Sumber Dana BNPB dari Utang, Purbaya: Nggak Dipakai Saya Ngambek

Purbaya Menteri Keuangan mengeluarkan sapaan gugup saat berbicara tentang penanganan bencana di Sumatra. Ia tidak marah karena namanya terlupa di dalam rapat koordinasi satgas pemulihan bencana, tetapi ia akan marah jika dana yang disediakan untuk penanganan bencana melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak dimanfaatkan secara optimal.

Purbaya menuturkan bahwa dia telah mengumpulkan uang banyak dari pajak dan bea cukai, tetapi uang tersebut tidak digunakan untuk bantuan korban bencana. Sementara itu, pembayaran utang pemerintah juga belum ditanggung secara maksimal.

"Enggak dipakai, Pak. Enggak dipakai," kata Purbaya saat memberikan klarifikasi terkait penanganan bencana di Sumatra.

Pembayaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus dipercepat agar daerah-daerah terdampak bencana dapat memiliki modal sendiri untuk membeli peralatan yang rusak akibat bencana.
 
Saya pikir ini masalah besar ya... Pemerintah kita sudah mengambil banyak uang dari rakyat, tapi apa yang mereka lakukan dengan itu? Kita lihat ada yang tidak jelas lagi, gini... Ada yang kata, ada yang tidak, tapi apa yang penting adalah bagaimana penanganan bencana bisa lebih baik. Saya pikir ini perlu diawasi lebih dekat, nggak bisa dipungut pajak dan bea cukai aja, tapi enggak ada manfaat untuk korban bencana... Itu yang salah.
 
ini lagi ganti-ganti pribadi ya, terus aja berbicara tentang penanganan bencana, tapi siapa tahu kalau uang banyak yang ada di dalam koordinasi satgas sebenarnya digunakan untuk hal-hal lain... contohnya, nyobainin baru tahun atau membeli mobil sport ๐Ÿ˜. tapi apa yang penting adalah kita harus bisa terus memantau agar dana yang disediakan tidak sia-sia, dan daerah-daerah terdampak bencana bisa mendapatkan bantuan yang sepadan dengan kesulitan mereka. toh, siapa yang bilang bahwa penanganan bencana itu mudah? ๐Ÿค”
 
Pemkuan tetap konyol ๐Ÿ˜‚ kalau dia lupa namanya di rapat koordinasi satgas pemulihan bencana. Tapi apa yang penting adalah dana yang disediakan untuk penanganan bencana itu tidak dimanfaatkan dengan baik ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Pemkuan bilang sudah mengumpulkan banyak uang dari pajak dan bea cukai, tapi masih ada korban bencana yang belum mendapatkan bantuan ๐Ÿ˜”. Dan pembayaran utang pemerintah juga belum ditanggung secara maksimal ๐Ÿ“‰. Kalau ingin benar-benar membantu korban bencana, maka diperlukan perubahan ๐Ÿ”„.
 
Wah, kayaknya PM Kementerian Keuangan itu jadi sedang cemas banget dengan penanganan bencana di Sumatra ๐Ÿคฏ. Saya juga kayaknya sama-sama pedulinya kan? Kenapa aja gak ada yang ngisi dana BNPB dengan optimal? ๐Ÿ˜• Udah banyak uang dari pajak dan bea cukai, tapi malah tidak digunakan buat membantu korban bencana. Ini bikin saya berpikir, apa sih tujuan keuangan kita ini? ๐Ÿค” Saya rasa harusnya ada prioritas yang jelas, misalnya membantu korban bencana terlebih dahulu, lalu lain-lain. Apa aja pikiranmu tentang hal ini? ๐Ÿค—
 
Gue penasaran kok Purbaya Menteri keuangan begitu gugup saat berbicara tentang bencana di Sumatra... Gue rasa dia harus lebih nyaman aja, karena gue tahu betapa pentingnya penanganan bencana. Dan gue juga penasaran apa yang terjadi dengan dana yang telah terkumpul, apakah benar-benar tidak digunakan untuk membantu korban? Gue rasa Purbaya harus lebih transparan dalam pengelolaan anggaran, sehingga kita semua bisa melihat seberapa efektifnya penanganan bencana. Dan gue juga ingin tahu, apa yang akan dilakukan dengan APBD yang harus dipercepat? Gue harap Purbaya Menteri keuangan bisa memberikan klarifikasi lebih lanjut tentang hal ini...
 
Gue pikir ini nggak enak banget, gue lihat ari Purbaya menuturkan hal ini tapi enggak ada tindakan nyata yang diambil. Dana yang dihasilkan dari pajak dan bea cukai itu harus digunakan untuk membantu korban bencana, bukan cuma ngewadahi si Purbaya sendiri aja. Gue harap pemerintah bisa meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana tersebut, supaya korban bencana bisa mendapatkan bantuan yang sebenarnya dan tidak hanya kata-kata asyik. ๐Ÿค”
 
Gue pikir kalau bukannya lebih baik bantuan langsung dari pemerintah, gak ada yang ngerasa nyaman ngikuti sapaan koordinasi satgas. Tapi, siapa tahu ada alasan behindnya, kan? Yang penting adalah dana itu digunakan dengan efisien.
 
Pernah kan aja nih, kalau uang banyak tapi gak bisa gunakan? Saya pikir Purbaya Menteri Keuangan itu kayaknya lupa siapa dirinya sendiri. Kalo dia punya uang banyak tapi gak mau digunakan untuk bantuan korban bencana, apa lagi? Maksudnya sih kalau uang tersebut ada tujuan lain yang lebih penting dari membantu orang-orang yang terkena bencana. Saya rasa ini bukan soal kekurangan dana, melainkan soal prioritas. Dan kalau prioritas itu salah, maka gak bisa diprediksi hasilnya.
 
