Setelah Nisfu Syaban Apakah Boleh Puasa & Kapan 1 Ramadhan 2026?

Puasa setelah Nisfu Syaban adalah salah satu pertanyaan yang sering diangkat oleh umat Islam. Sebelumnya, telah ada diskusi yang panjang tentang keputusan 1 Ramadhan di Indonesia apakah sama dengan tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah, tapi saat ini para ulama dan masyarakat mulai berdebat.

Nisfu Syaban memang merupakan waktu penting bagi umat Islam karena menandakan awal dari bulan Ramadan. Berdasarkan keputusan majelis ulama, umat Islam wajib melaksanakan puasa qadha setelah Nisfu Syaban untuk mengganti utang puasa Ramadan tahun lalu.

Namun, setelah Nisfu Syaban, masih ada larangan untuk berpuasa sunah karena hari itu dikenal sebagai syak, atau hari yang ragu-ragu antara bulan Syaban dan sudah Ramadan. Tetapi, para ulama berbeda pendapat tentang hal ini. Beberapa mengatakan bahwa umat Islam wajib melaksanakan puasa sunnah sejak Nisfu Syaban.

Kekhawatiran di atas tidak menutup kemungkinan umat yang merasa syak dapat melakukan puasa sunah setelah Nisfu Syaban dan tetap berpuasa hingga 1 Ramadhan, karena mereka tidak ingin mengalami kekurangan.

Jika umat Islam masih punya utang puasa pada hari-hari setelah Nisfu Syaban, maka qadha wajib dilanjutkan dengan cepat sebelum masuknya bulan Ramadan.
 
omg apa kabar? ini gini, sih. nisfu syaban udah keluar dan sudah ada diskusi panjang tentang kapan umat muslim harus berpuasa. aku pikir kalau bisa buat utang puasa ramadan itu sekarang jadi wajib sama aja, sih. tapi kayaknya masih ada yang ragu-ragu. aku rasa siapa punya utang puasa, sebaiknya dia cari tahu dulu kapan nisfu syaban jadi hari puasa qadha, lalu bisa berpuasa lagi. kalau tidak, maka aku pikir sebaiknya utang itu dibayar segera, biar di si bulan ramadan tidak ada yang khawatir deh 😊
 
aku rasa kalau umat islam di indonesia harus lebih teliti tentang hal ini, gak bisa langsung mengambil keputusan tanpa berdiskusi dulu deh 🤔♂️. aku pikir ada baiknya para ulama dan masyarakat bekerja sama untuk membahas hal ini agar tidak ada kesalahpahaman lagi. tapi gak apa-apa kalau umat islam yang merasa syak bisa melakukan puasa sunah setelah nisfu syaban, penting bahwa kita semua berhati-hati dan tidak membuat kesalahan 🙏.
 
Gue pikir hal ini agak panas karena banyak yang merasa tidak tahu apa-apa 🤯. Tapi gue rasa ada yang positif disini, yaitu kita semua tetap peduli dan berdiskusi tentang hal ini. Seringkali kita tidak pernah membicarakan soal ini sebelumnya, jadi gue rasanya sudah bagus banget kita bisa berbicara tentang hal ini 😊.

Gue rasa para ulama yang berbeda pendapat tentang syak itu bisa mengajar kita untuk lebih berpikir kritis dan tidak terlalu memilih pilihan yang mudah. Kita harus belajar untuk merenungkan keputusan kita sendiri 🤔.

Dan gue rasa ini adalah kesempatan bagus untuk kita semua menjadi lebih peduli dengan masalah puasa dan pentingnya memahami konsep syak dan qadha. Karena, pada akhirnya, hal ini tidak hanya tentang puasa, tapi juga tentang cara kita menjalani kehidupan dengan lebih baik 🙏.
 
masa lama diskusi ini kayak ngelamoni di jalan 😒, apa yang dihitung adalah waktu puasa Ramadhan dan bukan siapa yang mau berpuasa sunah atau qadha nih 🤦‍♂️, dan lagi-lagi ada kekhawatiran tentang utang puasa, sih kan kita harus lebih waspada dengan urusan sehari-hari... toh jangan sabar-sabaran sih, kalau tidak sengaja utang puasa kamu nanti kena diperhitungkan di bulan Ramadan 😬.
 
Gue pikir itu kaget banget, nih. Masing-masing orang memiliki pendapat yang berbeda tentang apakah umat Islam harus berpuasa setelah Nisfu Syaban atau tidak. Gue rasa penting buat kita semua memahami waktu itu karena bisa bikin utang puasa Ramadan tahun lalu gak terbayar sama aja. Tapi, siapa tahu ada orang yang merasa syak dan masih ingin berpuasa hingga 1 Ramadhan. Gue harap para ulama bisa memberikan klarifikasi yang jelas tentang apa itu syak dan bagaimana caranya mengatasi masalah tersebut 🤔
 
Gue rasa omong kosong ya... siapa tau gue salah nih? Kalau puasa qadha harus dijalankan setelah Nisfu Syaban, tapi syak lagi apa yang artinya? Gue suka berpuasa sunah di hari itu, karena gue tidak ingin lewatin Ramadan tanpa puasanya. Gue juga khawatir kalau gue utang puasa lama ini, jadi gue kira harus segera nyalinisikan qadha-nya. Tetapi, siap aja kalau para ulama ada pendapat yang berbeda lagi...
 
kembali
Top