluarga dan kenyamanan di tanah air. Mereka beradaptasi dengan lingkungan kerja multikultural dan standar keamanan yang ketat.
Dalam menjalankan operasional, Pertamina mengelola tim dengan latar belakang empat kewarganegaraan, yaitu Indonesia, Aljazair, Spanyol, dan Rumania. Di tengah kompleksitas kerja lintas budaya tersebut, Perwira Pertamina dipercaya memegang peran kepemimpinan strategis mengoordinasikan operasional, memastikan keselamatan kerja, serta menjaga keandalan dan keberlanjutan produksi.
Pertamina kembali memperkuat komitmennya di Aljazair melalui perpanjangan kontrak kerja sama hidrokarbon bersama Sonatrach dan Repsol di Lapangan Menzel Ledjmet Nord (MLN), Blok 405a. Perpanjangan kontrak ini membuka peluang bagi Pertamina untuk terus mengembangkan dan mengoptimalkan aset migas di Aljazair dalam jangka panjang.
"Kepercayaan untuk memimpin tim multinasional serta keberlanjutan kontrak di Aljazair mencerminkan kompetensi dan profesionalisme Perwira Pertamina di tingkat global," kata Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha. "Dengan demikian, para perwira Pertamina dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab demi mendukung ketahanan energi nasional."