Dikutip dari Pakar Keuangan, Pemilikan Tabungan Ideal Sebelum Mencapai Usia 50 Tahun
Pada usia 50 tahun, pemiliki kekayaan yang dimiliki dianggap sangat penting untuk membentuk kualitas hidup masa pensiun. Sayangnya, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk memiliki nasib yang beruntung, sehingga harus bekerja keras untuk menyiapkan masa tua.
Menurut Fidelity, idealnya seseorang sudah memiliki tabungan sebesar enam kali pendapatan tahunan saat mencapai usia 50. Misalnya jika pendapatan Anda adalah Rp100 juta per bulan, maka jumlah yang dibutuhkan adalah Rp600 juta setiap tahun.
Namun, perlu diingat bahwa angka tersebut tidak dapat dipakai sebagai patokan mutlak karena ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi. Menurut Nathan Sebesta, penasehat keuangan dan pendiri Access Wealth Strategies, jumlah tabungan yang dibutuhkan juga tergantung pada ketika Anda ingin pensiun, berapa besar pengeluaran di masa pensiun, serta di mana Anda tinggal.
Jika sisa waktu 10-15 tahun di depan masih tidak cukup untuk melunasi utang dan mengurangi pengeluaran, maka ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pertama, harus menurunkan ekspektasi pendapatan saat pensiun. Kedua, fokus pada sisa waktu 10-15 tahun ke depan untuk melunasi utang dan mengurangi pengeluaran. Ketiga, pertimbangkan pindah ke lokasi dengan biaya hidup lebih rendah.
Saat terakhir, mungkin harus tetap bekerja saat memasuki usia pensiun karena tidak ada yang bermimpi harus bekerja setelah pensiun. Namun bagi orang-orang yang terlambat memulai dan tidak bisa mengejar ketertinggalan, ini menjadi pilihan realistis.
Jadi, bagaimana kreatif Anda dalam menyimpan uang sebelum mencapai usia 50?
Pada usia 50 tahun, pemiliki kekayaan yang dimiliki dianggap sangat penting untuk membentuk kualitas hidup masa pensiun. Sayangnya, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk memiliki nasib yang beruntung, sehingga harus bekerja keras untuk menyiapkan masa tua.
Menurut Fidelity, idealnya seseorang sudah memiliki tabungan sebesar enam kali pendapatan tahunan saat mencapai usia 50. Misalnya jika pendapatan Anda adalah Rp100 juta per bulan, maka jumlah yang dibutuhkan adalah Rp600 juta setiap tahun.
Namun, perlu diingat bahwa angka tersebut tidak dapat dipakai sebagai patokan mutlak karena ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi. Menurut Nathan Sebesta, penasehat keuangan dan pendiri Access Wealth Strategies, jumlah tabungan yang dibutuhkan juga tergantung pada ketika Anda ingin pensiun, berapa besar pengeluaran di masa pensiun, serta di mana Anda tinggal.
Jika sisa waktu 10-15 tahun di depan masih tidak cukup untuk melunasi utang dan mengurangi pengeluaran, maka ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pertama, harus menurunkan ekspektasi pendapatan saat pensiun. Kedua, fokus pada sisa waktu 10-15 tahun ke depan untuk melunasi utang dan mengurangi pengeluaran. Ketiga, pertimbangkan pindah ke lokasi dengan biaya hidup lebih rendah.
Saat terakhir, mungkin harus tetap bekerja saat memasuki usia pensiun karena tidak ada yang bermimpi harus bekerja setelah pensiun. Namun bagi orang-orang yang terlambat memulai dan tidak bisa mengejar ketertinggalan, ini menjadi pilihan realistis.
Jadi, bagaimana kreatif Anda dalam menyimpan uang sebelum mencapai usia 50?