Spesifikasi JF-17 Thunder Milik Negara Islam Penghasil Nuklir, Jokowi Pernah Naik ke Kokpit

Kemungkinan Indonesia membeli 40 unit pesawat tempur JF-17 Thunder, drone Shahpar untuk pengawasan dan penyerangan target. Presiden ke-7 RI pernah menaiki kokpit jet tersebut di Pakistan pada tahun 2018.

JF-17 Thunder merupakan varian dari FC-1 Xiaolong yang diproduksi oleh Chengdu Aircraft Industries Corporation (CAC). Jet tempur ini dirancang sebagai low cost fighter dengan desain airframe semi monocoque yang simpel dan biaya produksi murah. Namun, tidak mengurangi kemampuan tempur maksimal dengan persenjataan canggih.

Mesin JF-17 Thunder menggunakan jenis turbofan Klimov RD-93 yang dikembangkan oleh Rusia. Mesin ini dikenal andal dalam penggunaan di berbagai kondisi, tetapi juga terkena kekurangan karena rakus bahan bakar.

Sistem persenjataan JF-17 Thunder menggunakan dual operating system dan interkoneksi standar NATO Mil-STD 1760 databus. Meski pengembangan JF-17 Thunder didominasi China, namun jet tempur ini juga memiliki kandungan Rusia.
 
Gue rasa kalau Indonesia membeli pesawat ini pasti karena kebutuhan pertahanan nih. Karena sekarang Indonesia harus lebih waspada dengan ancaman di Asia Tenggara ya. Pesawat ini bisa membantu kita untuk memantau dan menyerang target yang berbahaya. Lalu, kalau gue tidak salah, Presiden Jokowi justru pernah berkunjung ke Pakistan untuk melihat pesawat ini juga kan? Jadi, aku pikir membeli pesawat ini adalah pilihan yang tepat banget.
 
Mungkin ini masuk akal kalau Indonesia membeli pesawat itu πŸ€”... tapi kemudian aku pikir tidak, karena siapa yang tahu kekuatan militer China udah nggak sambung lagi? πŸ€·β€β™‚οΈ Atau mungkin kok bisa jadi, karena Presiden Jokowi pernah naik kokpit di Pakistan itu, kayaknya dia suka dengar suara mesin jet 😎. Tapi aku pikir kalau membeli pesawat itu, Indonesia udah cukup dengan pilot-pilot yang sudah ada, dan nggak butuh lagi πŸ’ͺ. Dan kalau pesawat itu udah nggak bisa dicari, kayaknya itu akan membuat China makin senang πŸ€¦β€β™‚οΈ. Hmm, aku pikir aku sendiri ini salah sisi, tapi kemudian aku pikir aku jadi benar, karena siapa yang tahu apa yang lebih baik untuk Indonesia? πŸ˜…
 
Gue pikir membeli pesawat tempur JF-17 Thunder itu buat Indonesia gak asal kegadisannya πŸ€”. Mau dibelikan 40 unit aja? Gue rasa gini bikin konfusi, kayaknya kita harus ngetren dengan teknologi milik negara lain dulu πŸ€·β€β™‚οΈ. Tapi, kalau dipikir lagi, JF-17 Thunder itu sebenarnya cukup baik banget πŸ€“. Mau diutak-atikin nggak kayak gini bisa bikin kita lebih maju dalam teknologi pertahanan πŸ’». Dan sih, President Jokowi memang pernah ngetempel di kokpit jet itu di Pakistan tahun 2018, tapi kalau dipikir lagi, itu gak masalah banget πŸ™…β€β™‚οΈ. Yang penting adalah kita bisa memiliki teknologi yang canggih dan aman untuk kita proteksi πŸ›‘οΈ.
 
aku rasa kalau gini Indonesia beli pesawat tempur JF-17 Thunder itu bakalan mantap banget πŸ€©πŸ›Έ! meskipun kayaknya urusan keamanan yang serius, tapi rasanya Indonesia perlu memperbarui armada pertahanannya nih πŸš€. aku penasaran sih bagaimana performa JF-17 Thunder di lapangan, kayaknya bisa menawarkan kemampuan tempur yang lebih baik daripada pesawat tempur yang ada sekarang 😊. tapi ya, perlu juga dipertimbangkan faktor keamanan dan biaya produksi ya πŸ€‘. aku harap Joko Bung tidak lupa mempertimbangkan kebutuhan angkatan laut dan laut dangkal saat ini πŸš£β€β™€οΈπŸŒŠ! #JF17Thunder #PertahananIndonesia #KemampuanTempur
 
Pesan ini bikin aku penasaran banget! 40 unit pesawat tempur JF-17 Thunder dan drone Shahpar? itulah konsumsi banyak uang banget! Tapi, apa salahnya kita membelinya sih? JF-17 Thunder itu sebenarnya memiliki kelebihan dengan desain airframe semi monocoque yang simpel dan biaya produksi murah. Mesin Klimov RD-93 juga cukup andal, tapi rasanya bahan bakarnya sedikit mahal.

Aku penasaran juga apa kemampuan drone Shahpar itu. Udah bisa beroperasi di mana-mana sih? Apa persenjataannya? Aku ingat Presiden Jokowi pernah naik kokpit JF-17 Thunder di Pakistan, itu bukti betapa serius Indonesia ingin meningkatkan kemampuan pertahanan kita. Tapi, kayaknya kita harus mempertimbangkan beberapa hal sebelum memutuskan untuk membeli 40 unit pesawat tempur ini... πŸ˜ŠπŸ“ˆ
 
Gue penasaran banget kayaknya nih... JF-17 Thunder sih teknologi yang bagus banget, tapi kok biaya produksinya murah? πŸ˜‚ Gue pikir itu nggak mungkin bisa terjadi. Tapi kalau Indonesia beli 40 unit aja, itu berarti kami butuh untuk melindungi negara dari ancaman luar. Dan drone Shahpar itu, kayaknya sangat berguna untuk pengawasan dan penyerangan target. Gue ingat Presiden Jokowi pernah menaiki kokpit jet JF-17 Thunder di Pakistan tahun 2018, itu sangat seru! πŸš€

Tapi, gue also khawatir kalau biaya operasionalnya nggak murah banget. Mesin Klimov RD-93 yang digunakan, kayaknya agak mahal untuk bahan bakarnya. Dan sistem persenjataan yang menggunakan dual operating system dan interkoneksi standar NATO... itu kayaknya sangat teknologi banget! πŸ€– Gue harap kalau kami bisa mengelola teknologi ini dengan baik nanti.
 
Pesan itu bikin aku penasaran banget sih, kalau Indonesia mau beli 40 unit pesawat tempur JF-17 Thunder aja... aku tahu pihak militer RI sudah lama mencari upgrade armada, tapi apakah pesawat ini benar-benar layak? πŸ€”

Aku pikir pihak pemerintah perlu mempertimbangkan faktor biaya dan manfaat yang didapatkan. Aku bayangin kalau jika biayanya terlalu mahal, maka negara mungkin tidak bisa membiayai maintenance yang cukup, sehingga pesawat ini tidak bisa beroperasi secara efektif. Tapi, aku juga pikir kalau dengan pesawat ini, kita bisa memiliki persenjataan yang lebih canggih dan efisien.

Aku rasa pihak militer perlu melakukan analisis yang lebih mendalam tentang kebutuhan dan kemampuan kita sebelum memutuskan untuk membeli pesawat ini. Dan, aku berharap kalau pihak pemerintah bisa melakukan pengujian yang cermat dan tidak terburu-buru dalam membuat keputusan ini πŸ™.
 
kembali
Top