Imbang 1-1 di menit ke-93 akhirnya mengubah momentum pertandingan Bundesliga antara St Pauli dan RB Leipzig, Rabu (28/1) dini hari WIB. Kemenangan yang sudah diprediksi sejak awal harus disisihkan, karena kesalahan fatal David Raum dalam injury time membuat berakhirannya menjadi tidak ada hasil. Namun, drama tersebut diakhiri dengan penalti Martijn Kaars yang membawa imbang menjadi kemenangan bagi tuan rumah.
Pertandingan ini memang diawali dengan permainan sengit dari keduanya. St Pauli langsung menunjukkan disiplin dan kesabaran dalam menghadapi serangkaian serangan Leipzig, meskipun mereka tidak bisa menembus rapatnya barisan pertahanan tuan rumah. Meski demikian, penyerang Leipzig tampak memiliki peluang besar untuk membuka skor melalui tendangan keras Xavier Schlager yang hanya masih tergulung di tiang gawang.
Namun, dalam babak kedua, kebuntuan akhirnya pecah. Berawal dari sepak pojok David Raum, bola muntah jatuh di kaki Yan Diomande, dan tembakan spekulasi yang arahnya berbelok setelah mengenai Eric Smith membuat gawang St Pauli tidak bisa dirasakan oleh Peter Gulacsi. Skor 1-0 untuk keunggulan tim tamu tampak bertahan hingga laga usai.
Tapi, drama tersebut baru tercipta saat pertandingan memasuki menit ke-93. Saat Leipzig bersiap merayakan tiga poin, David Raum melakukan kesalahan yang tidak terduga. Bek timnas Jerman tersebut terpeleset di area terlarang dan justru menabrak Martijn Kaars. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih, memulai aksi penalti bagi tuan rumah. Dengan tenang, Kaars melepaskan tembakan ke pojok gawang yang tidak bisa diantisipasi oleh Gulacsi.
Hasil imbang ini secara teknis membawa RB Leipzig naik ke peringkat keempat klasemen sementara Bundesliga, menggeser Stuttgart melalui keunggulan selisih gol. Meski demikian, bagi tim asuhan Marco Rose hasil ini terasa seperti kekalahan mengingat mereka mendominasi sebagian besar jalannya laga.
Sementara itu, tambahan satu poin ini memang belum cukup untuk membawa St Pauli keluar dari zona degradasi (posisi ke-17). Namun, hasil imbang melawan tim papan atas seperti Leipzig menjadi modal mental yang sangat penting bagi mereka untuk menatap laga-laga berikutnya.
Pertandingan ini memang diawali dengan permainan sengit dari keduanya. St Pauli langsung menunjukkan disiplin dan kesabaran dalam menghadapi serangkaian serangan Leipzig, meskipun mereka tidak bisa menembus rapatnya barisan pertahanan tuan rumah. Meski demikian, penyerang Leipzig tampak memiliki peluang besar untuk membuka skor melalui tendangan keras Xavier Schlager yang hanya masih tergulung di tiang gawang.
Namun, dalam babak kedua, kebuntuan akhirnya pecah. Berawal dari sepak pojok David Raum, bola muntah jatuh di kaki Yan Diomande, dan tembakan spekulasi yang arahnya berbelok setelah mengenai Eric Smith membuat gawang St Pauli tidak bisa dirasakan oleh Peter Gulacsi. Skor 1-0 untuk keunggulan tim tamu tampak bertahan hingga laga usai.
Tapi, drama tersebut baru tercipta saat pertandingan memasuki menit ke-93. Saat Leipzig bersiap merayakan tiga poin, David Raum melakukan kesalahan yang tidak terduga. Bek timnas Jerman tersebut terpeleset di area terlarang dan justru menabrak Martijn Kaars. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih, memulai aksi penalti bagi tuan rumah. Dengan tenang, Kaars melepaskan tembakan ke pojok gawang yang tidak bisa diantisipasi oleh Gulacsi.
Hasil imbang ini secara teknis membawa RB Leipzig naik ke peringkat keempat klasemen sementara Bundesliga, menggeser Stuttgart melalui keunggulan selisih gol. Meski demikian, bagi tim asuhan Marco Rose hasil ini terasa seperti kekalahan mengingat mereka mendominasi sebagian besar jalannya laga.
Sementara itu, tambahan satu poin ini memang belum cukup untuk membawa St Pauli keluar dari zona degradasi (posisi ke-17). Namun, hasil imbang melawan tim papan atas seperti Leipzig menjadi modal mental yang sangat penting bagi mereka untuk menatap laga-laga berikutnya.