Puasa setelah Nisfu Syaban adalah salah satu pertanyaan yang sering diangkat oleh umat Islam. Sebelumnya, telah ada diskusi yang panjang tentang keputusan 1 Ramadhan di Indonesia apakah sama dengan tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah, tapi saat ini para ulama dan masyarakat mulai berdebat.
Nisfu Syaban memang merupakan waktu penting bagi umat Islam karena menandakan awal dari bulan Ramadan. Berdasarkan keputusan majelis ulama, umat Islam wajib melaksanakan puasa qadha setelah Nisfu Syaban untuk mengganti utang puasa Ramadan tahun lalu.
Namun, setelah Nisfu Syaban, masih ada larangan untuk berpuasa sunah karena hari itu dikenal sebagai syak, atau hari yang ragu-ragu antara bulan Syaban dan sudah Ramadan. Tetapi, para ulama berbeda pendapat tentang hal ini. Beberapa mengatakan bahwa umat Islam wajib melaksanakan puasa sunnah sejak Nisfu Syaban.
Kekhawatiran di atas tidak menutup kemungkinan umat yang merasa syak dapat melakukan puasa sunah setelah Nisfu Syaban dan tetap berpuasa hingga 1 Ramadhan, karena mereka tidak ingin mengalami kekurangan.
Jika umat Islam masih punya utang puasa pada hari-hari setelah Nisfu Syaban, maka qadha wajib dilanjutkan dengan cepat sebelum masuknya bulan Ramadan.
Nisfu Syaban memang merupakan waktu penting bagi umat Islam karena menandakan awal dari bulan Ramadan. Berdasarkan keputusan majelis ulama, umat Islam wajib melaksanakan puasa qadha setelah Nisfu Syaban untuk mengganti utang puasa Ramadan tahun lalu.
Namun, setelah Nisfu Syaban, masih ada larangan untuk berpuasa sunah karena hari itu dikenal sebagai syak, atau hari yang ragu-ragu antara bulan Syaban dan sudah Ramadan. Tetapi, para ulama berbeda pendapat tentang hal ini. Beberapa mengatakan bahwa umat Islam wajib melaksanakan puasa sunnah sejak Nisfu Syaban.
Kekhawatiran di atas tidak menutup kemungkinan umat yang merasa syak dapat melakukan puasa sunah setelah Nisfu Syaban dan tetap berpuasa hingga 1 Ramadhan, karena mereka tidak ingin mengalami kekurangan.
Jika umat Islam masih punya utang puasa pada hari-hari setelah Nisfu Syaban, maka qadha wajib dilanjutkan dengan cepat sebelum masuknya bulan Ramadan.