Tito Sebut Bantuan ke Sumatra Masif, tapi Enggak Diekspos Media

Mendagri Tito Karnavanan mengakui, sejak hari pertama bencana di Sumatra, pemerintah telah melakukan mobilisasi bantuan dan pasukan untuk menangani dampaknya. Ia juga menekankan bahwa pengerahan pasukan TNI-Polri ke wilayah terdampak bencana sudah dilakukan secara masif, namun masih kurang terekspos di media.

"Enggak terekspos di media, akhirnya seolah-seolah kita bekerja seadanya. Padahal enggak, mobilisasi dilakukan oleh Presiden semenjak hari pertama," kata Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah di Banda Aceh, Aceh.

Pengerahan pasukan TNI-Polri yang melimpah ini termasuk ribuan murid-murid dari berbagai sekolah kedinasan yang dimiliki oleh kementerian/lembaga, seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Dimulai lah dari kemarin IPDN, BPS, dan kemudian berikutnya lagi adalah Pak Menteri KKP juga sama akan mengirimkan [murid] sekolah kedinasannya seribu orang. Ngurusin mungkin bantu tambak-tambak yang terdampak di daerah pesisir," tuturnya.

Tito juga menekankan bahwa kegiatan penanganan bencana oleh murid-murid ini akan dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran, sehingga biaya yang dikeluarkan tidak perlu tambahan.
 
Mobilisasi pasukan itu apa-apa? Tapi kabar baiknya, giliran murid-murid sekolah kedinasan yang harus mengantar bantuan ke daerah terdampak. Aku rasa ini bagus banget, biaya tidak tambah dan mereka belajar ngurus bencana di masa depan 🌟
 
Kalau gitu, pasukan tni-poli kayaknya udah cukup banyak, tapi masih terus-biarkan media jadi penonjol, kan? Sementara itu pengerahan murid-murid sekolah kedinasan itu kayak gampangnya banget! Ngeluarin ribuan orang sekena bencana tanpa ada istilah "tanpa biaya tambahan" atau apa-apa. Biar-biar kalau ini masuk ke kurikulum, apa bedanya?
 
Saya rasa pemerintah sudah ngajak ribuan murid kedinasannya untuk membantu bantuan pasukan, kayaknya udh cukup banyak ya 🤩. Tapi, aku rasa kegiatan ini bisa dijanganin lebih serius, kita juga harus ngerjain konsep yang utuh buat rehabilitasi daerah terdampak, nggak cuma sekedar jangan tambak-tambak aja 😊.
 
Dulu kalau kita lihat langsung, pengerahan pasukan TNI-Polri ke daerah terdampak bencana pasti ada di media, tapi ternyata nggak terlalu banyak, kan? Maka dari itu, harusnya Presiden Jokowi langsung mengawasi dan memberikan arah yang jelas, bukan? Apalagi kalau mobilisasi sudah dilakukan sejak hari pertama, kayaknya harus ada hasil yang lebih konsekven. Bayangkan jika aja mobilisasi hanya untuk 'maksud-maksud' saja... nggak adu lagi siapa yang benar-benar berusaha.
 
Gue pikir nih, kalau kita lihat mobilisasi pasukan TNI-Polri di daerah bencana, gak ada yang nggak terlihat kan? Mereka selalu di tempat-tempat strategis, tapi gak ada yang nggak melihat mereka di media. Kalau di media, kayaknya hanya tentang korban dan kerusakan, tidak ada yang nggak bicara tentang pasukan yang ada di daerah tersebut. Gue pikir ini juga salah strategi, kita harus nggabungkan informasi semua, bukan hanya fokus pada satu aspek saja.
 
Aku pikir nggak ada masalahnya kalau pemerintah mobilisasi pasukan untuk menangani bencana. Mereka udah melakukan apa-apa ya? Tapi kayaknya harus ada transparansi tentang apa yang sudah dilakukan dan berapa banyak bantuan yang diberikan. Nggak usah rahasia kalau mobilisasi itu sudah lama sejak hari pertama bencana. Aku harap media bisa lebih terekspos tentang hal ini agar masyarakat bisa lihat bagaimana pemerintah melakukan kerja sama dengan korban bencana. 📰💡
 
aku rasa pemerintah keren banget kalau bisa mobilisasi pasukan dan bantuan ke daerah terdampak bencana langsung, tapi apa lagi kalau murid-murid sekolah kedinasan diaktifkan! aku pikir itu ide yang bagus dan juga bikin murid-muridnya bisa belajar dari pengalaman nyata. kalau gak ada kegiatan penanganan bencana seperti ini di kurikulum, aku rasa biaya yang dikeluarkan bisa berkurang. kayaknya pemerintah sudah lama punya rencana seperti ini dan hanya butuh disadapin aja! 🤓
 
