Rumor tentang penutupan Tokopedia di Indonesia tidak memiliki dasar, kata Juru Bicara TikTok. Baru-baru ini, kabar tersebut menyebutkan bahwa aplikasi e-commerce tersebut akan ditutup dan seluruh layanan dialihkan ke platform TikTok Shop. Namun, pernyataan tersebut hanya merupakan "rumor yang tidak berdasar", menekankan TikTok.
"Tokopedia akan terus beroperasi dengan normal, fokus pada pengalaman pengguna dan pembeli untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang," ujar pernyataan dari Tokopedia. Meskipun begitu, tidak ada informasi yang mengungkapkan apakah Tokopedia memiliki rencana untuk ditutup atau tidak.
Menurut sumber yang dikenal, GoTo membeli 75 persen saham Tokopedia dari ByteDance pada Januari 2024. Setelah itu, berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber yang mengetahui, total ada sekitar 420 karyawan yang terdampak PHK per Agustus 2025.
Tentang pemberian insentif khusus untuk pedagang China, TikTok memutuskan untuk memberikan subsidi iklan hingga 30 persen bagi mereka. Namun, tidak ada informasi bahwa insentif serupa diberikan kepada pedagang Indonesia.
"Tokopedia akan terus beroperasi dengan normal, fokus pada pengalaman pengguna dan pembeli untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang," ujar pernyataan dari Tokopedia. Meskipun begitu, tidak ada informasi yang mengungkapkan apakah Tokopedia memiliki rencana untuk ditutup atau tidak.
Menurut sumber yang dikenal, GoTo membeli 75 persen saham Tokopedia dari ByteDance pada Januari 2024. Setelah itu, berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber yang mengetahui, total ada sekitar 420 karyawan yang terdampak PHK per Agustus 2025.
Tentang pemberian insentif khusus untuk pedagang China, TikTok memutuskan untuk memberikan subsidi iklan hingga 30 persen bagi mereka. Namun, tidak ada informasi bahwa insentif serupa diberikan kepada pedagang Indonesia.