Siswa SMP Kalimantan Barat Melempar Molotov, Terinspirasi Kekerasan di Luar Negeri
Dalam kasus yang menimbulkan kejutan, seorang siswa SMP di Kalimantan Barat melempar bom molotov di sekolahnya. Menurut Juru Bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka Wardhana, siswa tersebut terinspirasi oleh aksi kekerasan di luar negeri.
Saat ini sedang ada beberapa kasus kekerasan ekstrem yang melibatkan pelaku yang melakukan penembakan massal. Salah satunya adalah Stephen Paddock yang melakukan penembakan massal Las Vegas 2017, mengakibatkan kematian banyak korban. Pelaku lainnya adalah Adam Peter Lanza yang menewaskan anak-anak usia sekolah dasar di Sandy Hook Elementary School.
Sekarang ini terjadi penumpukan kekerasan ekstrem yang melibatkan pelaku yang melakukan serangan terorisme. Salah satunya adalah Seung-Hui Cho yang melakukan penembakan Virginia Tech 2007, mengakibatkan korban banyak. Pelaku lainnya adalah Salvador Ramos yang menargetkan sekolah dasar di Uvalde, Texas pada tahun 2022.
Kasus-kasus tersebut menjadi referensi untuk siswa SMP Negeri Sungai Raya Kalimantan Barat yang terlibat dalam aksi kekerasan ini. Menurut Kombes Mayndra, siswa tersebut juga menuliskan nama Tarrant yang merujuk pada pelaku serangan teror di Christchurch Selandia Baru pada 2019.
Sementara itu, ada beberapa nama lain yang ditulis oleh pelaku aksi kekerasan ini. Salah satunya adalah Luca Traini yang melakukan penembakan bermotif rasial di Macerata Italia pada tahun 2018. Pelaku tersebut juga mengaku berada dalam komunitas True Crime Community (TCC).
Selain itu, nama-nama tersebut menjadi referensi bagi siswa SMP tersebut untuk melakukan aksi kekerasan ini. Menurut Kombes Mayndra, pelaku tersebut terpapar ideologi kekerasan ekstrem dan tergabung dalam komunitas TCC.
Dalam kasus yang menimbulkan kejutan, seorang siswa SMP di Kalimantan Barat melempar bom molotov di sekolahnya. Menurut Juru Bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka Wardhana, siswa tersebut terinspirasi oleh aksi kekerasan di luar negeri.
Saat ini sedang ada beberapa kasus kekerasan ekstrem yang melibatkan pelaku yang melakukan penembakan massal. Salah satunya adalah Stephen Paddock yang melakukan penembakan massal Las Vegas 2017, mengakibatkan kematian banyak korban. Pelaku lainnya adalah Adam Peter Lanza yang menewaskan anak-anak usia sekolah dasar di Sandy Hook Elementary School.
Sekarang ini terjadi penumpukan kekerasan ekstrem yang melibatkan pelaku yang melakukan serangan terorisme. Salah satunya adalah Seung-Hui Cho yang melakukan penembakan Virginia Tech 2007, mengakibatkan korban banyak. Pelaku lainnya adalah Salvador Ramos yang menargetkan sekolah dasar di Uvalde, Texas pada tahun 2022.
Kasus-kasus tersebut menjadi referensi untuk siswa SMP Negeri Sungai Raya Kalimantan Barat yang terlibat dalam aksi kekerasan ini. Menurut Kombes Mayndra, siswa tersebut juga menuliskan nama Tarrant yang merujuk pada pelaku serangan teror di Christchurch Selandia Baru pada 2019.
Sementara itu, ada beberapa nama lain yang ditulis oleh pelaku aksi kekerasan ini. Salah satunya adalah Luca Traini yang melakukan penembakan bermotif rasial di Macerata Italia pada tahun 2018. Pelaku tersebut juga mengaku berada dalam komunitas True Crime Community (TCC).
Selain itu, nama-nama tersebut menjadi referensi bagi siswa SMP tersebut untuk melakukan aksi kekerasan ini. Menurut Kombes Mayndra, pelaku tersebut terpapar ideologi kekerasan ekstrem dan tergabung dalam komunitas TCC.