Kementerian Haji dan Umrah siap dengan struktur baru. Jumat (28/11), Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak melantik lebih dari 400 pejabat struktural di Masjid Al-Ikhlas, Jakarta Pusat. Pelantikan ini dilakukan secara daring dan luring.
Lebih dari 400 pejabat baru diberi tugas menjalankan struktur organisasi penyelenggaraan haji dan umrah di tingkat daerah. Semua itu menjadi bagian dari transformasi Kementerian Haji dan Umrah yang awalnya masih merupakan Badan Penyelenggara Haji (BP Haji).
Dalam sambutannya, Dahnil menyampaikan pelantikan ini merupakan langkah percepatan untuk memastikan struktur organisasi penyelenggaraan haji dan umrah di tingkat daerah sudah siap menjalankan tugasnya. Ia juga mengatakan pilihan masjid sebagai tempat pelantikan bukan sekadar pilihan ruang, melainkan simbol panggilan tugas.
"Pelantikan di masjid memiliki pesan spiritual bahwa kita adalah pelayan tamu-tamu Allah. Di pundak kita ada amanah besar berupa harapan, mimpi, dan juga tuntutan pengawasan dari berbagai pihak. Tugas kita menghadirkan pelayanan terbaik yang aman, nyaman, dan berintegritas," ujarnya.
Pelantikan ini melengkapi tahapan penataan kelembagaan Kementerian Haji dan Umrah RI setelah pelantikan pejabat eselon pusat. Selain itu, ia juga menyebut pemilihan masjid sebagai tempat pelantikan adalah untuk mengawal kejelasan tugas operasional dalam penyelenggaraan haji 2026.
"Hari ini rentang komando sudah jelas. Mari bekerja sebagai satu tim yang solid. Kita hanya punya waktu kurang dari satu bulan untuk menyelesaikan struktur hingga tingkat bawah. Ini adalah musim haji pertama yang digawangi Kemenhaj. Kita tidak punya ruang untuk salah langkah," ujarnya.
Pelantikan pejabat struktural ini juga menjadi bagian dari kebijakan pengawasan yang dilakukan oleh Kementerian Haji dan Umrah agar proses penyelenggaraan haji 2026 berjalan lancar.
Lebih dari 400 pejabat baru diberi tugas menjalankan struktur organisasi penyelenggaraan haji dan umrah di tingkat daerah. Semua itu menjadi bagian dari transformasi Kementerian Haji dan Umrah yang awalnya masih merupakan Badan Penyelenggara Haji (BP Haji).
Dalam sambutannya, Dahnil menyampaikan pelantikan ini merupakan langkah percepatan untuk memastikan struktur organisasi penyelenggaraan haji dan umrah di tingkat daerah sudah siap menjalankan tugasnya. Ia juga mengatakan pilihan masjid sebagai tempat pelantikan bukan sekadar pilihan ruang, melainkan simbol panggilan tugas.
"Pelantikan di masjid memiliki pesan spiritual bahwa kita adalah pelayan tamu-tamu Allah. Di pundak kita ada amanah besar berupa harapan, mimpi, dan juga tuntutan pengawasan dari berbagai pihak. Tugas kita menghadirkan pelayanan terbaik yang aman, nyaman, dan berintegritas," ujarnya.
Pelantikan ini melengkapi tahapan penataan kelembagaan Kementerian Haji dan Umrah RI setelah pelantikan pejabat eselon pusat. Selain itu, ia juga menyebut pemilihan masjid sebagai tempat pelantikan adalah untuk mengawal kejelasan tugas operasional dalam penyelenggaraan haji 2026.
"Hari ini rentang komando sudah jelas. Mari bekerja sebagai satu tim yang solid. Kita hanya punya waktu kurang dari satu bulan untuk menyelesaikan struktur hingga tingkat bawah. Ini adalah musim haji pertama yang digawangi Kemenhaj. Kita tidak punya ruang untuk salah langkah," ujarnya.
Pelantikan pejabat struktural ini juga menjadi bagian dari kebijakan pengawasan yang dilakukan oleh Kementerian Haji dan Umrah agar proses penyelenggaraan haji 2026 berjalan lancar.