GTM pada Anak: Strategi Tepat Atasi Gerakan Tutup Mulut demi Cegah Kurang Gizi
Gerakan tutup mulut (GTM) pada anak merupakan salah satu tantangan besar bagi orangtua dalam memenuhi kebutuhan gizi di masa awal pertumbuhan. Kondisi ini dapat berdampak langsung pada kecukupan zat gizi penting, terutama zat besi yang krusial bagi tumbuh kembang anak.
Menurut dokter spesialis anak, untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian saja, bayi membutuhkan asupan yang cukup besar, setara dengan 11 potong daging ayam. Oleh karena itu, orang tua perlu memastikan makanan yang diberikan padat gizi dan anak mau mengonsumsinya.
Pengalaman sensorik juga sangat dipengaruhi oleh variasi rasa dan aroma. Pengolahan MPASI yang kreatif dianggap dapat meningkatkan antusiasme anak dalam makan. Dokter spesialis anak menyebutkan bahwa MPASI yang dikreasikan dengan variasi rasa dan aroma yang menggugah selera akan membuat anak lebih antusias makan, sehingga kebutuhan gizinya lebih mudah terpenuhi.
Selain itu, penggunaan bumbu alami seperti bawang merah, bawang putih, dan daun jeruk dapat memberikan aroma alami yang merangsang nafsu makan. Rangkaian produk "Cinta Rasa Indonesia" juga hadir sebagai inovasi, dengan cita rasa Nusantara seperti Liwet Ayam Kampung, Soto Ayam, dan Opor Ayam yang diperkaya dengan Esenutri untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak.
Program Gerakan Lahap Makan SUN juga dilanjutkan pada 2026, dengan bertujuan membekali para ibu dengan panduan praktis melalui tiga metode utama: pemberian makan saat anak lapar dan tidak mengantuk, variasi rasa dan tekstur sesuai usia, serta teknik pemberian makan yang tepat.
Gerakan tutup mulut (GTM) pada anak merupakan salah satu tantangan besar bagi orangtua dalam memenuhi kebutuhan gizi di masa awal pertumbuhan. Kondisi ini dapat berdampak langsung pada kecukupan zat gizi penting, terutama zat besi yang krusial bagi tumbuh kembang anak.
Menurut dokter spesialis anak, untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian saja, bayi membutuhkan asupan yang cukup besar, setara dengan 11 potong daging ayam. Oleh karena itu, orang tua perlu memastikan makanan yang diberikan padat gizi dan anak mau mengonsumsinya.
Pengalaman sensorik juga sangat dipengaruhi oleh variasi rasa dan aroma. Pengolahan MPASI yang kreatif dianggap dapat meningkatkan antusiasme anak dalam makan. Dokter spesialis anak menyebutkan bahwa MPASI yang dikreasikan dengan variasi rasa dan aroma yang menggugah selera akan membuat anak lebih antusias makan, sehingga kebutuhan gizinya lebih mudah terpenuhi.
Selain itu, penggunaan bumbu alami seperti bawang merah, bawang putih, dan daun jeruk dapat memberikan aroma alami yang merangsang nafsu makan. Rangkaian produk "Cinta Rasa Indonesia" juga hadir sebagai inovasi, dengan cita rasa Nusantara seperti Liwet Ayam Kampung, Soto Ayam, dan Opor Ayam yang diperkaya dengan Esenutri untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak.
Program Gerakan Lahap Makan SUN juga dilanjutkan pada 2026, dengan bertujuan membekali para ibu dengan panduan praktis melalui tiga metode utama: pemberian makan saat anak lapar dan tidak mengantuk, variasi rasa dan tekstur sesuai usia, serta teknik pemberian makan yang tepat.