Lupa Ngerasa Awas dari Kotoran Hidup di Medan Ini
Orang-orang memilih mengabaikan peringatan ini, karena mereka tidak mau ngerasa awas-awasan. Mereka hanya ingin fokus pada hidup sehari-hari tanpa harus khawatir tentang kotoran dan debu yang menerpa mata mereka. Kotoran itu seperti polusi di udara, menyikapi kebebasan individual dengan melepaskannya kepada negara.
Orang-orang tidak ingin ngerasa keterbatasan, sehingga mereka mencari cara untuk menghindarinya. Mereka hanya ingin hidup sederhana tanpa harus khawatir tentang kenyataan yang tidak diinginkan. Namun, polusi itu tetap ada dan menyikapi kebebasan individual tersebut dengan tidak bertanggung jawab.
Saat ini, banyak orang yang sudah mulai menyadari bahwa mereka harus bertanggung jawab atas kehidupan mereka sendiri. Mereka tidak ingin jadi korban polusi yang berkepanjangan dan tak terkendali.
Tapi, masih ada banyak orang yang belum mau ngerasa awas-awasan dan memilih untuk mengabaikan peringatan ini.
Orang-orang memilih mengabaikan peringatan ini, karena mereka tidak mau ngerasa awas-awasan. Mereka hanya ingin fokus pada hidup sehari-hari tanpa harus khawatir tentang kotoran dan debu yang menerpa mata mereka. Kotoran itu seperti polusi di udara, menyikapi kebebasan individual dengan melepaskannya kepada negara.
Orang-orang tidak ingin ngerasa keterbatasan, sehingga mereka mencari cara untuk menghindarinya. Mereka hanya ingin hidup sederhana tanpa harus khawatir tentang kenyataan yang tidak diinginkan. Namun, polusi itu tetap ada dan menyikapi kebebasan individual tersebut dengan tidak bertanggung jawab.
Saat ini, banyak orang yang sudah mulai menyadari bahwa mereka harus bertanggung jawab atas kehidupan mereka sendiri. Mereka tidak ingin jadi korban polusi yang berkepanjangan dan tak terkendali.
Tapi, masih ada banyak orang yang belum mau ngerasa awas-awasan dan memilih untuk mengabaikan peringatan ini.