Siswa di Kudus Diduga Keracunan Usai Santap MBG, BGN Akan Kartu Kuning SPPG

Kasus keracunan siswa SMAN di Kudus akhirnya dibuka suara oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Dia meminta maaf atas kejadian tersebut dan berjanji akan melakukan evaluasi untuk mencegah hal serupa terjadi kembali.

Menurut Daden, BGN telah melakukan investigasi dan analisis tentang kasus ini. Dia juga menyatakan bahwa ada potensi beberapa SPPG (Siswa Pemerintah Provinsi) diberikan lampu kuning atau kartu kuning karena menyalahi prosedur yang lebih berat.

"Dan saya melihat ada SPPG yang akan kita berikan lampu kuning ya atau kartu kuning karena menyalahi prosedur yang lebih berat. Kemudian kita akan evaluasi dan mungkin akan disetop untuk sementara agak lama yang diberikan kartu kuning," ujarnya.

Selain itu, BGN juga telah menyampaikan perlunya evaluasi menu yang diberikan kepada SPPG. Ia pun telah memberikan surat edaran menu-menu yang harus dihindari karena dapat menyebabkan keracunan.

"Kemudian untuk beberapa SPPG sekarang kita akan umumkan beberapa menu yang harus dihindari terutama karena ketika menu itu dikonsumsi aman untuk kelompok kecil, ketika menjadi kelompok besar itu harus dengan quality control yang lebih saksama supaya tidak terbentuk zat-zat yang berbahaya," ujarnya.

Kasus ini telah mengejutkan masyarakat karena sebanyak 109 siswa SMAN 2 Kudus dibawa ke rumah sakit setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG).
 
Makasih bro, kasus keracunan di SMAN Kudus kayaknya harus diwaspadai, tapi aku rasa ada yang salah juga, ya? Makanan bergizi gratis itu seharusnya aman untuk dikonsumsi anak-anak, bukan?

Aku pikir pemerintah sudah lama berbicara tentang pentingnya evaluasi makanan yang diberikan ke anak-anak, tapi masih banyak kasus seperti ini terjadi. Dan kemudian ada tindakan keras, kayaknya tidak masuk akal.

BGN harus fokus pada membuat menu yang aman dan seimbang, bukan hanya memberikan kartu kuning atau lampu kuning. Mereka juga harus memastikan bahwa anak-anak benar-benar tidak memiliki kesempatan untuk menyalahi prosedur, ya?

Dan aku rasa ada yang salah juga dengan cara mereka mengumumkan menu yang harus dihindari, kayaknya terlalu spesifik. Mereka harus memberikan contoh dan tips bagaimana cara membuat makanan yang aman dan seimbang, bukan hanya menampilkannya.
 
wah kaya bingung banget ya, kasus itu sih bagaimana SPPG bisa salah nanti kan kan mereka udah di pemerintah kan? toh malah ada yang terkena keracunan 🤢 dan sekarang BGN mau buka suara dan meminta maaf aja. tapi mungkin ini juga berarti mau tawurbisasi, karena siapa tau ada yang salah lagi... 🤑

ini kaya nggak logis banget sih. kalau SPPG bisa salah nanti kenapa kita harus dihormati? kita harus memastikan bahwa mereka yang bekerja sama dengan pemerintah itu memiliki ketepatan yang lebih tinggi, bukan? 🤔
 
Aku masih ingat kalau aku masih sekolah di SMA, kita juga pernah dimanjakan dengan MBG seperti itu 🤪. Aku pikir ini kasusnya, BGN harus fokus untuk membuat menu yang aman dan tidak ada lagi kesempatan siswa-siswa seperti SMAN 2 Kudus terkena keracunan. Dan aku setuju dengan Daden, kalau SPPG juga perlu diawasi agar tidak menyalahi prosedur 🤝. Aku harap BGN bisa melakukan evaluasi yang baik dan tidak hanya memberikan surat edaran saja, tapi juga membuat perubahan yang nyata di menu MBG 😊.
 
aku pikir kasus ini benar-benar mengejutkan sih, siapa tahu ada yang salah dengan makanan itu kan 🤔. tapi aku rasa pihak BGN sudah melakukan yang cukup baik ya, mereka sudah melihat potensi beberapa SPPG akan diberikan lampu kuning karena menyalahi prosedur yang lebih berat.

aku pikir perlunya evaluasi menu yang diberikan kepada SPPG ini benar-benar perlu sih, kalau tidak bisa kita tekan ke dalam sistem kita nanti terus terjadi kasus seperti ini. dan aku senang sekali bahwa BGN sudah memberikan surat edaran menu-menu yang harus dihindari karena dapat menyebabkan keracunan.

aku harap pihak sekolah dan pengelola program MBG bisa berusaha lebih baik lagi untuk memastikan keamanan makanan yang diberikan kepada siswa-siswa ini. aku yakin kita semua ingin melindungi anak-anak kita dari hal-hal buruk seperti ini 😊.
 
