Sertifikasi Konstruksi Diberikan ke Santri Usia Minimal 18 Tahun

Presiden Jokowi's Suksesi Terangkait Dengan Kesengajaan Prabowo

Terdapat kekhawatiran masyarakat umum terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan sertifikasi konstruksi kepada santri yang usia minimal 18 tahun. Pendekatan ini memang menimbulkan keraguan di kalangan masyarakat, karena peraturan yang diberlakukan selama masa pemerintahan Jokowi tidak pernah teraplikasikan.

Menurut sumber-sumber yang dekat denganPresiden Prabowo, ada beberapa alasan mengapa kebijakan ini dilaksanakan. Pertama-tama, pihak Presiden berharap agar generasi muda dapat memainkan peran lebih besar dalam pembangunan nasional. Dengan memberikan sertifikasi konstruksi kepada santri yang usia minimal 18 tahun, harapan tercapai bahwa mereka akan menjadi bagian dari industri yang berkembang pesat tersebut.

Namun, banyak orang yang masih ragu apakah pendekatan ini tepat atau tidak. Beberapa ahli di bidang konstruksi berpendapat bahwa santri yang usia minimal 18 tahun belum memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk bekerja dalam industri tersebut. Selain itu, ada juga kekhawatiran bahwa kebijakan ini dapat menambahkan risiko bagi kontrak-kontrak pembangunan, karena pada umumnya, ahli-ahli di bidang konstruksi memiliki pengalaman dan pengetahuan yang lebih lama.

Kementerian Pekerjaan Umum (Pertimangan) telah memastikan bahwa mereka akan selalu menilai kelayakan para santri sebelum mereka diberi tugas dalam proyek-proyek pembangunan. Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko yang ada dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Pertanyaan utama yang harus dihadapi adalah apakah kebijakan ini dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam industri konstruksi? Ataukah itu hanya akan mengarah pada peningkatan risiko dan potensi kecelakaan kerja.
 
Mengingat pendekatan Prabowo untuk memberikan sertifikasi konstruksi kepada santri yang usia minimal 18 tahun, saya masih ragu apakah ini tepat atau tidak 🤔. Saya setuju bahwa generasi muda harus memiliki peran lebih besar dalam pembangunan nasional, tapi kita harus memastikan bahwa mereka memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk bekerja di industri tersebut. Mungkin kita bisa mencari solusi yang lebih baik daripada memberikan sertifikasi konstruksi tanpa mempertimbangkan apakah mereka siap atau tidak 🤷‍♂️.
 
kembali
Top