Sikap Bodo Amat Penting untuk Bertahan Hidup, Ini 4 Cara Agar Efektif

Keterampilan bertahan hidup dalam era digital, yakni "Critical Ignoring", sangat penting untuk menghadapi kebisingan informasi yang begitu melimpah dan tak berkualitas di internet. Istilah ini diperkenalkan oleh Sam Wineburg, seorang profesor emeritus pendidikan Universitas Stanford, pada 2021.

Critical Ignoring bukan berarti pengabaian total, tetapi lebih seperti penilaian kritis setelah mengevaluasi beberapa tanda awal. Ini adalah kemampuan untuk terus-menerus memantau kelemahan diri kita sendiri dan mengambil tindakan tepat waktu.

Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam mempraktikkan Critical Ignoring adalah:

1. **Mengakui beban berpikir kritis**: Orang cerdas cenderung terlibat dengan informasi yang tidak penting, sehingga kita harus menginvestasikan pemikiran kritis pada sumber-sumber yang seharusnya diabaikan. Ini membantu kita untuk tidak terjebak pada informasi-informasi tak berguna.

2. **Perhatian adalah sumber daya langka**: Perhatian kita menjadi semakin lelah secara psikologis ketika kita menghabiskan waktu di depan layar, bahkan mengurangi kemampuan berolahraga. Oleh karena itu, kita perlu mengatur konsumsi media dan kebiasaan menggulir layar untuk mengurangi waktu yang dihabiskan.

3. **Bahaya "True Enough"**: Chatbot atau AI memiliki kecenderungan untuk berbohong, sehingga kita harus menggunakan alat yang tepat untuk menemukan kebenaran. Dengan demikian, kita dapat memperoleh manfaat dari internet tanpa terjebak pada informasi yang tidak nyata.

Dalam era digital, kita perlu belajar untuk mengelola informasi dengan bijak dan menggunakan teknologi untuk melawan diri sendiri, bukan untuk menjadi korban kekacauan yang dibuat oleh teknologi.
 
omong omongan tentang critical ignoring ini kayaknya penting banget ya... sering banget aku lihat orang2 online jadi korban informasi yang tidak berguna karena terlalu mudah dipengaruhi oleh opini orang lain, padahal kita harus belajar untuk mengevaluasi informasi dengan lebih bijak. kalau kita bisa belajar dari Sam Wineburg tentang critical ignoring ini, maka kita bisa mengelola informasi dengan lebih baik dan tidak terjebak pada kebisingan yang dibuat oleh teknologi. tapi kayaknya kita juga harus waspada dengan chatbot dan AI karena bisa berbohong, jadi kita perlu belajar untuk menemukan kebenaran dengan alat yang tepat... 🙏💻
 
Critical Ignoring itu seperti berjalan di hutan tebal banget, kita harus bisa menilai kritisnya apa aja yang terang dan apa aja yang gelap, lalu ambil tindakan tepat waktu aja 😊. Kita nggak bisa selalu mengikuti kesibukan internet, tapi kita bisa belajar caranya untuk tidak terjebak di sana. Misalnya, kita harus tetap bijak dalam memilih sumber informasi dan tidak terlalu cepat menerima sesuatu tanpa memperhatikan beberapa tanda awal.
 
Maaf sih, aku lagi nonton anime di YouTube, lalu aku baca tentang Critical Ignoring itu... Aku pikir penting banget! Kita harus bisa mengenali informasi apa yang benar dan apa yang tidak, tapi kalau tidak, informasi yang palsu bisa bikin kita salah paham banyak hal. Aku ingat saat lagi nonton anime, aku lihat ada ceritanya yang bikin aku penasaran banget, tapi ternyata itu cuma fiksi aja! 🤯

Aku setuju dengan Sam Wineburg, profesor emeritus dari Universitas Stanford. Kita harus bisa mengakui beban berpikir kita sendiri dan tidak terlalu mudah terlibat dengan informasi yang tidak penting. Kalau kita terlalu banyak membaca news di internet, kita bisa kehabisan fokus. Aku pernah nonton video yang bikin aku ingin melihat apa-apa yang lagi berjalan... tapi ternyata itu cuma iklan aja! 📺

Aku paham juga dengan bahaya "True Enough" itu. Chatbot atau AI bisa bikin kita salah paham banyak hal, jadi kita harus menggunakan alat yang tepat untuk menemukan kebenaran. Aku ingat kali aku lagi mencari informasi online, aku lihat ada website yang bikin aku tergoda... tapi ternyata itu cuma situs iklan aja! 🚫

Maaf sih, aku lagi tertinggal di tahun 2015... 😅
 
Kalau kita nggak bisa menangani informasi yang begitu banyak, kita akan terluput dalam kesibukannya sendiri 🤯. Kita harus belajar mengatur diri kita sendiri agar tidak terjebak dalam kekacauan itu, jadi kita bisa fokus pada hal-hal penting ya 😅.
 
Gue pikir keterampilan ini terbilang sangat penting, tapi juga bisa dikejutin nggak. Gue sering nonton video di YouTube dan Facebook, dan kadang kadang aku merasa lemas banget karena banyak informasi yang harus dimasukkan ke otakku 🤯. Tapi ternyata aku tidak perlu semua informasi itu, aku hanya perlu fokus pada satu hal aja. Aku mulai mengatur konsumsi media dan kebiasaan menggulir layar, dan sekarang aku merasa lebih rileks 😌.

Aku juga perhatikan tentang "True Enough" ini, chatbot atau AI bisa berbohong ya... tapi apa solusinya? Aku coba menggunakan alat yang tepat untuk menemukan kebenaran, seperti Google Scholar atau Wikipedia. Dengan demikian, aku bisa memperoleh manfaat dari internet tanpa terjebak pada informasi yang tidak nyata 💻.

Gue setuju bahwa kita perlu belajar mengelola informasi dengan bijak dan menggunakan teknologi untuk melawan diri sendiri, bukan menjadi korban kekacauan yang dibuat oleh teknologi. Kita harus tetap bijak dalam memilih sumber informasi, dan tidak terlalu mudah percaya pada apa yang kita baca online 🙏.
 
kembali
Top