Dalam Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terjadi kontroversi yang viral di media sosial. Peristiwa ini melibatkan keluarga kepala desa (Kades) Wahyu dan warga Holis Muhlisin, seorang warga yang mengunggah video jalan rusak di media sosial.
Video tersebut menampilkan kehadiran keluarga Kades Wahyu, termasuk istri, anak, menantu, dan keponakan, yang melakukan intimidasi secara verbal dan fisik kepada Holis Muhlisin. Pada saat itu, Holis berteriak karena iritasi mengenai video jalan rusak yang dia kirimkan di media sosial.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah menegur Kades Wahyu dan juga memanggil Holis. Ia juga menyatakan bahwa ia akan melakukan audit dana desa dan memanggil kepala desanya, yaitu Kades Wahyu.
Dalam video di Instagram, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa jika ada warga yang menceritakan tentang jeleknya pembangunan, harus mereka terima dengan lapang dada. "Kita ini aparat, kalau ada warga yang menceritakan tentang jeleknya pembangunan, harus kita terima dengan lapang dada," ujarnya dalam unggahan Instagram Sabtu (3/1/2026) malam.
Dedi juga menyatakan bahwa ia akan melakukan audit dana desanya dan memanggil kepala desanya. Ia mengatakan bahwa kalau begitu, dia akan melakukan hatur nuhun kepada Kades Wahyu.
Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, telah menghubungi Inspektorat untuk segera datang ke desa mengaudit seperti yang teman-teman minta. Ia juga akan merilis informasi aliran dana desa agar semua pihak bisa melihat bersama apakah dana tersebut digunakan untuk pembangunan jalan.
Video tersebut menampilkan kehadiran keluarga Kades Wahyu, termasuk istri, anak, menantu, dan keponakan, yang melakukan intimidasi secara verbal dan fisik kepada Holis Muhlisin. Pada saat itu, Holis berteriak karena iritasi mengenai video jalan rusak yang dia kirimkan di media sosial.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah menegur Kades Wahyu dan juga memanggil Holis. Ia juga menyatakan bahwa ia akan melakukan audit dana desa dan memanggil kepala desanya, yaitu Kades Wahyu.
Dalam video di Instagram, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa jika ada warga yang menceritakan tentang jeleknya pembangunan, harus mereka terima dengan lapang dada. "Kita ini aparat, kalau ada warga yang menceritakan tentang jeleknya pembangunan, harus kita terima dengan lapang dada," ujarnya dalam unggahan Instagram Sabtu (3/1/2026) malam.
Dedi juga menyatakan bahwa ia akan melakukan audit dana desanya dan memanggil kepala desanya. Ia mengatakan bahwa kalau begitu, dia akan melakukan hatur nuhun kepada Kades Wahyu.
Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, telah menghubungi Inspektorat untuk segera datang ke desa mengaudit seperti yang teman-teman minta. Ia juga akan merilis informasi aliran dana desa agar semua pihak bisa melihat bersama apakah dana tersebut digunakan untuk pembangunan jalan.