Sengketa Pilkada via Musyawarah Digugat Mahasiswa FH UI ke MK

ini pilkada kayaknya sih, kambing bakar daging sendiri. musyawarah itu kayaknya bisa diatasi tapi konflik ketertuturan yang serius itu kayak gajah yang ngeluh di jalan. kalau paksa musyawarah itu akan kembali ke tahap awal dan berantai sampe siapa yang terakhir bakal kalah aja. tapi kalau tidak ada tindakan tegas dari pihak yang mengatur, maka konflik ini akan meluas ke seluruh masyarakat dan nggak ada jawaban sama sekali. aku rasa kalau musyawarah itu penting tapi harus diawasi dengan hati-hati agar konflik tidak terjadi.
 
hehe sori klo bnyk orang udah sakingin deh discussion ini 🤦‍♂️. aku pikir pilgac paling penting karena banyak sekali kandidat yang belum jelas tujuan mereka 🤑. apa tujuannya?? apakah hanya untuk menjadi wakil rakyat? atau ada hal lain? aku rasa musyawarah ini harus lebih serius, tapi mungkin aku salah 🤔. apa salahaku? aku tahu pilgac penting, tapi aku pikir kita harus fokus pada hal-hal penting seperti pendapatan minimum wajib dan akses ke pendidikan ✊️. tolong kita jangan lupa untuk memilih kandidat yang benar 🙏.
 
Gue rasanya Sengkerta Pilkada ini benar-benar bikin kerumunan di masyarakat. Gue pikir musyawarah adalah cara yang bagus untuk menyelesaikan konflik, tapi di sini musyawarah terjebak dalam konflik ketertuturan. Gue rasa para pihak yang terlibat harus bisa lebih fleksibel dan bersikap terbuka.

Gue pikir salah satu masalahnya adalah karena banyak orang yang tidak mau menyerah, malah terus mengejar keinginannya. Gue bayangkan kalau kita sedang berbicara dengan sahabat kita, tapi dia tetap nggak mau mendengarkan apa pun yang kita katakan. Itu gampang-bayang, kan? Tapi di sini, para pihak yang terlibat lebih seperti itu.

Gue ingin lihat cara mereka bisa mengubah strategi dan fokus pada mencari solusi yang baik untuk semuanya. Gue tidak melihat masalahnya adalah karena salah satu pihak yang terlalu kuat atau memiliki kepentingan yang besar. Tapi, gue pikir lebih sulit karena semua pihak memiliki kepentingan yang berbeda-beda.
 
Pikirannya aku sih, musyawarah itu gampang banget untuk dihaluskin oleh konflik ketertuturan. Aku lihat di acara pikiran aku sendiri kalau kawan-kawan bikin diskusi tentang sengketa pilkada itu berantai tanpa selesai. Mereka sama-sama benar, tapi tidak bisa paham apa yang lain katakan. Bisa jadi, mereka semua sama-sama salah karena tidak bisa mendengar dengan sabar.

Aku sendiri pernah sepertiitu dalam discussi dengan teman-teman di online forum. Aku bikin kesal karena dia ngomong aku salah, tapi ternyata aku yang salah juga! Setelah itu aku jatuh cinta banget dengan musyawarah, tapi ternyata masih banyak kesalahpahaman. Sekarang aku masih berusaha untuk membuat proses musyawarah lebih baik, tapi aku masih khawatir apakah aku akan berhasil.
 
gokil banget ini, sih... pikiran saya kembali ke masa-masa anak-anak, kita bermain di taman sambil ngobrol, tapi gak pernah ada konflik, hanya ngobrol aja 🤷‍♂️. tapi sekarang, ada orang yang ngobrol tentang pilkada, tapi gak bisa sepakat... aku pikir, sih, musyawarah itu baik-baik saja, tapi gak ada jalan keluarnya. seperti saat kita bermain kartu, kalau gak ada kartu buah, gak perlu marah, ngobrol aja 🤯. tapi, di sini, ada orang yang terlalu serius, tapi gak apa-apa... aku rasa, musyawarah harus dilakukan dengan santai, bukan harus menangkap lawan 🙅‍♂️.
 
