Seleksi Tingkat Pusat SMA Kemala Taruna Bhayangkara Digelar di Akpol Usai Lebaran

Dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan, pihak Akademi Kepolisian (Akpol) menggelar seleksi tingkat pusat SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Gunung Sindur, Bogor. Dari 14 ribu calon siswa yang mendaftar, hanya 3.000 yang akan melanjutkan proses seleksi.

Menurut Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, tahap pertama seleksi akan dilakukan di tingkat provinsi. Pada tahap tersebut, 400 peserta seleksi yang lolos akan dilanjutkan ke seleksi tahap pusat atau nasional.

"Setelah dipilih 3.000 nanti di tingkat provinsi, kita akan ambil lagi sekitar 400 orang untuk mengikuti tes di tingkat pusat," kata Dedi Prasetyo.

Lalu, seleksi akan dilakukan di Akademi Kepolisian Semarang, Jawa Tengah. Pada tahap ini, 400 peserta seleksi yang lolos dari tingkat provinsi akan melanjutkan proses seleksi.

"Tes di tingkat pusat akan dilaksanakan di Akademi Kepolisian kurang lebih sebanyak 400 orang yang insyaallah akan dilaksanakan setelah Lebaran," ungkap Dedi Prasetyo.

Pihak SMA Kemala Taruna Bhayangkara hanya menerima 180 siswa di angkatan kedua. Belasan ribu peserta seleksi itu mengikuti tes dengan standar nasional yang telah ditetapkan yayasan. Sehingga, akan terjaring para siswa unggulan.

"Angkatan kedua nanti akan kita rekrut 180 orang," kata Dedi Prasetyo.

Dengan demikian, diharapkan bahwa lulusan SMA Kemala Taruna Bhayangkara di angkatan kedua akan memiliki kualitas yang lebih tinggi dan siap untuk menjadi cadangan kepolisian.
 
Aku pikir pihak Akademi Kepolisian gak salah juga memilih seleksi seperti ini, kalau 3 ribu siswa aja yang lolos ke tahap pusat, itu artinya mereka sudah cukup baik lah. Tapi aku masih ragu apakah 180 orang di angkatan kedua yang akan diluluskan benar-benar bisa siap menjabat sebagai polisi di masa depan. Aku pikir pihak Akademi Kepolisian harus tetap konsisten dalam proses seleksi dan tidak boleh terlalu banyak membuat eksistensinya sendiri. Contohnya, jika 400 orang lolos ke tahap pusat, itu berarti mereka sudah menunjukkan kemampuan yang cukup tinggi, jadi aku pikir pihak Akademi Kepolisian harus membuat proses seleksi yang lebih spesifik dan tidak terlalu banyak membuatnya sendiri.
 
Selamat buat siapa pun yang mau masuk polri, aku penasaran sih dengan proses seleksi ini, apakah benar-benar tidak ada ujian tulis di tahap pusat? Aku rasa pihak Akpol harus memberikan kesempatan lebih kepada para siswa agar bisa menunjukkan kemampuan mereka, misalnya dengan mengadakan tes kreatif atau presentasi. Aku yakin jangan ada yang mau "mengosongkan" ujian tulis ini 😊.
 
Kalau pihak Akpol mau bikin seleksi yang semakin kompetitif sih, tapi apakah benar-benar ada cara untuk memastikan bahwa lulusan-nya nanti bisa menepati harapan? Aku pikir perlu dibuat program pengembangan diri selain tes-tepisan ya. Seperti program latihan kepolisian secara offline di kota-kota besar, atau bahkan program mentorship dengan polisi yang sudah berpengalaman. Kalau nanti mereka punya pengetahuan dan kemampuan yang lebih lengkap, nanti bisa jadi kalau seleksi-nya tidak cuma tentang teks-tepisan sih, tapi juga tentang bakat-bakata lainnya.
 
Hehe, aku pikir ini gampang banget buat mereka nih! Mereka punya seleksi yang panjang mulai dari SMA hingga Akademi Kepolisian. Tapi aku ragu-ragu ya, bagaimana kalau ada siswa yang lewatin seleksi karena tekanan atau kesalahan? Aku harap mereka bisa membuat sistem seleksi yang lebih adil dan tidak mengutamakan kualitas, tapi juga prosesnya sendiri. Kita bisa doang menantian hasilnya nanti 💪
 
Wow 🤯, jadi apa tujuan seleksi ini? Maka jawabannya diajarkan di sekolah dengan baik, tapi selain itu, pihak Akpol juga ingin lulusan SMA Kemala Taruna Bhayangkara memiliki kualitas yang lebih tinggi, siap menjadi cadangan kepolisian 🚨. Interest 😏
 
Gue penasaran mengapa harus lagi seleksi, gak ada kesempatan untuk mereka yang lulus ya? Gimana caranya pihak Akpol bisa memastikan siapa-siapa yang diangkat pasti bakal jadi polisi yang baik? Tapi aja keberuntungannya masih banyak banget, kayaknya akan menjadi cadangan kepolisian yang bagus nanti
 
Gue pikir sih apa maksudnya dari seleksi ini... Apa itu penting kalau kita hanya mau ambil 3 ribu orang saja? Kalau gue ingin jadi polisi, gue juga harus siap untuk berjuang dan mengorbankan diri gue sendiri. Tapi apakah sih mereka benar-benar percaya bahwa 3 ribu orang dari 14 ribu bisa menjadi sumber kekuatan bagi kepolisian? Gue rasa itu seperti cari jati di dalam hutan...
 
