Simulasi DIY Menjadi Percontohan Embarkasi Haji Berbasis Hotel

Simulasi kedua DIY menjadi percontohan embarkasi haji berbasis hotel. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan simulasi kedua untuk mematangkan kesiapan operasional layanan haji berbasis hotel di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Acara ini digelar di Hotel Ibis Kulon Progo dan hadir banyak pemangku kebijakan.

Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan bahwa embarkasi haji adalah cerminan kehadiran negara dalam melayani umat. Setiap jemaah harus merasa aman, tenang, dan dilayani dengan penuh penghormatan.

Simulasi pertama yang digelar 13 Desember 2025 menunjukkan tingkat kesiapan operasional mendekati 80 persen. Namun, masih diperlukan penyempurnaan pada efisiensi alur layanan, koordinasi lintas petugas, serta penguatan fasilitas bagi jemaah lanjut usia dan kelompok rentan.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Abdul Haris, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan simulasi tahap kedua sebagai upaya memastikan kesiapan layanan haji di DIY. Menurut dia, embarkasi berbasis hotel di DIY menjadi terobosan pelayanan yang diharapkan dapat menjadi percontohan nasional.

DIY menjadi daerah pertama yang melaksanakan layanan embarkasi haji berbasis hotel secara menyeluruh. Model pelayanan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan haji sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Kemenhaj DIY akan terus mendukung agar dapat berjalan baik, khususnya di DIY.
 
Gue pikir model ini benar-benar bikin perbedaan besar pada keseharian jemaah haji. Karena tidak perlu panik sama sekali saat tiba di bandara, mereka bisa fokus untuk merasa nyaman dan aman. Semoga pemerintah DIY bisa menyelesaikan masalahnya, seperti efisiensi alur layanan dan fasilitas bagi jemaah lanjut usia. Karena kalau tidak terus diperbaiki, pasti ada resiko kecelakaan atau kesalahan yang bisa menimpa jemaah.
 
aku pikir model pelayanan ini ternyata keren banget! kalau bisa mempercepat proses embarkasi haji pasti akan sangat bermanfaat bagi para jemaah. tapi aku masih ragu apakah fasilitas yang ada cukup untuk menampung jumlah orang yang akan berkunjung ke haji. sekarang ini banyak sekali turis yang ingin datang ke makam Sunan Ampel di Solo, apalagi jika ada perayaan tahun baru pasti akan makin ramai 🤔
 
Saya setuju bahwa simulasi kedua DIY sudah mematangkan kesiapan operasional layanan haji berbasis hotel, tapi masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan lagi nih 🤔. Efisiensi alur layanan dan koordinasi lintas petugas masih perlu ditingkatkan agar tidak ada kesalahan atau masalah saat jemaah melakukan pilgrimage. Dan penguatan fasilitas bagi jemaah lanjut usia juga harus dilakukan agar mereka merasa nyaman dan aman selama proses embarkasi. Saya berharap model pelayanan ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dan meningkatkan kualitas layanan haji, tapi masih perlu diperhatikan lagi detail-detail kecilnya 🙏🏻
 
Gue pikir model ini gak enak banget. Kesiapan operasional 80 persen? Itu masih jauh dari ideal. Banyak hal yang perlu diperbaiki, seperti efisiensi alur layanan dan fasilitas untuk jemaah lanjut usia. Dan apa dengan keamanan? Gue udah liat kasus-kasus kekerasan di haji sebelumnya, gak bisa dipungkiri. Jadi, model ini masih perlu banyak perbaikan sebelum bisa dipercaya. 😐
 
Gue suka banget kan ide embakasi haji di hotel! 🤩 Semoga bisa membuat jemaah merasa nyaman dan aman. Gue pikir itu solusi yang tepat untuk meningkatkan kualitas layanan haji. Tapi, gue khawatir masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti efisiensi alur layanan dan fasilitas bagi jemaah lanjut usia. 🤔 Gue harap pemerintah DIY bisa terus meningkatkan kesiapan mereka agar bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Semoga sukses! 🙏
 
🤔 aku pikir simulasi kedua ini buat apalagi kalau sudah ada hasil yang cukup bagus dari simulasi pertama ya? 80 persen sih sudah cukup bisa jadi patokan. tapi masih ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan seperti efisiensi alur layanan, koordinasi lintas petugas, dan fasilitas bagi jemaah lanjut usia.

dan aku juga pikir ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia, kalau DIY sudah bisa melaksanakan layanan embarkasi haji berbasis hotel secara menyeluruh. tapi apa kalau ada kerugian bagi pihak yang tidak terlibat atau tidak memiliki fasilitas yang sama? itu perlu dipertimbangkan juga.

dan aku tahu kalau pemerintah ingin membuat ini menjadi percontohan nasional, tapi bagaimana kalau tidak semua daerah bisa mengikuti model ini? karenanya harus ada pelatihan dan pendampingan yang cukup agar semua petugas dan fasilitas siap.
 
Kalau nggak salah simulasi kedua ini bisa jadi model pelayanan di masa depan yang bisa dinikmati umat haji dari seluruh Indonesia 😊. Saya senang lihat DIY menjadi daerah pertama yang melaksanakan layanan embarkasi haji berbasis hotel secara menyeluruh, itu bukti kalau DIY serius ingin meningkatkan kualitas pelayanan di bidang ini. Bayak terobosan dari simulasi kedua ini, mulai dari efisiensi alur layanan, koordinasi lintas petugas hingga penguatan fasilitas bagi jemaah lanjut usia dan kelompok rentan, itu semua pasti akan membantu meningkatkan kesejahteraan umat haji.
 
Kalau nggak salah, simulasi kedua DIY itu ngelah ngeluarin hasil yang lebih bagus dari pertama, ya? Kesiapan operasional sudah sekitar 80 persen, dan aku pikir itu bisa jadi percontohan bagi daerah lain. Tapi, aku masih pikir ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti efisiensi alur layanan dan fasilitas untuk jemaah lanjut usia. Kalau ganti model ini, nanti gak akan ada masalah dengan keamanan dan kenyamanan jemaah, ya?
 
kembali
Top