Dah, ini kayaknya apa yang keluarga saya katakan sejak lama. Menteri Keuangan tapi enggak peduli dengan uang yang dihasilkannya? Mereka saja yang menangkap pajak, tapi tidak ada yang menangani penggunaan dana itu. Sementara korban bencana harus mengharapkan bantuan dari pemerintah... kayaknya juga nggak mau membantu. Dan apa dengan utang pemerintah? Belum dihargai juga. Kalau mau nyaman, mending cepat terbit APBD dan daerah bisa punya uang sendiri untuk membeli peralatan yang rusak...
 
Apa sih yang salah dengan beliau, Pak? Beliau cuma kebingungan karena namanya tidak disebutkan di rapat koordinasi satgas pemulihan bencana itu. Tapi apa yang membuatku penasaran adalah kalau dana yang ada sebenarnya digunakan untuk apa? Kalau dana tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal, maka aku pikir itu bukannya salah. Beliau sendiri juga mengakui bahwa pembayaran utang pemerintah belum ditanggung secara maksimal... Maksimal itu sih apa? Maksimal itu berapa? Aku ingin tahu cara ini dimanfaatkan agar bencana yang terjadi di Sumatra tidak perlu kejadian lagi.
 
Mana bisa nggak penasaran sih, mantan Menteri Keuangan yang ini masih kewalahan sama dana-bdana yang sudah banyak dia terima dari pajak & bea cukai. Apapun penjelasannya, gampang banget aja daptar korban bencana itu nggak menerima bantuan dari pemerintah. Sementara itu, APBD gampang dimanfaatkan ya? Siapa yang mau biaya-biayanya, kan udh ada pajak & bea cukai. Kalau udah ada, ganti aja langsung dianut. Tapi sih, mungkin ada alasan tertentu...
 
Gue rasanya gini, kalau kita uang banyak tapi nggak bisa dipakai buat bantuan korban bencana. Saya pikir itu tidak jadi kebaikan dari pemerintah, kalau tidak ada efek langsung. Uang itu harus digunakan untuk membantu korban yang terkena bencana. Gue berharap apabila gini terjadi lagi, pemerintah harus lebih fokus dan bisa menyiapkan dana sebelum bencana terjadi. Kita nggak ingin uang kita habis saja tanpa ada hasil yang positif. ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ
 
Gue pikir ini penanganan bencana yang serius, tapi akrab banget sih dengan kata-kata dari Purbaya Menteri Keuangan. Dulu dibilang dia tidak marah, tapi sekarang kira-kira dia sudah marah, tapi lagi-lagi sih dia bilang enggak dipakai. Gue rasa ini bencana yang memang butuh perhatian serius. Maka lho, uang pajak dan bea cukai banyak-banyak saja, tapi gak digunakan untuk membantu korban. Sementara itu, utang pemerintah juga belum terbayar dengan maksimal. Gue pikir kita harus mempercepat pembayaran APBD agar daerah-daerah terdampak bencana bisa punya modal sendiri untuk beli peralatan yang rusak. Gue rasa ini cara yang tepat, tapi kayaknya kita juga harus ada yang bertanggung jawab sebenarnyaa di balik penanganan ini... ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
"Jadinya bikin kesal banget, ya! Kenapa gini uang pajak dan bea cukai kita digunakan bukan untuk membantu korban bencana? Sih keuntungan saja yang diambil. Dan apa khasiatnya? Pajak ini lagi-lagi tidak dipotong lagi sih. Pak PM, kamu harus lebih berhati-hati dengan pengelolaan dana negara! ๐Ÿ™„๐Ÿ’ธ"
 
aku rasa gini sapaan Purbaya Menteri Keuangan pas banget, sih... kalau gini aja apa artinya dia udah mengumpulkan uang banyak dari pajak dan bea cukai tapi tidak digunakan untuk bantuan korban bencana? itu sama saja dengan enggak mau dipikul anak kecil yang jatuh, kan? ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ

sebenarnya apa yang ada di dalam BNPB sih? kalau punya kebijakan yang baik dan uang banyak tapi tidak digunakan maka itu sama aja seperti uang yang dicicar dalam kantong ๐Ÿ˜‚

pembayaran APBD harus dipercepat juga, karena kalau gini aja daerah-daerah terdampak bencana tidak punya modal sendiri untuk membeli peralatan yang rusak akibat bencana, itu sama aja dengan kita tidak mau membantu teman-teman kita yang sudah lelah ๐Ÿค•

saya rasa Purbaya Menteri Keuangan harusnya bicara dengan lebih jujur dan transparansi tentang kebijakan yang sedang dia lakukan... ๐Ÿ’ฌ
 
Maksudnya apa sih, Pak? Kalau uang banyak tapi enggak digunakan buat korban bencana? Itu ngga adil banget! ๐Ÿ˜’ Kita harus ngikuti konteksnya, yach? Mungkin Pak Purbaya lagi terburu-buru, tapi itulah tanggung jawabnya sebagai Menteri Keuangan. Tapi kita harus ngerasa apakah uang tersebut benar-benar digunakan secara optimal. Kita harus ngawasi aja, ya! ๐Ÿค”
 
Kalau gitu, apa ada yang salah lagi? Pemerintah udah mengumpulkan banyak uang dari pajak dan bea cukai, tapi tidak digunakan untuk membantu korban bencana. Sementara itu, utang pemerintah juga belum ditanggung secara maksimal. Maksudnya apa? Udah capek banget ngerasa negaranya ini. Kalau gini, kalau kejadian lagi, siapa yang akan membantu? ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ๐Ÿ’ธ
 
kembali
Top