Pikirannya kayaknya sih, musyawarah itu penting banget di Indonesia. tapi kalau dipaksa musyawarah itu jadi konflik ketertuturan. kayaknya ada yang tidak mau mendengar pendapat orang lain. gimana caranya kita bisa agar musyawarah menjadi efektif? pertama, kita harus mau dengerin dan fokus pada masalahnya. kita tidak boleh terlalu cepat menentukan siapa yang benar atau salah.

kedua, kita harus bisa berkomunikasi dengan baik. jangan kayaknya kita yang satu punya pendapat dan orang lain harus setuju dengan pendapat kita. tapi itu gak bisa dijalankan. kita harus bisa mendengarkan dan fokus pada apa yang dibicarakan.

dan terakhir, kita harus bisa mengelola emosi kita sendiri. kalau kita terlalu marah atau frustrasi, kita akan sulit untuk berkomunikasi dengan baik. kita harus bisa menerima bahwa kita tidak boleh menangkap seluruh tekanan dari musyawarah itu.

jika kita bisa melakukannya, musyawarah itu akan menjadi sangat efektif dan kita bisa menyelesaikan sengketa tersebut dengan lebih baik. :D
 
🤯 apa lagi konflik yang harus dihadapi kita?! itu Sengketa Pilkada melalui Musyawarah yang justru terjebak dalam Konflik Ketertuturan... gimana caranya musyawarah bisa jadi sumber kebuntuan seperti ini? seharusnya musyawarah adalah cara yang baik untuk menyelesaikan masalah, tapi sekarang musyawarah itu menjadi alasan bagi mereka yang tidak ingin terlibat dalam pilkada

dan apa yang bikin lebih parah lagi adalah ketika semua pihak tidak mau mendengarkan pendapat satu sama lain. mereka hanya ingin berbicara tentang diri sendiri dan tidak peduli dengan keinginan orang lain. itu membuat musyawarah menjadi sumber kesenasan, bukan solusi bagi masalah ini

seharusnya kita semua yang pedulikan kebaikan umum saja. kita harus bisa melihat kepentingan kita sendiri dan kepentingan orang lain sama-sama dalam satu sudut pandang. tapi sekarang semua terjebak dalam konflik ketertuturan... aku rasa aku tidak punya jawabannya, tapi aku tahu bahwa ini bukan solusi! 🤷‍♂️
 
Maaf nih, aku nggak paham apa arti pilkada musyawarah. Maksudnya apa? Apa itu konflik ketertuturan? Aku pikir itu seperti main game di video game, tapi sebenarnya apa lagi?

Aku lihat ada masalah dengan perwakilan komunitas, mereka bilang apa yang ingin dipilih, tapi kemudian ada yang lain juga bercanda. Aku penasaran, bagaimana caranya solusi pilkada musyawarah bisa menjadi lebih baik? Apakah kita butuh lebih banyak edukasi tentang pilkada?

Aku juga nih tahu ada pihak yang mengeluh soal ketertuturan, tapi aku nggak paham apa itu. Maksudnya siapa yang menang dan siapa yang kalah? Aku hanya ingin memilih wali kota atau walikota yang bagus, tapi aku malah terjebak dalam hal ini.

Apa solusi pilkada musyawarah bisa lebih baik jika kita fokus pada masalah-masalah penting seperti pendidikan, ekonomi, atau lingkungan? Aku ingin tahu opini kamu, apa ada cara untuk membuat pilkada musyawarah lebih efisien? 🤔
 
ini gini, pikiranku tentang pilkada musyawarah itu, kayaknya itu bikin konflik terus terjadi ya... kalau musyawarah itu di luar pilkada, mungkin bisa masuk akal, tapi kalau di jadikan cara utama untuk mengambil keputusan, itu bikin banyak orang terkejut dan tidak percaya. kayaknya perlu ada cara lain yang lebih transparan, jadi semua orang tahu siapa yang bakal mengambil keputusan. musyawarah itu enak sekali di mulai, tapi kalau tidak bisa selesai dengan tenang, itu bikin banyak masalah. mungkin perlu ada pertimbangan lebih baik sebelum memutuskan untuk menggunakan cara ini.
 
Pilkadanya aja sengketa, kan? Siapa sih yang mau diskusi dengan orang yang tidak mau mendengar? 🤣 Saya rasa kalau musyawarah itu serius, kita harus paham bahwa ada yang salah dan ada yang benar. Tapi kalau musyawarah itu lucu banget, tapi kita nggak bisa fokus! 😂 Saya suka dengerin cerita di dalam forum online, tapi kalau sengketa makin panas, aku langsung lepas aja. 🙄

Aku pikir musyawarah itu seperti memanggang nasi, harus dimulai dengan bumbu yang tepat, kan? Jadi kita harus mulai dari dasar-dasar pilkada, bukan langsung ke sengketa. Tapi sih, aku tidak sabar-sabar, kalau kita bisa cepat-cepat membuat keputusan, tapi sih, itu kalau kita bisa, kan? 🤷‍♂️ Aku lebih suka menunggu sampai nasi matang, jadi kita bisa makan dengan tenang. 😊
 
kembali
Top