Tiket Masuk Api Abadi Mrapen Kini Gratis Karena Apinya Padam

Api Abadi Mrapen Mati, Pengelola Gratiskan Tiket Masuk Pakai Api yang Padam

Pengelola Api Abadi Mrapen terpaksa menggratiskan tiket masuk karena api di komplek wisata itu mati sejak awal tahun 2026. Menurut Annas Rofiqi, Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, retribusi dari pengunjung dihentikan sejak API Abadi Mrapen padam pada tanggal 1 Januari 2026.

"Retribusi kita enggak narik dulu, soalnya kan apinya padam. Kita enggak bisa menerima tiket masuk lagi karena API abadi itu mati. Jika datang ke sini biasanya per orangnya tiket masuk Rp 2.500," kata Annas kepada detikJateng.

Meski api Abadi Mrapen sedang padam, pengelola masih melayani wisatawan yang datang untuk daya tarik lain di komplek wisata tersebut. "Di sini juga ada Batu Bobot peninggalan Sunan Kalijaga, kemudian Sendang Dudo itu juga peninggalan Sunan Kalijaga. Kalau datang ke sini, kadang orang ziarah ke situ juga. Kita tetap layani, jadi enggak ada bedanya seperti hari biasa," terang Annas.

Annas menjelaskan pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada pihak terkait dan rencana untuk melakukan pemeriksaan minggu depan. "Kita sudah laporan ke Dispora sebagai pengelola untuk bagaimana langkah ke depannya karena nantinya kan dari Dispora mengarahkan ke ESDM. Kita juga di sini enggak berani kalau misalkan mau menyedot tanpa ada riset dulu dari ESDM," ungkap Annas.

Annas menginginkan kondisi ini dapat segera ditangani oleh pihak terkait dan berharap saat perayaan Waisak nanti, sumber api itu sudah bisa digunakan kembali.
 
Gini kayaknya sih... api Abadi Mrapen mati dan pengelola gratiskan tiket masuk karena tidak ada uang dari retribusi. Sama-sama aja, kan? Tapi gak usah bingung, kalau orang lain datang ke sini, masih ada batu bobot Sunan Kalijaga yang bisa ditonton ya...
 
Aku rasanya kayaknya pengelolaApi Abadi Mrapen yang nggak sabar-sabar kayak gitu... Api abadipernah mati sejak awal tahun 2026 dan pengelolanya masih terus menerima tiket masuk seolah-olah apinya masih beroperasi normal. Aku rasa ini salah strategi, nih. Kalau nggak ada retribusi dari pengunjung, apa karna? Pengelola harus berpikir lebih matang dan tidak hanya mengandalkan penarikan dulu untuk mendapatkan keuntungan. Aku harap pihak terkait bisa segera menyelesaikan masalah ini sehingga api abadi Mrapen bisa digunakan kembali dengan baik 🤦‍♂️
 
aku bayangin kalau pengelola apa lagi nanti kena gaji dari wisatawan, sih? kayaknya biar-biar aku punya ide, apakah ada orang yang pernah ke sini dan bisa cerita tentang api abadi mrapen itu sendiri? tapi sayangnya aku tidak punya kesempatan untuk berlibur ke sana. tapi aku rasa pengelolaannya yang tidak beraturan ini kayaknya bisa jadi karena kurang informasi atau sesuatu di balik latar belakangnya, gue suka banget sekali dengan Batu Bobot peninggalan Sunan Kalijaga, aku akan mencoba cari tahu lebih lanjut tentang sumber api itu kapan lagi diaktifkan ya
 
Hei heii, apa kabar? Ngomong-ngomong tentang Api Abadi Mrapen, aku rasa penanganannya ini agak susah deh. Kalau tidak ada yang ngelola dengan baik, kalau punya api di kompleks wisata itu mati, aja retribusi juga dihentikan. Aku rasa pengunjung yang datang ke sini sekarang harus lebih bijak dalam pilihan liburan, ya. Tapi kayaknya ada batasan kita juga harus memperhatikan keseimbangan antara wisata dan pengelolaan. Kita tidak ingin api itu padam lagi deh, tapi jangan berarti kita harus menutup kompleks wisata itu juga. Mungkin bisa solusi lain, ya?
 
ini gue pikir apa yang terjadi sekarang? api abadi mrapen itu kayaknya nggak bisa langsung dipulihkan kalau retribusi dari pengunjung udah dihentikan sejak awal tahun 2026. tapi apa artinya kalau kita tidak ada uang, kita juga nggak bisa memiliki sesuatu yang indah seperti api abadi mrapen itu. kayaknya kita harus belajar untuk menikmati sesuatu yang sudah ada, bukan selalu berharap pada hal-hal yang tidak ada.

dan gue juga pikir ini bisa menjadi kesempatan bagus agar kita lebih teliti dan tidak terburu-buru dalam mengelola sumber daya. kalau kita nggak sengaja menghentikan retribusi dari pengunjung, itu bisa membuat kita kehilangan sumber pendapatan yang penting. jadi, kita harus lebih bijak dan berhati-hati dalam menangani situasi seperti ini.

dan akhirnya, gue juga ingin bertanya-tanya apa yang akan terjadi nanti kalau kita tidak bisa menggunakan api abadi mrapen lagi. apakah kita akan kehilangan kesempatan untuk menikmati keindahan alam yang ada di komplek wisata itu? ataukah kita akan berpikir lebih bijak dan mencari solusi alternatif yang lebih baik? kita harus selalu siap menghadapi perubahan dan menemukan solusi yang tepat.
 
