Saksi: Jurist Tan Dominasi Kewenangan saat Nadiem Jadi Menteri

Saksi menemukan bukti kuasa besar Jurist Tan di kementerian. Dalam persidangan kasus pengadaan Chromebook, saksi Widyaprada Ahli Utama Sutanto menyatakan Jurist Tan berperan sebagai sosok sentral mengendalikan urusan strategis di dalam kementerian.

Menurut Sutanto, jurist ini tidak hanya menjadi penasihat tetapi juga memiliki kewenangan yang sangat luas. Kewenangannya mencakup aspek vital seperti penganggaran, sumber daya manusia, dan penyusunan regulasi. Hal ini dilaporkan menciptakan atmosfer intimidasi di tingkat birokrasi.

Sutanto menyatakan bahwa para staf di kementerian merasa takut karena posisi Jurist Tan yang dianggap sebagai representasi langsung dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim.

Jurist Tan juga terlihat dalam proses pengadaan Chromebook dan berperan dominan dalam mengatur rekomendasi teknis. Bahkan, Sutanto menyatakan bahwa Nadiem sendiri telah menyampaikan bahwa apa yang disampaikan Jurist Tan adalah apa yang disampaikannya.

Sutanto juga menuturkan bahwa lebih banyak dia berkomunikasi dengan Jurist Tan dibandingkan dengan menteri secara langsung dalam hal substansi pekerjaan. Hal ini dilaporkan membuktikan kuasa besar Jurist Tan di kementerian.
 
aku pikir nadiem dan jurist tan itu bikin kerugian kementerian, kalau kita lihat dari persidangan kasus pengadaan chromebook, ya semuanya berawal dari jurist tan dan nadiem sendiri, padahal kita tahu bahwa mereka adalah pejabat tinggi, tapi yang paling penting adalah urusan strategis di dalam kementerian itu ada orang yang mengendalikannya, kayaknya kita harus lebih waspada. πŸ˜’
 
Hmm, kayaknya gak enak banget kalau jurist orang lain punya kuasa yang begitu luas di kementerian 😬. Nadiem Makarim ini harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukan Jurist Tan, tapi kayaknya gak mau ngejaunya πŸ™„. Sutanto ini benar-benar terjebak dalam situasi yang susah banget, kan? Tapi, aku paham kalau di dunia birokrasi, hal-hal seperti ini sering terjadi πŸ€¦β€β™‚οΈ. Aku harap Nadiem bisa mengambil tindakan yang tepat dan membuat situasi ini lebih transparan πŸ’‘.
 
aku nggak tahu apa yang terjadi di sana, kalau begitu siapa lagi yang bisa mengendalikan urusan strategis di kementerian? πŸ€” nih, jangan dibawa ke hiruh, aja saksi yang nyata itu saja sudah cukup bukti kan? dan siapa yang bilang bahwa jurist tan itu berkomunikasi lebih banyak dengan nadiem makarim daripada menteri itu sendiri? πŸ™„ itu nggak jelas sama sekali.
 
aku nggak percaya dulu kalau ada yang buktanya seperti ini, tapi sekarang kayaknya ada saksi nyata yang mengungkapkan kebenaran... Jurist Tan ini tiba-tiba menjadi orang penting di kementerian, dan Nadiem Makarim sendiri bilang bahwa apa yang dikirainya adalah yang benar. itu kalau benar-benar terjadi, maka apa lagi yang bisa kita pikirkan? kayaknya ada sesuatu yang tidak jelas di balik kebijakan pemerintah... mungkin harus banget memeriksa kembali siapa-siapa yang ada di dalam kementerian... πŸ˜’
 
Apa sisi ini, Jumat πŸ€”? Semua orang tahu bahwa Nadiem Makarim itu yang ngeluarin niat, tapi siapa bilang kalau dia nggak punya asisten setia yang bisa ngatur everything di belakangnya? Jurist Tan itu seperti jembatan pintu antara Menteri dan kementerian. Kalau sumbernya percaya, itu artinya ada kesan nyata kalau siapa yang ngeluarin niat itu tidak punya kontrol apa-apa di dalam kementerian 😬. Tapi, saya masih bisa membayangkan siapa yang ngebut dan siapa yang ikut ngebut.
 
