Super Flu Bisa Sembuh Sendiri Tanpa Obat, Cukup Perkuat Imun

Kasus perdana super flu di DIY, pasien tersebut telah sembuh. Kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah menyatakan bahwa virus Influenza A (H3N2) subclade K ini dapat sembuh sendiri tanpa perlu obat, asalkan memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Ia mengimbau agar warga di Kota Yogyakarta tidak khawatir dan melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan jika terinfeksi flu dalam rentang dua hingga tiga hari.

Lana menjelaskan bahwa super flu merupakan virus yang sama dengan flu pada umumnya, namun gejala-gejalanya lebih berat. Pasien tersebut mengalami demam tinggi, nyeri otot dan sendi hebat, lemas ekstrem, hingga sakit kepala berat. Ia juga menekankan bahwa super flu dapat menular melalui droplet atau percikan dari udara pernafasan.

Untuk mengantisipasi virus ini, Lana ajak masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Dia meminta agar warga di Kota Yogyakarta tetap waspada dan melakukan pemeriksaan jika terinfeksi flu dalam rentang dua hingga tiga hari.
 
Maksudnya siapa yang salah? Virus super flu ini udah sembuh, kayaknya tidak perlu khawatir lagi. Jangan masukin obat yang tidak perlu, kayaknya hanya menambahkan kerugian. Dan apa sih dengan pemeriksaan di fasilitas kesehatan? Mungkin aja cuma buang-buang waktu, gini. Wah, Lana Unwanah ini jadi ahli gak? Virus flu sama virus super flu ini kayaknya tidak berbeda, kan? Sihit lah, warga DIY yang mau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, tapi siapa tahu udah terlalu capek, nanti lagi flu bakal datang.
 
Maksudnya apa dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat itu? Semua orang yang sudah terinfeksi flu pasti tidak bisa menjaga kebersihan dan keselamatan diri sendiri 🤔. Dan siapa yang bilang pasien sembuh dari super flu itu pasti udah pulen, tapi apa kalau pasien itu masih positif di dalam? Kalau warga yang terinfeksi harus pulang beristirahat, tapi bagaimana kalau pasien sembuh itu harus pulang ke rumah dan berinteraksi dengan orang lain?
 
Kalau bisa, semuanya baik banget! Pasien super flu kaseh sudah sembuh, dan Lana Unwanah juga jelas-jelas jelaskan tentang gejalanya. Virus ini sama aja dengan flu biasa, tapi lebih berat. Tapi, aku pikir Lana Unwanah juga salah satu yang paling serius banget dalam mencegah penyebaran virus ini. Mereka sudah ajak warga kota Yogyakarta untuk menjaga kebersihan dan hidup sehat. Semoga semuanya bisa berjalan lancar, dan tidak ada korban yang lain 😊
 
aku sih masih bingung kan kalau super flu ini bisa sembuh sendiri aja tanpa obat... tapi aku juga lihat pasien itu sudah sembuh, jadi mungkin benar apa yang disebutkan oleh Lana Unwanah 🤔. aku rasa penting banget bagi warga Yogyakarta untuk tetap waspada dan melakukan pemeriksaan jika terinfeksi flu. tapi aku juga kurang yakin tentang cara mencegahnya, apa ada cara lain yang bisa dilakukan samping-sampungannya? 🤷‍♂️
 
Wah, kayaknya super flu ini bukan hal yang serius banget. Pasien yang sembuh itu jadi contoh bahwa tubuh kita bisa bertahan terhadap virus ini, tapi sih kita harus waspada, kan? Kepala Dinkes tersebut benar-benar bijak dengan kata-kata yang dia ucapkan, kita harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat agar tidak terinfeksi flu ini. Kalau kita tidak waspada, virus ini bisa menular cepat, tapi kalau kita punya daya tahan tubuh yang kuat, tentu saja kita bisa sembuh dengan sendirinya. Saya harap warga Yogyakarta semua bisa tetap waspada dan menerapkan praktek-praktek sehat agar tidak terlambat ketika terinfeksi flu ini 😊
 
Gak sabarnya, super flu lagi muncul! Saya pikir warga DIY jangan terlalu khawatir, tapi juga jangan sembarangan. Karena kalau tidak waspada, bisa jadi kamu terinfeksi dan menyebarkan virus ke orang lain. Nah, Lana Unwanah bilang bahwa super flu itu mirip aja dengan flu biasa, tapi gejalanya lebih berat. Tapi, apakah itu benar? Apakah virus Influenza A (H3N2) subclade K memang bisa sembuh sendiri tanpa obat? Saya ragu-ragu, karena jika begitu, itu artinya tidak perlu obat yang dihasilkan oleh farmasi Indonesia. Bagaimana caranya kita bisa yakin bahwa virus ini bisa sembuh sendiri? Mungkin masih ada penelitian yang belum selesai atau informasi yang salah. Nah, Lana Unwanah bilang agar warga melakukan pemeriksaan jika terinfeksi flu dalam rentang dua hingga tiga hari. Tapi, bagaimana caranya kita bisa yakin bahwa itu benar?
 
Virus super flu ini seringkali membuat kita takut, tapi apa sih yang salah dengan tubuh kita yang kuat sih? Tapi kayaknya kita harus berhati-hati saja, karena gejala-gejalanya agak parah. Saya rasa masyarakat Yogyakarta harus tetap waspada dan melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan jika merasa tidak enak-enaak. Kita harus belajar untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kita sendiri, seperti mandi reguler, cuci tangan yang bersih, dan jaga makanan kita yang seimbang. Dengan demikian, kita bisa mengantisipasi virus ini dan menjaga agar tidak terinfeksi dalam rentang dua hingga tiga hari. Kita harus tetap waspada dan berhati-hati, tapi kita juga harus tidak takut sih 😊🤒
 
Aku pikir Lana Unwanah salah ngebayangkan. Virus Influenza A (H3N2) subclade K ini bukan cuma bisa sembuh sendiri aja, tapi aku rasa juga ada satu hal lagi yang penting banget: obatnya! Tapi sayangnya, obatnya kala ini belum tersedia. Jadi, bagaimana kalau pasien-pasien itu harus nyari ilalang sendiri? Aku tahu itu aneh, tapi aku rasa Lana Unwanah tidak berikan informasi yang benar-benar akurat. Apa sih daya tahan tubuh pasien itu bisa sembuh sendiri aja? Nah, aku pikir masyarakat di Kota Yogyakarta lebih baik waspada dan lakukan pemeriksaan yang serius ketika terinfeksi flu dalam rentang dua hingga tiga hari. 😒
 
Gue pikir ini kembali lagi soal kemampuan sistem kesehatan kita 🤔. Apakah benar-benar kita tidak perlu obat untuk super flu? Gue rasa Lana Unwanah terlalu bersemangat dan kurang fokus pada keamanan masyarakat. Sementara itu, yang penting adalah kita memiliki akses ke obat-obatan yang efektif dan efisien 🚑. Tapi, apa jadi kalau tidak ada? Kita harus siap-siap dan memiliki rencana cadangan untuk menghadapi situasi seperti ini 💸. Dan, gue ingin tahu, bagaimana sistem kesehatan kita di DIY ini bisa terlalu lama tidak siap untuk menghadapi virus baru 🤷‍♂️. Perlukah kita berinvestasi lebih dalam sistem kesehatan yang lebih kuat dan modern? 💡
 
kembali
Top