Sikap Pemerintah Prabowo Respons Teror ke Aktivis dan Influencer

Menteri Sekretaris Negera Prasetyo Hadi meminta aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi terhadap aktivis dan influencer yang mendapatkan teror dari pihak berwenang. Pras menyatakan bahwa segala sesuatu bisa disampaikan secara baik-baik, tapi masyarakat tidak perlu takut mengekspresikan pendapatnya.

Pras juga mengingatkan bahwa aktivis dan influencer memiliki kebebasan untuk mengekspresikan pendapatnya, seperti yang diatur dalam Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945. Namun, Pras meminta mereka untuk menyampaikan pendapat dengan cara yang baik dan tidak melakukan aktivitas yang bisa membuat pihak berwenang merasa terancam.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Angga Raka Prabowo juga menyatakan bahwa pemerintah mengecam segala bentuk intimidasi dan teror terhadap warga negara, termasuk aktivis dan konten kreator yang menyampaikan kritik. Pemerintah menjamin kebebasan berpendapat dan tidak akan membiarkan aktivitas seperti teror ini terus berlanjut.

Menteri HAM Natalius Pigai juga menegaskan bahwa pemerintah tidak mungkin melakukan teror kepada aktivis dan sejumlah influencer. Pigai mengatakan sudah meminta aparat kepolisian untuk mencari pelaku dan ingin mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas teror tersebut.

Banyak opini yang berkembang bahwa ada pelaku teror, tapi Pigai menyatakan bahwa tidak bisa ada hipotesa selagi menunggu penyelidikan dari pihak kepolisian. Ia mengingatkan bahwa proses penyelidikan harus dilakukan dengan benar dan adil, sehingga hasilnya dapat dipastikan.

Aktivis dan influencer seperti Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik, DJ Donny, Sherly Annavita, dan Yama Carlos mendapatkan teror dalam bentuk kiriman bangkai ayam, bom molotov, ancaman digital, dan surat yang mengancam. Mereka melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang dan menunggu hasil penyelidikan dari aparat kepolisian.
 
Pikir aku siapa nih? Aktivis-aktivis dan influencer ini kayak kambing hitam, kalau tidak ada mereka ni siapa yang menjadi target teror? 🤣 Saya pikir Pras Hadi sengaja ingin membuat kontroversi agar bisa dipandang lebih baik lagi. Lalu bagaimana kalau kita fokus buat mencari pelaku asli yang membuang bangkai ayam ke rumah mereka? Hehe, sih aja kan cerita ini seperti film aksi.
 
iya aja kayaknya aktivis dan influencer harus bijak dalam menyampaikan pendapatnya, tapi juga tidak boleh takut mengekspresikan diri ya... kalau mau bikin rasa terancam pihak berwenang, itu salah cara sih... tapi aku pikir apa yang penting adalah kebebasan berpendapat itu tidak bisa dipungut biaya 🤝

atau juga kayaknya harus ada batasan-batasan dalam menyampaikan pendapat, kalau terus teriakan dan bikin rasa takut, itu tidak enak banget ya... tapi aku yakin pemerintah sudah menyiapkan tuntutan ini, misalnya dengan pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 yang pasti ada, kalau sudah disampaikan secara baik-baik sih 📝

dan kayaknya harus ada pengecekan apakah teror itu benar-benar terjadi atau tidak, kayaknya harus ada bukti yang jelas sebelum dianggap sebagai kejahatan ya... tapi aku yakin pihak berwenang sudah sedang mencari pelaku sih 💡
 
Saya rasa ini kayak giliran masyarakat untuk memikirkan tentang apa yang harus kita lakukan jika kita merasa terancam karena menyampaikan pendapat kita 💡. Ya, sepertinya pemerintah sudah memberikan jeda untuk segala hal, tapi itu juga tidak berarti kita boleh menjadi pasif ya? Kita perlu bersikap proaktif dan berani mengekspresikan diri kita, tapi juga harus sabar dan membiarkan aparat penegak hukum melakuka. Saya rasa ini penting untuk diingat agar tidak ada salah paham atau kesalahpahaman yang lebih besar nanti 🙏.
 
Apa lagi coba kementerian ini? Apakah mereka pikir kita semua tonton aksi drama saja di tv? 🙄 Menteri Prasetyo Hadi bilang segala sesuatu bisa disampaikan dengan baik, tapi siapa yang mau mendengarkannya? Activis dan influencer itu harus berhati-hati, tapi mereka juga tidak bisa menahan diri dari menyampaikan pendapatnya. Yang penting adalah kebebasan berpendapat, tapi bukan hanya kalau kita nyanyikin lagu yang disukai si Menteri 🎵. Dan pihak berwenang masih mau mengatakan bahwa teror itu tidak ada hipotesa, apa lagi kalau mereka belum menemukan pelaku? 🤔 Mungkin karena mereka malas untuk menyelidiki, atau mungkin karena mereka ingin menyembunyikan kebenaran. Saya rasa kita harus lebih berhati-hati saat ini, tapi kita juga tidak bisa menyerah. Kita harus terus menyampaikan pendapat kita dengan cara yang baik dan jujur 💬.
 
Apa kabar sih? Semua udah kalah dengan Pras, kan 😒. Saya pikir yang diintimidasi itu bukan aktivis atau influencer, tapi pihak berwenang sendiri yang mau mengintimidasi orang lain untuk tidak mengutarakan pendapatnya. Saya rasa ini masalah kesadaran diri pemerintah, kan? Mereka harus belajar untuk menerima kritik dari masyarakat. Activis dan influencer itu hanya mengekspresikan opini mereka, dan itu normal sih 🤗.
 
Gue pikir pas ini harus ada batas, tapi tidak bisa disuruh untuk diam. Influencer dan aktivis itu kan punya haknya mengekspresikan pendapatnya. Tapi juga gue pikir mereka harus bijak banget dalam menyampaikannya. Jangan biarkan orang lain merasa terancam atau salahpaham. Mereka bisa menggunakan media sosial untuk berbicara, tapi jangan lupa untuk tetap sabar dan tidak cepat marah. #TetapSabar #JanganCepatMarah
 
kembali
Top