Terdakwa kasus dugaan suap vonis lepas perkara minyak goreng Marcella Santoso, ternyata ada enam percakapan dan status WhatsApp yang terhapus dari ponselnya. Ahli forensik digital Deni Sulisdiantoro mengungkapkan temuan tersebut dalam sidang perkara di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.
Menurutnya, dari hasil pemeriksaan forensik terhadap ponsel milik Marcella, ditemukan dua status WhatsApp yang berstatus "deleted" dari total 2.128 data yang berhasil ditarik dari iPhone 16 Pro. Deni menjelaskan bahwa sebagai ahli forensik digital, ia melakukan proses akuisisi dan ekstraksi data terhadap ponsel terdakwa.
Sementara itu, Junaedi Saibih, Ariyanto Bakri, Tian Bahtiar, M Syafei, serta M Adhiya Muzzaki didakwa melanggar sejumlah pasal dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang. Keduanya diduga menyuap majelis hakim Pengadilan Tipikor sebesar Rp40 miliar untuk memperoleh vonis lepas dalam perkara korupsi pengurusan izin ekspor crude palm oil (CPO) atau bahan minyak goreng.
Deni juga mengungkapkan bahwa dari ponsel milik Tian Bahtiar, ditemukan empat percakapan WhatsApp yang juga telah dihapus. Ia menjelaskan bahwa seluruh temuan tersebut telah dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) digital forensik yang ditandatangani olehnya dan diketahui kepala laboratorium, sebelum diserahkan kepada penyidik.
Menurutnya, dari hasil pemeriksaan forensik terhadap ponsel milik Marcella, ditemukan dua status WhatsApp yang berstatus "deleted" dari total 2.128 data yang berhasil ditarik dari iPhone 16 Pro. Deni menjelaskan bahwa sebagai ahli forensik digital, ia melakukan proses akuisisi dan ekstraksi data terhadap ponsel terdakwa.
Sementara itu, Junaedi Saibih, Ariyanto Bakri, Tian Bahtiar, M Syafei, serta M Adhiya Muzzaki didakwa melanggar sejumlah pasal dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang. Keduanya diduga menyuap majelis hakim Pengadilan Tipikor sebesar Rp40 miliar untuk memperoleh vonis lepas dalam perkara korupsi pengurusan izin ekspor crude palm oil (CPO) atau bahan minyak goreng.
Deni juga mengungkapkan bahwa dari ponsel milik Tian Bahtiar, ditemukan empat percakapan WhatsApp yang juga telah dihapus. Ia menjelaskan bahwa seluruh temuan tersebut telah dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) digital forensik yang ditandatangani olehnya dan diketahui kepala laboratorium, sebelum diserahkan kepada penyidik.