Aneh banget kok, sih. Kalau API Abadi Mrapen sudah mati sejak awal tahun 2026, tapi pengelola masih menggratiskan tiket masuk? Padahal orang ada yang datang ke sana juga. Hmm, nanti gak bisa dimana uangnya? 🤔

Siapa tahu, kalau ada yang salah dengan API Abadi Mrapen itu, kenapa pengelola tidak langsung menghubungi ESDM atau Dispora? Mungkin ada kekurangan sumber daya, tapi tidak boleh kalah dengan uang. Gak usah ngerasa malu, kan? 🤷‍♂️

Apa yang mau dipikirkan kalau API Abadi Mrapen itu sekarang sudah mati? Mungkin perlu ada rencana lain untuk mengelola komplek wisata itu. Tapi, apa yang diharapkan dari pengelola itu? Kepastian bahwa api tidak akan padam lagi? 😂
 
Gue pikir kalau apa yang terjadi sekarng nggak usah dikejar. Jika pengelola wisata nggak bisa mengelola dulu, kenapa harus biar pengunjung bayar tiket masuk? Nah, gue sadari itu nggak bijak, tapi apa yang paling penting adalah kenyamanan wisatawan dan keamanaan api Abadi Mrapen. Kalau sumber api itu bisa digunakan lagi segera, itu sudah sangat baik. Tapi, gue masih ragu apakah retribusi dihentikan dulu itu benar-benar harus ngganti jalan? 🤔🔥
 
Api Abadi Mrapen itu enggak ada artinya kalau udah mati dari awal 2026 😩. Pengelola itu sendirinya harus beranggapan untuk menggratiskan tiket masuk, kayaknya kayak aja kekayaan orang banyak di Indonesia yang sering banget dilempar ke tempurung 🤯. Kalau udah mati sejak awal tahun 2026, kapan lagi nanti api Abadi Mrapen itu bisa digunakan? 😂.
 
Gue rasanya nggak enak banget kalau wisata gue favorit mati tanpa alasan yang jelas. Kalau API Abadi Mrapen mati sejak awal tahun 2026, kenapa masih ada retribusi? Gue pikir pengelola harus lebih jujur dan nggak cuma-cuma berbicara tentang langkah ke depannya. Jika ingin kembali menggunakan api, maka ada prioritas untuk memperbaiki sumber api itu terlebih dahulu 🤔
 
Aku rasa pengelola Api Abadi Mrapen juga harus ngatur dulu biaya parkir mobil nih 🚗. Jika api itu already mati sejak awal tahun 2026, kayaknya biaya retribusi pun tidak perlu lagi ngerasain. Aku rasa kayaknya ada cara lain buat mengelola biaya yang lebih efisien, nggak perlu parkir mobil dengan biaya mahal seperti itu 😒.
 
Ggini aja kalau api Abadi Mrapen mati tapi pengelolanya gak mau buat retribusi lagi. Saya paham kalau mungkin ada masalah teknis, tapi apa artinya harus tidak dapatkan tiket masuk lagi? Mungkin bisa cari solusinya dengan cara lain, misalnya cari donor yang mau berkontribusi biaya operasional api tersebut. Saya harap pengelola bisa langsung menghubungi Dispora dan ESDM untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.
 
hahaha kayaknya si pengelola api abadi mrapen nggak bisa diharapkan sih, kalau gak ada sumber api buat retribusi apa aja? kayaknya gak cuma masalah biaya aja, tapi juga keamanan aja. kalau ada api yang padam kayak gini, rasanya aja ada peringatan atau hal yang perlu diperhatikan sebelumnya. tapi sepertinya pengelola api abadi mrapen nggak sengaja sih, mungkin ada kesalahan dalam proses manajemen atau maintenance. toh harapan saja pihak terkait bisa cepat menangani masalah ini dan api abadi mrapen kembali beroperasi dengan normal aja 💡
 
Wah, kayaknya api Abadi Mrapen tidak bisa diaktifkan sama sekali 😞. Siapa yang tahu, mungkin ada masalah teknis yang serius. Minta pengelola untuk segera melakukan pemeriksaan dan menemukan penyebabnya, sehingga api bisa kembali beroperasi normal. Dan tentu saja, harus ada jaminan bahwa api itu tidak akan padam lagi tanpa alasan yang jelas 😊.
 
hehe 🤔 apa sih yang terjadi di api abadi mrapen? kenapa api itu mati sejak awal tahun 2026? kalau gini pengelola harus gratiskan tiket masuk kan apa keuntungannya? mereka harus kapan aja memulai lagi dari nol? 🤷‍♂️
 
kembali
Top