Tim SAR Gabungan Kembali Temukan Bagian Tubuh Korban Pesawat ATR 42-500
Dalam operasi yang penuh tantangan, tim SAR gabungan kembali berhasil menemukan bagian tubuh korban dari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah pegunungan MarosβPangkep, Sulawesi Selatan. Penemuan ini terjadi pada hari kelima operasi dan merupakan hasil penyisiran intensif yang dilakukan beberapa Search and Rescue Unit (SRU) darat.
Tim SAR gabungan berhasil menemukan tulang serta sejumlah barang pribadi korban di beberapa titik pencarian. Semua temuan langsung diamankan sesuai prosedur, kemudian diserahkan kepada Tim DVI Polda Sulsel untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut.
Penyerahan bagian tubuh korban kepada tim DVI dilakukan guna proses identifikasi secara medis dan forensik, sehingga dapat dipastikan identitas korban secara akurat. Selain bagian tubuh korban, tim SAR juga menemukan sejumlah barang milik korban, di antaranya laptop, telepon genggam, paspor, flash disk, kacamata, pouch, dokumen pribadi, serta beberapa barang lainnya yang ditemukan di sekitar bangkai pesawat dan jalur evakuasi.
Seluruh barang temuan korban telah didata, diamkan, dan akan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku. Operasi SAR masih terus berlanjut dengan melibatkan lebih dari seribu personel gabungan dari unsur Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan komunitas kemanusiaan, dengan dukungan peralatan darat dan udara.
Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini secara profesional dan humanis. Fokus kami adalah menuntaskan pencarian seluruh korban serta memastikan setiap proses berjalan sesuai standar keselamatan dan prosedur, kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar.
Dalam operasi yang penuh tantangan, tim SAR gabungan kembali berhasil menemukan bagian tubuh korban dari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah pegunungan MarosβPangkep, Sulawesi Selatan. Penemuan ini terjadi pada hari kelima operasi dan merupakan hasil penyisiran intensif yang dilakukan beberapa Search and Rescue Unit (SRU) darat.
Tim SAR gabungan berhasil menemukan tulang serta sejumlah barang pribadi korban di beberapa titik pencarian. Semua temuan langsung diamankan sesuai prosedur, kemudian diserahkan kepada Tim DVI Polda Sulsel untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut.
Penyerahan bagian tubuh korban kepada tim DVI dilakukan guna proses identifikasi secara medis dan forensik, sehingga dapat dipastikan identitas korban secara akurat. Selain bagian tubuh korban, tim SAR juga menemukan sejumlah barang milik korban, di antaranya laptop, telepon genggam, paspor, flash disk, kacamata, pouch, dokumen pribadi, serta beberapa barang lainnya yang ditemukan di sekitar bangkai pesawat dan jalur evakuasi.
Seluruh barang temuan korban telah didata, diamkan, dan akan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku. Operasi SAR masih terus berlanjut dengan melibatkan lebih dari seribu personel gabungan dari unsur Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan komunitas kemanusiaan, dengan dukungan peralatan darat dan udara.
Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini secara profesional dan humanis. Fokus kami adalah menuntaskan pencarian seluruh korban serta memastikan setiap proses berjalan sesuai standar keselamatan dan prosedur, kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar.