Sirene pintu air di Bendung Air 10 Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten, berbunyi hari ini. Sirene tersebut berbunyi karena meningkatnya ketinggian muka air sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu dan Kota Tangerang.
Menurut Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, kondisi siaga 3 saat ini masih berlanjut untuk Sungai Cisadane. Petugas sudah disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan kenaikan debit air.
Selain itu, Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyatakan bahwa pembunyian sirene dilakukan sebagai langkah peringatan dini kepada masyarakat, terutama warga yang bermukim di bantaran Sungai Cisadane. Sirene tersebut dibunyikan karena ketinggian air di Sungai Cisadane sudah tinggi dan berpotensi menyebabkan banjir.
Tidak hanya itu, BPBD Kota Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah. Jika terjadi kondisi darurat atau banjir di lingkungan masing-masing, segera melapor ke pihak berwenang.
Dalam konteks ini, perlu dicatat bahwa setiap pintu air memiliki status siaga yang terdiri dari Siaga 4-Siaga 1. Artinya:
* Siaga 4: Kondisi normal dan belum ada peningkatan debit air secara signifikan.
* Siaga 3: Pertanda kondisi waspada. Meskipun genangan air belum membahayakan, masyarakat mulai harus berhati-hati dan berjaga-jaga bila terjadi banjir.
* Siaga 2: Dalam kondisi ini, wilayah genangan air mulai meluas. Arahan untuk membuka atau menutup pintu air pada level ini diberikan oleh Kepala Bidang Pengendalian Banjir.
* Siaga 1: Artinya kondisi awas. Status ini ditetapkan bila dalam enam jam, genangan air tak kunjung surut dan bersifat membahayakan. Pada kondisi ini, yang bertanggung jawab untuk memberi arahan terkait pintu air adalah Kepala DSDA.
Dengan demikian, masyarakat di sekitar Sungai Cisadane perlu tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah untuk mengetahui kondisi siaga yang berlaku.
Menurut Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, kondisi siaga 3 saat ini masih berlanjut untuk Sungai Cisadane. Petugas sudah disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan kenaikan debit air.
Selain itu, Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyatakan bahwa pembunyian sirene dilakukan sebagai langkah peringatan dini kepada masyarakat, terutama warga yang bermukim di bantaran Sungai Cisadane. Sirene tersebut dibunyikan karena ketinggian air di Sungai Cisadane sudah tinggi dan berpotensi menyebabkan banjir.
Tidak hanya itu, BPBD Kota Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah. Jika terjadi kondisi darurat atau banjir di lingkungan masing-masing, segera melapor ke pihak berwenang.
Dalam konteks ini, perlu dicatat bahwa setiap pintu air memiliki status siaga yang terdiri dari Siaga 4-Siaga 1. Artinya:
* Siaga 4: Kondisi normal dan belum ada peningkatan debit air secara signifikan.
* Siaga 3: Pertanda kondisi waspada. Meskipun genangan air belum membahayakan, masyarakat mulai harus berhati-hati dan berjaga-jaga bila terjadi banjir.
* Siaga 2: Dalam kondisi ini, wilayah genangan air mulai meluas. Arahan untuk membuka atau menutup pintu air pada level ini diberikan oleh Kepala Bidang Pengendalian Banjir.
* Siaga 1: Artinya kondisi awas. Status ini ditetapkan bila dalam enam jam, genangan air tak kunjung surut dan bersifat membahayakan. Pada kondisi ini, yang bertanggung jawab untuk memberi arahan terkait pintu air adalah Kepala DSDA.
Dengan demikian, masyarakat di sekitar Sungai Cisadane perlu tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah untuk mengetahui kondisi siaga yang berlaku.