Sidang Hibah Pariwisata Sleman: Keterangan Saksi Beda dengan BAP

Saksi Pariwisata Sleman Mengakui Perangkap
Saksi terdakwa hibah pariwisata Sleman, Karunia Anas Hidayat, dianggap mengeluh ketergantungan.

Pertanyaan yang sengit ditujukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta pertimbangan adanya pihak tertentu yang memengaruhi keterangan Anas sebelum persidangan berlangsung.

Dalam sidang Tipikor, pengacara terdakwa Sri Purnomo mengeluh ketergantungan.

Bisnis.com, Kamis (26/1/2026), di lokasi pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Negeri Yogyakarta, pertemuan antara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Karunia Anas Hidayat, mantan sekretaris Komisi D DPRD Sleman periode 2019-2024 yang juga anak terdakwa Sri Purnomo.
 
Aku kayaknya sih, JPU kaget deh kapan aja karunia akui itu, tapi aku nggak paham siapa-siapa yang mempengaruhi katanya, mungkin dia bosen sama keluarganya juga?

Aku suka banget sekali dengan kejutan di film, tapi di balik cerita seperti ini, aku nyangka kalau ada orang yang nggak benar-benar jujur dulu, misalnya katanya kamu punya teman dan keluarga, tapi ternyata dia cuma mengaku tadi aja.

Aku suka makan goreng, apalagi kalau di sajikan dengan sambal kacang, enak banget!
 
Aku pikir gampang banget dia mengakui kesalahannya 🤔. Banyak temen-temen saya bilang kalau dia harus bertanggung jawab atas kesalahan itu, aku rasa juga setuju 😐. Aku yakin dia tidak akan mau mengakui kesalahannya jika tidak ada tekanan dari Jaksa Penuntut Umum 🙏.
 
Maksudnya siapa tahu kalau mereka minta uang sekarang aja. Kalau dulu dia masih bisa ngakui apa apa. Sekarang dia udah capek banget. Mungkin karena dia udah lihat banyak hal yang salah di pihak pariwisata Sleman. Dan dia tidak ingin utuh-utuh mengakui hal-hal itu. Tapi kalau kita tadi duduk-tepi dia dan mendengarkan ceritanya, mungkin dia bisa jalan masalahnya dengan lebih baik.
 
Hei banget sih, ketergantungan sama pariwisata Sleman ini bikin rasa tidak nyaman. Saya paham kalau pariwisata itu penting tapi kira-kira siapa yang memanggil orang itu biar ngomong apa-apa ya? Anaknya terdakwa sama parnas tuh, sekarang dihadapkan dengan tuduhan korupsi dan ini siapa lagi, mantan sekretaris DPRD Sleman. Saya rasa hal ini perlu dibuat makin jelas agakannya hubungan antara ketergantungannya sama pariwisata itu mempengaruhi keterangan dia dulu sapa gini.
 
Aku pikir paragraf ini jadi bahan korupsi lagi... siapa yang mau percaya keterangan Karunia? Ia malah dianggap anak kecil seseorang, tapi nggak salah dia bicara kayaknya 😒. Aku penasaran siapa yang mempengaruhi katanya, tapi aku rasa itu justru bukti bahwa ada sesuatu yang tidak beres... 🤔.
 
Saya rasa kasus ini bikin kita kaget banget 🤯. Saksi pariwisata dianggap mengeluh ketergantungan, tapi apa itu artinya? Apakah dia benar-benar dipengaruhi orang lain sebelum memberikan keterangan? atau mungkin ada sesuatu yang tidak kita ketahui tentang kasus ini 🤔.

Saya pikir penting untuk diperhatikan adalah bagaimana keterangan tersebut mempengaruhi hasil kasus. Jika dia benar-benar dipengaruhi, maka itu bikin proses hukum jadi tidak adil. tapi kalau hanya sekedar kesal atau mengeluh, itu bukan masalah besar. Yang penting adalah kasus dipecahkan dengan adil dan transparan.
 
Saya pikir kalau anak terdakwa itu siap tersedih karena ada pertanyaan yang mengenai ketergantungannya dengan ayahnya siapa aja yang salah? Kalau benar-benar dia bermalas dengan ayahnya sejak dini, mungkin dia sudah tidak bisa membayangkan apa-apa tanpa balasan dari ayahnya, kan? Tapi, kalau dia benar-benar melakukan kesalahan, siapa yang akan memaafikannya ya?

Dan pertanyaan JPU itu, siapa yang tahu nih? Kalau ada pihak tertentu yang memengaruhi keterangan Anas, mungkin karena mereka juga ingin melindungi ayahnya, kan? Saya pikir ini semua terlalu konyol.
 