ada yang pikir kalau jurist tan itu cuma penasihat aja? sebenarnya jadi agen kekuasaan juga, biar wajar sih kalau para staf merasa takut, tapi gue paham kalau di dalam kementerian ini ada urusan yang sulit, mungkin kita butuhkan orang yang bisa mengatur dan mengendalikan semuanya. jadi, mungkin jurist tan itu nggak salah apa-apa, tapi kita butuh banyak pengetahuan dan kemampuan lagi agar urusan ini bisa berjalan lancar πŸ€”
 
ini kasus yang bikin bingung deh, siapaJuristTan apa? itu bukannya nama jangka waktu untuk sistem pembayaran Indomaret? saya pikir dia harusnya ada di luar kementerian aja πŸ€”
 
ini kasus yang serius banget, siapa bilang kuasa besarnya di kementerian? Jangan asal-asalan lagi sih, harus ada bukti-bukti yang jelas! πŸ€” Sutanto juga bisa ngerti kok, tapi apa bedanya antara dia dan Nadiem sendiri? Tapi mungkin Sutanto hanya ingin memberitahu kita agar tidak buta mata dihadapkan dengan kekuasaan yang sangat besar... sih, ini masih banyak hal yang tidak terungkap 😐
 
Oooh, ini bikin sibuk ya... Jurist Tan apa sih? Mending gak jadi sosok sentral aja, kayaknya bikin suasana kementerian nyewekan πŸ˜‚. Sutanto bilang dia takut, tapi aku rasa lebih seru banget nih. Kalau Nadiem sendiri bilang apa yang Jurist Tan ucapin itu dia ucapin juga, kayaknya Jurist Tan bukannya bos aja? πŸ€”
 
Kalau nggak salah informasinya, aku pikir itu bukti-bukti yang bikin rasa tidak nyaman kok πŸ€”. Si Jurist Tan kayak gampang banget mengendalikan urusan strategis di kementerian, apa lagi kalau ada yang ngomong menentangnya? Itu kayak kekuasaan yang terlalu besar, kan?

Aku rasa para staf di kementerian harus bisa berbicara dengan jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi, bukan cuma ngatakan apa yang dipikirkan oleh si Jurist Tan. Mungkin ada hal-hal lain yang perlu dibahas dan diperhatikan juga πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
Eh, kalau buktinya begitu banyak, nggak bisa disangkal lagi sih... tapi apa yang bisa kita lakukan ya? Biar kan saksi-saksinya udah nyata aja... tapi kenapa kita masih nggak bisa berubah perubahan di dalam pemerintah? Semua ini seperti drama yang sama-tanya, kayaknya ada yang belom jelas sih... nanti apa yang akan terjadi di kementerian ni? Apa lagi kejahatan-kejahatan birokrasi ini aja...
 
kalo nggak salah informasinya, jadi ada saksi yang bilang ada jurist tan yang udah berkuasa banget di kementerian... si jurist tan udah dianggap sebagai sosok sentral dan gak hanya sekedar penasihat aja, tapi juga udah punya kewenangan yang luas banget... kayak penganggaran, sumber daya manusia, dan penyusunan regulasi... sih membuat atmosfer intimidasi di birokrasi, kan?

dan apa lagi, staf kementerian merasa takut kayak apa... karena si jurist tan udah dianggap langsung dari menteri pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi (mendikbud ristek) nadiem makarim... kayaknya ada sesuatu yang aneh, kan?

dan si jurist tan udah banyak berkomunikasi dengan mendikbud ristek langsung, padahal biasanya lebih sering dia berkomunikasi dengan menteri secara langsung... kayaknya si jurist tan udah punya power yang besar banget di kementerian ini...
 
Rasanya lagi-lagi ada cerita yang bikin kita penasaran siapa Jurist Tan itu dan bagaimana dia bisa berpengaruh begitu besar di kementerian. Sepertinya, saksi Widyaprada Ahli Utama Sutanto punya pengalaman yang cukup lama di dalam birokrasi nih. Tapi apa sebenarnya itu? Apakah Jurist Tan benar-benar memiliki kekuasaan yang begitu luas seperti yang dilaporkan? πŸ€”

Saya rasa ada satu hal yang perlu kita pertimbangkan, yaitu bagaimana Juru Selamat itu bekerja sama dengan staf-staf di kementerian. Apakah dia benar-benar berperan sebagai sosok sentral mengendalikan urusan strategis? Ataukah dia hanya seorang penasihat yang memiliki pendapat yang kuat tapi tidak memiliki kekuasaan langsung?

