"Penggunaan Jalan Sepi sebagai Media Kreativitas: Membahas Tafheet"
Jalan raya di jazirah Arab Saudi bukan cuma merupakan jalur utama untuk menuju ke tempat-tempat tujuan akhir. Ada hal-hal yang lebih penting dan menyenangkan yang bisa dilakukan oleh anak-anak muda di sana, yaitu melakukan tafheet atau hajwalah. Meski tidak setipis Drifting seperti halnya Jepang dan Amerika, sebenarnya ada hubungan erat antara kedua aktivitas tersebut.
Tidak diketahui secara pasti kapan persisnya tafheet mulai dipraktikkan oleh orang-orang di jazirah Arab. Namun menurut bukunya "Joyriding in Riyadh", subkultur ini lahir pada dekade 1970-an sebagai cara anak-anak muda berekreasi sembari menunjukkan maskulinitas.
Tidak seperti Drifting yang kental dengan budaya modifikasi, tafheet di Arab Saudi justru banyak dilakukan dengan mobil-mobil bawaan pabrik. Jenis mobilnya pun bermacam-macam. Meskipun begitu masih ada beberapa aspek yang serupa antara kedua hal tersebut. Maka dari itu, kita bisa melihat bahwa tafheet dan Drifting hanyalah dua bentuk manifestasi yang berbeda dalam cara orang bereksperimen dengan mobil mereka.
Di satu sisi, kebebasan dan kreativitas adalah bagian dari budaya yang sangat kuat di jazirah Arab. Dan saat anak-anak muda mulai bekerja sama untuk menciptakan sesuatu yang baru dan menarik, maka tafheet semakin menonjolkan dirinya sebagai hobi bagi mereka.
Sementara itu, dari segi bahaya, terdapat dua jenis tafheet. Pertama, adalah tafheet di trek lurus yang dilakukan dengan cara mengikat mobil ke sisi trek berlawanan dan kemudian memacu kecepatannya. Kedua, tafheet di jalan raya yang dilakukan dengan cara "mengepot" mobil ke jalur sebelah hingga mobil hanya bertumpu pada dua roda.
Jalan raya di jazirah Arab Saudi bukan cuma merupakan jalur utama untuk menuju ke tempat-tempat tujuan akhir. Ada hal-hal yang lebih penting dan menyenangkan yang bisa dilakukan oleh anak-anak muda di sana, yaitu melakukan tafheet atau hajwalah. Meski tidak setipis Drifting seperti halnya Jepang dan Amerika, sebenarnya ada hubungan erat antara kedua aktivitas tersebut.
Tidak diketahui secara pasti kapan persisnya tafheet mulai dipraktikkan oleh orang-orang di jazirah Arab. Namun menurut bukunya "Joyriding in Riyadh", subkultur ini lahir pada dekade 1970-an sebagai cara anak-anak muda berekreasi sembari menunjukkan maskulinitas.
Tidak seperti Drifting yang kental dengan budaya modifikasi, tafheet di Arab Saudi justru banyak dilakukan dengan mobil-mobil bawaan pabrik. Jenis mobilnya pun bermacam-macam. Meskipun begitu masih ada beberapa aspek yang serupa antara kedua hal tersebut. Maka dari itu, kita bisa melihat bahwa tafheet dan Drifting hanyalah dua bentuk manifestasi yang berbeda dalam cara orang bereksperimen dengan mobil mereka.
Di satu sisi, kebebasan dan kreativitas adalah bagian dari budaya yang sangat kuat di jazirah Arab. Dan saat anak-anak muda mulai bekerja sama untuk menciptakan sesuatu yang baru dan menarik, maka tafheet semakin menonjolkan dirinya sebagai hobi bagi mereka.
Sementara itu, dari segi bahaya, terdapat dua jenis tafheet. Pertama, adalah tafheet di trek lurus yang dilakukan dengan cara mengikat mobil ke sisi trek berlawanan dan kemudian memacu kecepatannya. Kedua, tafheet di jalan raya yang dilakukan dengan cara "mengepot" mobil ke jalur sebelah hingga mobil hanya bertumpu pada dua roda.