Sudah Banyak Orang yang Tertimpa Kejutan Dengan Penyakit "Super Flu"
Penyakit ini ternyata bukanlah nama ilmiah, tapi lebih dikenal banyak orang dan viras. Dosen Mikrobiologi FK-KMK UGM, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK (K), mengatakan penggunaan nama "superflu" pada varian virus ini bukanlah istilah ilmiah.
Menurut Tri, belum ada indikasi bahwa Influenza A ""subclade"" K lebih virulen dibandingkan virus influenza H3N2 yang telah beredar selama ini. Tetapi tetap perlu waspada dengan virus ini karena dapat menghasilkan virus-virus varian baru yang berkerabat dekat.
Perubahan genetik kecil yang terjadi pada Influenza A "subclade" K dapat menghasilkan virus baru yang lebih berbahaya, demikian kata Tri. Oleh karena itu, penting untuk tetap waspada dan melakukan pencegahan yang tepat agar tidak tertimpa penyakit ini.
Penyakit ini ternyata bukanlah nama ilmiah, tapi lebih dikenal banyak orang dan viras. Dosen Mikrobiologi FK-KMK UGM, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK (K), mengatakan penggunaan nama "superflu" pada varian virus ini bukanlah istilah ilmiah.
Menurut Tri, belum ada indikasi bahwa Influenza A ""subclade"" K lebih virulen dibandingkan virus influenza H3N2 yang telah beredar selama ini. Tetapi tetap perlu waspada dengan virus ini karena dapat menghasilkan virus-virus varian baru yang berkerabat dekat.
Perubahan genetik kecil yang terjadi pada Influenza A "subclade" K dapat menghasilkan virus baru yang lebih berbahaya, demikian kata Tri. Oleh karena itu, penting untuk tetap waspada dan melakukan pencegahan yang tepat agar tidak tertimpa penyakit ini.