Saya pikir kita perlu lebih teliti dan tidak terburu-buru dalam menilai hal ini. Mungkin ada beberapa faktor lain yang bisa menjelaskan situasi seperti ini.
 
Gue rasa nggak percaya sama aja. Siapa sih yang bilang Jurist Tan memiliki kewenangan luas seperti itu? Ngebutan bukti aja, tapi nih tahu dulu siapa yang punya kepentingan dengan hal ini. Mungkin ada yang mau jadi korban birokrasi lagi. Dan siapa sih yang bilang Sutanto nggak memiliki motu? Mungkin dia hanya ingin jadi pujian aja, tapi buktinya ngebutan aja. Gue rasa perlu lebih banyak bukti sebelum gue percaya sama aja. πŸ€”
 
ini benar-benar terdengar susah payah, saksi Widyaprada Ahli Utama Sutanto memang mengatakan hal yang parah, tapi apa pun yang dia katakan harus disertai dengan bukti sih πŸ€”. saya butuh lihat dokumen atau video yang membuktikan Jurist Tan benar-benar memiliki kewenangan seperti itu di kementerian. kalau tidak ada bukti, maka saya pikir ini hanya spekulasi tanpa dasar. dan apa yang membuat Nadiem Makarim mengatakan hal yang sama dengan Jurist Tan? itu juga perlu dibuktikan sih πŸ“.
 
aku pikir ini galat sekali, kalau mau menganggap bahwa jurist tan seperti 'sosok sentral' di dalam kementerian itu, tapi sebenarnya ini lebih like sistem pengawasan yang baik banget. karena jika kita lihat dari perspektif organisasi, maka jawaban dari kesan ini adalah semisal... ah... ada komite tertentu yang bertanggung jawab atas hal yang seperti ini, ya... dan jurist tan jadi bagian dari itu.

maksudnya, kalau kita lihat dari sudut pandang birokrasi, maka ini bukan tentang 'kuasa besar' tapi tentang sistem pengelolaan yang baik. karena di dalam birokrasi, tidak ada satu orang atau kelompok yang bisa mengontrol segalanya sendiri, jadi mereka butuh komite yang bertanggung jawab untuk melakukan pengecekan dan pengawasan.
 
Gue penasaran sih bagaimana bisa ada personil yang begitu mendominasi proses pengadaan Chromebook, dan bukti-bukti yang terkeluar adalah dia siapa? Kalau memang benar dia punya kekuasaan luas di kementerian, itu artinya ada kesan penindasan. Gue pikir ini perlu dikaji lebih dekat, tidak bisa dibawa omong-omong.
 
Kalau aku pikir, kalau begitu Nadiem Makarim mau setuju apa yang disampaikan Jurist Tan, itu berarti ada sesuatu yang salah. Sutanto kayaknya benar-benar takut dengan kekuasaan di dalam kementerian itu πŸ€”

Dan aku pikir, jangan sabar-sabar! Aku rasa perlu ada transparansi lebih banyak lagi tentang apa yang dilakukan Jurist Tan dan bagaimana dia bekerja sama dengan Nadiem Makarim. Mungkin bisa membantu orang lain juga untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam kementerian πŸ“Š
 
Gue rasa Saksi Widyaprada Ahli Utama Sutanto agak salah kalau gue coba verifikasi informasinya. Ternyata, gue sendiri sudah pernah ngobrol dengan temen-temen kerja di kementerian itu dan tidak ada sih yang bilang Jurist Tan punya kuasa besar seperti itu πŸ™…β€β™‚οΈ. Mungkin gue coba cari informasi dari sumber yang salah atau ada salah pahaman ya 😊. Gue rasa lebih baik kita terus ngawasi dan memverifikasi informasi sebelum membuat tuduhan besar-besaran seperti ini πŸ’‘.
 
kembali
Top