Sikat banget, kasus ini lagi-lagi ada yang salah dan tidak sengaja. Kita nggak butuh bhn lama lagi untuk mengetahuin bahwa makanan MBG di SMAN 2 Kudus itu nggak enak. Maka apa kita harus tunggu apa? BGN harusnya sudah mulai tindak lanjut dulu sebelum kasus ini terjadi. Dan kini aja ada yang bilang "maaf" dan "saya akan melakukan evaluasi". Eh, udh lama banget aja. Kita nggak perlu sabar lagi.
 
Makasih aja Daden, ya. Kasus SMAN 2 Kudus ini benar-benar mengejutkan. Mau tahu apa yang sering aku pikir? Mungkin karena ada kesalahan dari pihak sekolah atau sekalian itu, kan? Jangan lupa evaluasi menu yang dibawa, jadi kalau kalian mau memastikan kalau makanan aman disekolah, jangan boleh terlalu banyak sumber makanan yang sama. Misalnya, 109 siswa aja, apa bedanya dengan sekolah lain? Kita harus fokus pada keamanan makanan itu, ya.
 
Aku pikir ini kalau BGN gini jangan cuma ngomong aja, tapi juga tindak! Kalau mau ada evaluasi dan memberikan lampu kuning atau kartu kuning buat SPPG yang nyeletakkan prosedur di luar garis, itu kayaknya masuk akal. Nah, kalo mereka punya surat edaran menu-menu yang harus dihindari, kalau gini kalau ada yang tidak tahu, nanti akan gagal! Yang penting, ini gak lagi kasus seperti sebelumnya, dan semua pihak bisa belajar dari kesalahan itu.
 
aku pikir kalau BGN itu harus lebih berhati-hati dalam memberikan informasi tentang kasus ini. nanti kalau ada yang bilang "diberikan lampu kuning" aja sih, tapi sebenarnya apa itu lampu kuning itu? kayaknya BGN harus jelas dulu apa maksudnya dengan itu 😊. dan aku juga penasaran kenapa SPPG yang salah harus di-setop sementara? gimana kalau mereka ada kesalahan lagi nanti? 🤔
 
kase-kasenya ini benar-benar bikin jujur, tapi siapa tahu kalau ada yang salah bisa kita jawab dulu. aku pikir bgn harus lebih hati-hati banget, tidak hanya kasus ini tapi juga kudusan yang berlaku di seluruh nusantara. mungkin ada yang salah pada menu yang diberikan oleh sekolah, kalau gak sih ada yang salah maka harus ada yang bertanggung jawab, aku harap kesehatan semua siswa SMAN 2 Kudus bisa kembali normal 💊👍
 
Makasih BGN untuk mau ngakom masalah ini, kayaknya mereka udah buat analisis dan evaluasi yang lebih matang. Saya rasa perlu kita lakukan penelitian lebih lanjut tentang menu-menu yang dibagikan ke SPPG, misalnya apa saja nutrisi yang ada dan bagaimana kalau diKonsumsi dalam jumlah besar? Nah kalau ada beberapa SPPG yang akan diberi lampu kuning, itu buat kepentingan mereka jadi lebih baik nih.
 
Gue pikir ada sesuatu yang tidak kaca mata di situ. Mereka bilang kasus ini akhirnya dibuka suara oleh BGN, tapi gue rasa ada sesuatu yang dipotong. Mengapa mereka hanya memberikan maaf dan janji untuk melakukan evaluasi? Tapi apa yang sebenarnya terjadi di balik layar? Gue pikir mungkin ada yang lebih serius daripada itu. Mereka bilang ada SPPG yang akan diberikan lampu kuning, tapi gue rasa itu tidak cukup. Gue ingin tahu siapa-siapa yang bertanggung jawab atas ini dan apa yang sebenarnya terjadi di rumah sakit. 🤔
 
Aku pikir kalau ini gampang banget dipecahkan! Kasus keracunan itu bisa jadi karena lupa prosedur atau kesalahan di sisi SPPG, tapi BGN yang jujur mau buka suara dan tahu-tahu ganti gagas. Evaluasi dan lampu kuning untuk SPPG yang salah pasti bukan ide buruk. Aku harap juga SPPG yang lain bisa belajar dari kesalahan-kesalahan itu. Dan aku juga senang BGN memberikan surat edaran menu-menu yang harus dihindari, keren! 🤔
 
kembali
Top