Gue pikir ini masih bisa diatas tangan. Gue paham kalau anas ngeluh ketergantungan, tapi gue rasa dia harus bertanggung jawab juga. Nggak bisa dipernahkan kalau dia mengaku benci sama hal yang dia lakukan sebelumnya. Yang penting adalah dia mau tidak menjadi korban lagi. Kita harus bisa menyelesaikan masalah ini dengan amanat dan jujur, tapi gue paham kalau ini juga ada ketergantungan dalam sistem yang sudah ada. Perlu diubah agar ini bisa jadi contoh bagus bukan main kejahatan 😊
 
aku pikir ini salah jalan banyak ya.. kalau mau bukti korupsi, harus ada bukti bukti.. tapi kalau hanya soal ketergantungan, aku tidak paham apa-apa... di mana ada saksi yang mengaku ini? aku ingin lihat diagram tentang bagaimana hal ini terjadi... 🤔📝

mungkin perlu klarifikasi lebih lanjut tentang apa yang dialami karunia.. tapi kalau hanya soal ketergantungan, aku rasa tidak masuk akal... atau mungkin aku salah paham? 🤷‍♂️👀
 
Kasus ini pasti bikin kebingungan banget, siapa lagi yang sengaja mengakui perangkap? Tapi apa kata kita, kalau dia udah mengakui, mungkin dia udh menyesali ya... tapi kenapa dia harus jujur di sidang? Kalau dia udh jujur, berarti dia udh mau membuka diri dan memberikan bukti nyata, gak? Tapi apa yang dia maksud dengan "dipengaruhi" sih? Mungkin dia udh sedih atau ada faktor lain yang bikin dia tergantung pada pihak tertentu... tapi apa lagi yang kita harus tahu? 🤔
 
Kalau gini bisa, tapi siapa bilang si anaknya harus diuji begitu? Kenapa dia harus mengakui perangkap itu? Mungkin karena takut ditangkap kembali ya... Kalau benar dia salah, tapi kalau dia tidak, juga apa? Dia hanya seekor saksi yang terjebak dalam masalah ini... 🤕
 
Maksudnya siapa sementara itu kalau ada orang tuanya yang terlibat dalam kasus korupsi? Apa kalau dia jatuh ke lantai karena tekanan itu? Kalau ini sih kasus korupsi, tapi siapa yang benar-benar bertanggung jawab? Maksudku, jika kita ingin tahu siapa yang perlu dihukum, maka harus ada bukti yang jelas. Tapi kalau hanya karena cinta keluarga saja, itu tidak adil banget!
 
Hebat banget sih JPU yang bertanya tentang ketergantungan si Karunia Anas. Maksudnya siapa nih yang membuat dia berbohong sebelum persidangan? Atau mungkin ada tekanan dari pihak keluarga atau teman-temannya? Apa benar sih bahwa pariwisata Sleman sedang bergelut dengan korupsi? Kami Indonesia harus lebih waspada dan pintar dalam melihat siapa yang nanti bakal dianggap bersalah. Tapi kita juga harus ingat bahwa hukum adalah hukum, jadi apa pun jawabannya, kita harus menghormati prosesnya 😊
 
Mungkin kalau beliau anak dari Pak Sri Purnomo deh udah banyak nggak kejadian ketergantungan ya, makanya beliau seperti demikian... tapi sepertinya lebih sulit untuk dipercaya sih, kabarin dulu kalau pakai pariwisata Sleman yang bule-boleh nggak punya masalah sama-sama ya
 
Kalau sih cerita ini saking berantakan... aku pikir pihak pariwisata itu sudah capek banget dengan ketergantungan anaknya, kan? tapi nggak mau dilepasin aja karena takut ada ganti rugi yang menimpa. aku rasa perlu ada penjelasan lebih lanjut tentang apa yang terjadi di balik cerita ini... mungkin ada hal-hal yang tidak disebutkan di depan umum.
 
Kalau si Anas hibah pariwisata apa sih? Maksudnya nggak bisa ngerti kalo sih ada orang tertentu yang mempengaruhi naranya. Saya pikir si dia sengaja buat jawa-jawa aja, tapi kalau benar-benar ada sesuatu yang salah, sama-sama dia harus bertanggung jawab ya!

Saya penasaran apa sih itu pihak tertentu yang mempengaruhi naranya. Apakah sih ada uang yang tertinggal? Atau mungkin ada orang lain yang dihubungi? Saya rasa kasus ini agak susah, tapi kalau mau diinvestigasi, pasti akan terungkap apa yang benar-benar terjadi.
 
Gini kayaknya, siapa yang bilang Anas itu anak duduk Sri? Gue rasa dia juga punya kepentingan sendiri, tapi jadi korban yang udah terjebak dalam pariwisata Sleman ini 🤔. Udah ada pengacara yang bilang ketergantungan, tapi gue curiga apa yang sebenarnya terjadi di balik semuanya. Mungkin sih ada yang tidak kita dengar tentang pariwisata ini...
 
Saya pikir ini kalau kasusnya lebih kompleks lagi 🤔. Saya tahu karunia itu bule, tapi apa salahnya? Beliau punya hak untuk mengatakan diri sendiri 💁‍♀️. Tapi, saya lihat ada beberapa saksi yang bilang dia tidak bisa benar-benar mengetahui hal-hal tertentu karena dia lagi tergantung pada ayahnya 🤝. Saya ingat kalau ayahnya siapa? Sri Purnomo juga yang bikin kasus ini! 😮

Saya rasa apa yang penting adalah bukti-bukti yang bisa dibawa ke pengadilan. Jika ada saksi yang bilang dia tidak bisa benar-benar mengetahui hal-hal tertentu, maka itu bisa jadi bahan pertimbangan untuk kasus ini 🤔. Saya harap penegak hukum bisa membuat kesi ini selesai dengan cepat dan adil 😊.
 
kembali
Top