Bencana Banjir Bandang Mengubah Wajah Destinasi Wisata di Aceh Timur
Dalam beberapa hari terakhir, keunikan alam Sungai Lokop di Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, terus mengejutkan wisatawan. Sebelumnya, sungai yang mengalir dengan air jernih ini menjadi salah satu destinasi unggulan wisata di daerah tersebut. Namun, akibat banjir bandang, Sungai Lokop sekarang berubah menjadi lautan pasir.
Dalam beberapa hari terakhir, keunikan alam Sungai Lokop di Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, terus mengejutkan wisatawan. Sebelumnya, sungai yang mengalir dengan air jernih ini menjadi salah satu destinasi unggulan wisata di daerah tersebut. Namun, akibat banjir bandang, Sungai Lokop sekarang berubah menjadi lautan pasir.
Kepala Disparpora Kabupaten Aceh Timur, Syahril menyatakan dampak banjir bandang terhadap sektor pariwisata di wilayah itu cukup luas dan signifikan. "Berdasarkan kondisi terkini di lapangan, alur Sungai Lokop tidak lagi berada di jalur semula. Sungai yang sebelumnya menjadi destinasi wisata berubah menjadi lapangan pasir," katanya.
Banjir bandang menyebabkan aliran Sungai Lokop berpindah hingga ke kaki gunung, sehingga kawasan yang selama ini ramai dikunjungi wisatawan tidak lagi dapat difungsikan sebagai objek wisata. Ikon wisata Sungai Lokop berupa titi gantung juga dilaporkan rusak dan hanyut terbawa arus banjir.
Syahril menjelaskan, derasnya banjir bandang menyebabkan kerusakan parah pada destinasi wisata pantai dan wisata alam di daerah tersebut. "Kerusakan paling parah terjadi pada destinasi wisata pantai dan wisata alam yang berada di daerah aliran sungai, termasuk Sungai Lokop," katanya.
Di kawasan Matang Rayeuk, Kecamatan Idi Timur, hampir seluruh pondok wisata di sepanjang pantai dilaporkan rusak akibat terjangan banjir dan gelombang laut. Begitu juga di Pantai Leuge, kebanyakan pondok wisata yang rusak, serta abrasi besar yang mengakibatkan jalan terputus. Semua ini berdampak pada aktivitas masyarakat.
Syahril menambahkan, kerusakan parah akibat bencana alam ini menjadi pukulan berat bagi sektor pariwisata Aceh Timur yang sebelumnya mulai menggeliat.
Dalam beberapa hari terakhir, keunikan alam Sungai Lokop di Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, terus mengejutkan wisatawan. Sebelumnya, sungai yang mengalir dengan air jernih ini menjadi salah satu destinasi unggulan wisata di daerah tersebut. Namun, akibat banjir bandang, Sungai Lokop sekarang berubah menjadi lautan pasir.
Dalam beberapa hari terakhir, keunikan alam Sungai Lokop di Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, terus mengejutkan wisatawan. Sebelumnya, sungai yang mengalir dengan air jernih ini menjadi salah satu destinasi unggulan wisata di daerah tersebut. Namun, akibat banjir bandang, Sungai Lokop sekarang berubah menjadi lautan pasir.
Kepala Disparpora Kabupaten Aceh Timur, Syahril menyatakan dampak banjir bandang terhadap sektor pariwisata di wilayah itu cukup luas dan signifikan. "Berdasarkan kondisi terkini di lapangan, alur Sungai Lokop tidak lagi berada di jalur semula. Sungai yang sebelumnya menjadi destinasi wisata berubah menjadi lapangan pasir," katanya.
Banjir bandang menyebabkan aliran Sungai Lokop berpindah hingga ke kaki gunung, sehingga kawasan yang selama ini ramai dikunjungi wisatawan tidak lagi dapat difungsikan sebagai objek wisata. Ikon wisata Sungai Lokop berupa titi gantung juga dilaporkan rusak dan hanyut terbawa arus banjir.
Syahril menjelaskan, derasnya banjir bandang menyebabkan kerusakan parah pada destinasi wisata pantai dan wisata alam di daerah tersebut. "Kerusakan paling parah terjadi pada destinasi wisata pantai dan wisata alam yang berada di daerah aliran sungai, termasuk Sungai Lokop," katanya.
Di kawasan Matang Rayeuk, Kecamatan Idi Timur, hampir seluruh pondok wisata di sepanjang pantai dilaporkan rusak akibat terjangan banjir dan gelombang laut. Begitu juga di Pantai Leuge, kebanyakan pondok wisata yang rusak, serta abrasi besar yang mengakibatkan jalan terputus. Semua ini berdampak pada aktivitas masyarakat.
Syahril menambahkan, kerusakan parah akibat bencana alam ini menjadi pukulan berat bagi sektor pariwisata Aceh Timur yang sebelumnya mulai menggeliat.