"Dialog Ukraina-Rusia Tersiar, Eropa Mencari Jalan Out"
Dalam upaya mencegah eskalasi konflik di Ukraine, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengonfirmasi bahwa negara-negara pendukung Ukraina di Eropa sedang mempersiapkan langkah teknis untuk memulai kembali pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Diskusi sedang berlangsung di tingkat teknis untuk mempersiapkan hal ini," tegas Macron di hadapan wartawan. Persiapan tersebut dilakukan secara transparan melalui konsultasi dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky serta mitra-mitra utama di Uni Eropa.
Langkah ini menjadi sinyal perubahan sikap diplomatik Eropa setelah Uni Eropa dan Inggris memutus komunikasi dengan Moskow sejak awal konflik tahun 2022. Tercatat, Macron dan Putin terakhir kali berkomunikasi melalui telepon pada Juli lalu, yang merupakan kontak pertama mereka dalam periode tiga tahun terakhir.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mendesak Uni Eropa (UE) untuk segera menetapkan saluran komunikasi langsung dengan Rusia. Paris menekankan bahwa keterlibatan dengan Moskow tidak pernah dikesampingkan selama memberikan keuntungan nyata dan dilakukan secara transparan bersama Ukraina dan anggota UE lainnya.
"Prancis tidak pernah menutup kemungkinan, secara prinsip, untuk berinteraksi dengan Rusia," kata Barrot dalam wawancara dengan media Liberation. Sebelumnya, Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni telah mengusulkan penunjukan utusan khusus UE untuk Rusia. Hal ini bertujuan untuk memastikan blok Eropa tetap memiliki posisi tawar di meja perundingan dan tidak terpinggirkan oleh inisiatif sepihak dari Amerika Serikat.
Pemerintah Rusia menyatakan kesiapannya untuk melakukan negosiasi dengan itikad baik guna mengakhiri konflik di Ukraina. Namun, Moskow memberikan syarat tegas agar negara-negara Barat menghormati kepentingan keamanan Rusia dan menghentikan upaya pemberian kekalahan strategis terhadap mereka.
Kesempatan dialog antara Ukraina-Rusia ini membuka harapan bagi Eropa untuk menemukan jalan keluarnya dari konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Tapi, masih banyak tantangan yang harus diatasi sebelum dialog tersebut dapat dilanjutkan dengan efektif.
Dalam upaya mencegah eskalasi konflik di Ukraine, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengonfirmasi bahwa negara-negara pendukung Ukraina di Eropa sedang mempersiapkan langkah teknis untuk memulai kembali pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Diskusi sedang berlangsung di tingkat teknis untuk mempersiapkan hal ini," tegas Macron di hadapan wartawan. Persiapan tersebut dilakukan secara transparan melalui konsultasi dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky serta mitra-mitra utama di Uni Eropa.
Langkah ini menjadi sinyal perubahan sikap diplomatik Eropa setelah Uni Eropa dan Inggris memutus komunikasi dengan Moskow sejak awal konflik tahun 2022. Tercatat, Macron dan Putin terakhir kali berkomunikasi melalui telepon pada Juli lalu, yang merupakan kontak pertama mereka dalam periode tiga tahun terakhir.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mendesak Uni Eropa (UE) untuk segera menetapkan saluran komunikasi langsung dengan Rusia. Paris menekankan bahwa keterlibatan dengan Moskow tidak pernah dikesampingkan selama memberikan keuntungan nyata dan dilakukan secara transparan bersama Ukraina dan anggota UE lainnya.
"Prancis tidak pernah menutup kemungkinan, secara prinsip, untuk berinteraksi dengan Rusia," kata Barrot dalam wawancara dengan media Liberation. Sebelumnya, Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni telah mengusulkan penunjukan utusan khusus UE untuk Rusia. Hal ini bertujuan untuk memastikan blok Eropa tetap memiliki posisi tawar di meja perundingan dan tidak terpinggirkan oleh inisiatif sepihak dari Amerika Serikat.
Pemerintah Rusia menyatakan kesiapannya untuk melakukan negosiasi dengan itikad baik guna mengakhiri konflik di Ukraina. Namun, Moskow memberikan syarat tegas agar negara-negara Barat menghormati kepentingan keamanan Rusia dan menghentikan upaya pemberian kekalahan strategis terhadap mereka.
Kesempatan dialog antara Ukraina-Rusia ini membuka harapan bagi Eropa untuk menemukan jalan keluarnya dari konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Tapi, masih banyak tantangan yang harus diatasi sebelum dialog tersebut dapat dilanjutkan dengan efektif.