Gue pikir pas kalau pemerintah udah mobilisasi pasukan dan bantuan, kabar baik udah! Tapi gue penasaran kenapa pasukan itu jadi 'tidak terlihat' di media? Sepertinya pas kalau kita lihat di media, udah terasa seperti kita bekerja 'seadanya'. Padahal kabarnya mobilisasi sudah mulai sejak hari pertama bencana, gue rasa udah cukup wajar banget! Dan apa itu dengan murid-murid yang dikirim oleh kementerian/lembaga itu? Gue pikir itu gak 'wajib' ya? Kalau kita lihat di media, kabar pasukan itu jadi terlalu sedikit, padahal sebenarnya sudah ada mobilisasi yang cukup besar! 🤔💡
 
Bisakah pemerintah ngomong-ngomong kalau sudah melakukan mobilisasi pasukan dan bantuan? Apa-apa kabar nyata tentang korban dan dampaknya? Ngak ada yang jelas, ngak ada yang terekspos di media. Kalau enggak, kenapa pengerahan ribuan murid sekolah kedinasan? Ngomong-ngomong aja kalau sudah siap.
 
Hmm, tapi kalau benar-benar mobilisasi pasukan dan bantuan sudah dilakukan, maka enggak perlu lagi terekspos di media ya? Nanti siapa aja yang kena tanggung jawabnya? Dan kalau mereka malah menutup mulut, bisa jadi ada masih banyak masalah yang belum teratasi. Tapi, tapi kalau murid-murid itu nantinya menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran, mungkin itu bukan hal buruk juga. Ngga tahu, mungkin itu bisa membuat mereka lebih berani dan siap di lapangan. Dan kalau biaya tambahan enggak perlu, maka ini memang ide yang baik juga. Mungkin...
 
Mobilisasi pasukan itu udah lama aja sih, tapi gampang banget dikejutkan kalau nggak ada foto atau video di media. Kita sudah lihat aja kalau banyak murid-murid sekolah kedinasan yang dipindahkan ke daerah terdampak bencana. Padahal mobilisasi itu udah dilakukan sejak hari pertama, sih. Jadi, gini juga bisa terjadi, kita mobilisasi pasukan tapi dikejutkan kalau tidak ada yang tahu. Maka dari itu, kita harus makin serius dalam menyebarkan informasi tentang kegiatan-kegiatan tersebut. Kalau kita nggak serius, maka ini akan terus terjadi, dan kita semua akan merasa frustrasi.
 
Gak percaya aja, pasukan TNI-Polri terus datang di daerah terdampak bencana? Ngomong-ngomong aja gini, siapa tau di media juga ngikutin. Tapi, apa yang nggabotin adalah mobilisasi pasukan ini dari awal sembari Presiden ngelakir. Kalau benar-benar mau bekerja sama, pasukan ini pasti akan terlihat lebih banyak di daerah terdampak. Dan, murid-murid sekolah kedinasan yang dipanggil? Ngomong-ngomong aja, biaya tambahan apa yang mereka bayangkan?
 
Aku pikir mobilisasi pasukan TNI-Polri di daerah terdampak bencana udah cukup banyak ya, tapi apa sih yang salah kalau media nggak terekspos kayaknya? Aku rasa pihak pemerintah udah lama mobilisasi pasukan di sana, tapi kabar-kabar itu nggak terasa karena masih ngeliat dari sudut lain. Padahal aku pikir kinerja mereka udah cukup baik, asalkan bantuan yang diberikan nyambung dan efektif.
 
Pak Tito Karnavanan udah bilang jujur nih, mobilisasi pasukan TNI-Polri sudah dilakukan mulai hari pertama bencana. Padahal banyak media nggak sempat terlihat, kan? Saya pikir ini salah satu contoh pemerintah yang serius banget dalam menghadapi bencana alam. Murid-murid sekolah kedinasan yang dibantu ini pasti sangat beruntung bisa berkontribusi untuk membantu korban bencana. Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan menjadi contoh bagi kita semua. 😊👍
 
Gue rasa gak ada yang salah kalau pihak kementerian mobilisasi pasukan sejak awal banget. Kalau ternyata masih kurang di ekspos di media, mungkin karena gak mau ngerasa seperti gak efektif, ya? Tapi, kalau itu benar-benar bantuan yang berguna, kenapa gak bisa di ekspos di media? Aku pikir nggak masalah jika di ekspos, tapi aku juga paham kalau ada kekhawatiran tentang gampangnya bocor informasi. Tapi, apa yang penting adalah pemerintah sudah benar-benar mobilisasi pasukan dan sumber daya untuk membantu korban bencana 🤝
 
kembali
Top