Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terinspirasi oleh Ratu Maxima Belanda, yang menerapkan konsep kesehatan finansial untuk memperkuat kebijakan negaranya. Konsep ini merupakan perpaduan empat pilar yang sudah dilakukan Indonesia sejak lama untuk meningkatkan kesejahteraan rumah tangga.
Ternyata, istilah "kesehatan finansial" masih asing bagi masyarakat Indonesia. Maka dari itu, konsep yang lebih familiar di sini adalah "inklusi keuangan dan literasi keuangan". Namun, menurut OJK, kesehatan keuangan bukanlah sekedar aspirasi, melainkan prioritas nasional.
Kami baru mendengar tentang konsep ini dari Ibu Ratu Maxima, dan benar-benar tepat untuk kebutuhan Indonesia. Konsep ini melibatkan kemampuan seseorang untuk mengelola keuangan mereka secara bertanggung jawab, melindungi diri dari guncangan, dan merencanakan masa depan.
Dalam prakteknya, kesehatan atau kesejahteraan keuangan seseorang terikat erat dengan kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara. OJK berencana untuk mengadopsi konsep ini dalam beberapa lama dan bekerja sama dengan UNSGSA dan program literasi inklusi yang sudah ada.
Jadi, apa yang perlu kita lakukan adalah mempelajari dan berkembang lebih baik dari konsep yang terbaik dari luar negeri. Ibu Ratu Maxima sendiri adalah utusan khusus PBB untuk menerapkan konsep ini di negara-negara lain.
Ternyata, istilah "kesehatan finansial" masih asing bagi masyarakat Indonesia. Maka dari itu, konsep yang lebih familiar di sini adalah "inklusi keuangan dan literasi keuangan". Namun, menurut OJK, kesehatan keuangan bukanlah sekedar aspirasi, melainkan prioritas nasional.
Kami baru mendengar tentang konsep ini dari Ibu Ratu Maxima, dan benar-benar tepat untuk kebutuhan Indonesia. Konsep ini melibatkan kemampuan seseorang untuk mengelola keuangan mereka secara bertanggung jawab, melindungi diri dari guncangan, dan merencanakan masa depan.
Dalam prakteknya, kesehatan atau kesejahteraan keuangan seseorang terikat erat dengan kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara. OJK berencana untuk mengadopsi konsep ini dalam beberapa lama dan bekerja sama dengan UNSGSA dan program literasi inklusi yang sudah ada.
Jadi, apa yang perlu kita lakukan adalah mempelajari dan berkembang lebih baik dari konsep yang terbaik dari luar negeri. Ibu Ratu Maxima sendiri adalah utusan khusus PBB untuk menerapkan konsep ini di negara-negara lain.