Akpol kayaknya lagi-lagi nggak bisa mengatur urutannya, kok pilih 3k dari 14 ribu? biasanya seleksi already ada yang jelas, tapi gue penasaran sih bagaimana caranya mereka bisa memilih 400 orang dari 3k. gimana kalau ada yang lupa tes? dan apakah tes itu sudah seru ya?

gak bisa banget dengan sistem seleksi ini, pilihannya terlalu sempit. apa kalo ada yang lulus tapi tidak terpikir untuk masuk ke akpol? kayaknya perlu dioptimalkan lagi, nggak enak sih kalau kualitas lulusan berkurang.
 
Gue penasaran sih bakanya harus nunggu lebaran aja sih tes di tingkat pusat, gimana kalau gue mau cari kesempatan tapi harus menunggu lebaran? Nanti bagaimana kalau gue sudah lama dan sudah capek juga? 🤷‍♂️ Jadi, apakah ini benar-benar seleksi yang adil atau sih hanya favorit bagi yang punya kenalan dengan Wakapolri? 🙄
 
Gue rasa seleksi ini agak macet banget, kan? Masih banyak pilihannya tapi harus dipilih 3 ribu aja. Gue ragu-ragu aja kalau mereka nanti bakal bisa menemukan calon polisi yang tepat. Kita lihat dari seleksi ini, siapa yang bakal jadi polisi selanjutnya? 🤔👮‍♂️
 
Gue penasaran kenapa pihak Akademi Kepolisian harus menggelar seleksi 3 kali? Kalau lulusan SMA kemalu aja sudah cukup bisa melanjutkan proses seleksi, nanti di tingkat pusat sih. 2 kali lagi seleksi? Gue rasa kurang efisien, kan? dan biaya gak bakal terlalu mahal loh...
 
Pak Dekannya bikin lelucon sih, 3.000 orang aja bisa masuk seleksi, gimana kalau gini? Tapi aku pikir itu okay juga, kalau mau lulus di akademi polisi kayaknya harus bisa juga nanti. Aku rasa pihak Akpol punya strategi yang tepat, tapi aku tidak tahu kenapa mereka harus buat seleksi di SMA Kemala Taruna Bhayangkara, kok ada yang lebih penting lagi?
 
Oke banget kayaknya seleksi Akpol ini! Mereka ambil 180 siswa terbaik di SMA Kemala Taruna Bhayangkara, itu keren banget! Jadi mereka bisa jadi polisi yang bagus nanti, siap menghancurkan narkoba dan korupsi! Semoga mereka bisa membuat Indonesia lebih aman dan nyaman! 🙌💪
 
Makanya lagi seleksi yang sama ya? Apa yang salah dengan sistem seleksi ini? Kalau tidak ada masalah, kenapa harus seleksi ini berulang-ulang? Bayangkan nanti 3.000 orang itu harus siap-siap tes di tingkat pusat dan akhirnya hanya 400 orang yang lulus... Gimana caranya mereka bisa dipilih ya? Jangan sampai ada yang salah lagi.
 
Saya setuju dengan rencana Akpol ini, tapi gak bisa jadi 3.000 siswa diangkat aja, kayaknya harus ada batas lagi, karena biar tidak banyak yang masuk akademi, tapi kalau terlalu sedikit juga gak akan memberikan kesempatan bagi yang berpotensi, kan? Dan apa kebutuhan kadet polisi sekarang udah 3.000 orang aja, bisa jadi harus diprioritaskan, seperti siapa yang lebih memerlukan.
 
Aku pikir pihak Akademi Kepolisian harus bikin tes yang lebih menantang, jadi siswa-siswi yang lulus harus benar-benar siap menghadapi tantangan di dunia kepolisian 🤔👮‍♂️. Aku khawatir kalau jika tesnya terlalu mudah, lulusan mereka nanti tidak akan bisa melawan tantangan nyata yang muncul di lapangan.
 
Wow! Seleksi ini seperti game super seru buat para siswa SMA, kan? 😂 Tapi mending bersemangat aja karena ini bisa menjadi kesempatan besar buat mereka bisa masuk ke Akademi Kepolisian 🚔👮‍♂️. Bayangkan aja kalau mereka bisa menjadi polisi sukses dan membantu masyarakat, ahem... semoga sukses dan tidak ada yang lewat! 😃
 
Pesan ini ternyata agak tidak adu-adu kan? Mungkin buat ngobrol bisa, tapi kalau mau jujur aja, seleksi ini agak ngewekein kan? 3 ribu orang itu bayangin kalau mau lulus apa aja? Kalau aku bilang harus siap-siap dari hari ini, mungkin aku juga bakal dipilih. Tapi, aku rasa pihak Akpol mau bikin seleksi yang lebih adu-adu lagi, bisa nyesel kan?
 
kembali
Top