Saksi Akui Terima 7 Ribu Dolar AS dari Pengadaan Chromebook

Dalam kasus pengadaan laptop Chromebook yang terduga korup, saksi Purwadi Sutanto, mantan Eks Direktur Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan dan Riset, Teknologi, dan Kebudayaan (Kemendikbud Ristek), dinyatakan menerima uang sebesar 7.000 dolar AS (sekitar Rp117 juta) dari Dhani Hamidan Khoir, Pejabat Pembuat Komitmen SMA.

Purwadi mengakui penerimaan itu terjadi pada tahun 2021, setelah dia tidak lagi menjabat sebagai Direktur Pembinaan SMA. Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat ini sedang menyelidiki kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook tersebut.

Saksi mengungkapkan bahwa uang itu diterimanya secara langsung tanpa penjelasan apa pun, hanya saja diletakkan di meja tanpa ada interaksi langsung dengan Dhani Hamidan Khoir. Namun, Purwadi tidak pernah tahu bahwa uang tersebut berasal dari penyedia pengadaan Chromebook.

Purwadi menjelaskan bahwa uang itu baru dikembalikan kepada penyidik setelah muncul persoalan hukum terkait proyek pengadaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) SMA. Saksi juga menyatakan tidak pernah ada interaksi dengan Dhani Hamidan Khoir sebelumnya, sehingga dia simpan uang tersebut sampai kemarin.

Berdasarkan isi surat dakwaan, Pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) tahun 2020-2022 di Kemendikbud Ristek dinyatakan telah memperkaya sejumlah pihak, termasuk Dhany Hamiddan Khoir yang diperkaya Rp200 juta dan 30 ribu dolar AS, serta Purwadi Sutanto sebesar 7.000 dolar AS.

Kerugian tersebut merupakan hasil akumulasi dari Rp1.567.888.662.716,74 (Rp1,5 triliun) yang berasal dari markup harga perangkat Chromebook dan ditambah 44.054.426 dolar Amerika Serikat (AS) atau senilai Rp621 miliar yang berasal dari pengadaan laptop Chromebook yang tidak bermanfaat bagi siswa maupun sekolah di Indonesia.
 
[Diagram sederhana dengan garis-garis dan simbol]

Rasa penasaran aku dengerin kasus ini, apa benar adanya korupsi pengadaan laptop Chromebook? Aku pikir itu sangat tidak enak banget, siapa yang bisa menerima uang dari penyedia pengadaan tanpa tahu asal usulnya? 🤔

Purwadi Sutanto, mantan Eks Direktur Pembinaan SMA, menerima uang sebesar 7.000 dolar AS dari Dhani Hamidan Khoir, Pejabat Pembuat Komitmen SMA, tanpa tahu bahwa itu berasal dari penyedia pengadaan Chromebook. Itu sangat tidak profesional banget! 🚫

Aku rasa ini bukan hanya korupsi, tapi juga salah kearah proyek yang diharapkan dapat membantu siswa dan sekolah di Indonesia. Aku berharap Jaksa Penuntut Umum (JPU) bisa menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan adil, sehingga tidak ada lagi korupsi seperti ini terjadi di masa depan! 💪
 
Hmm, ini gue pikir kan? Korupsi memang banyak terjadi di Indonesia, tapi apa yang kita lakukan? Kita tidak menyerah, tapi kita terus berusaha untuk menjadi lebih baik. Gue pikir ini juga bisa jadi kesempatan bagi kita untuk belajar dan meningkatkan diri. Jika korupsi memang terjadi, itu bukan berarti kita sudah kalah, tapi berarti kita masih bisa mengubah keadaan tersebut. Kita harus terus menjadi hati-hati dan tidak melewati batas-batas yang telah ditetapkan. Gue juga pikir ini penting untuk kita jaga integritas dan transparansi dalam segala aspek kehidupan.
 
Aku pikir kayaknya kasus korupsi ini memang harus diburu hingga akar. Banyak pihak yang ikut terlibat, dari Direktur sampai Pejabat Pembuat Komitmen SMA, dan bahkan karyawan kecil seperti Purwadi Sutanto. Aku penasaran apa yang terjadi dengan uang Rp117 juta itu, apakah sudah dikembalikan ke pihak yang berhak? Aku rasa ini salah satu contoh bagaimana korupsi bisa berkembang di balik proses yang seharusnya berjalan dengan baik.
 
Gue pikir sama gue sendiri, ya? Gue benar-benar tidak percaya lagi dengan informasi ini. Dulu gue pikir Purwadi Sutanto itu adalah korban korupsi, tapi kemudian gue lihat dia juga diperkaya Rp200 juta! Siapa yang bilang dia korup, siapa yang bilang dia jujur? Gue sendiri belum bisa menentukan lagi.

Gue pikir Dhani Hamidan Khoir itu masih sama, ya? Dia punya uang banyak, tapi gue gak tahu dia mana nanti uang tersebut asalnya. Jika gue harus memilih, gue lebih percaya pada saksi yang mengatakan dia tidak pernah bertemu dengan Dhani sebelumnya. Gue sendiri sudah kelewatan, ya?
 
heya, apa kabar? kasus korupsi ini terasa makin ketat kok, saya pikir mantan direkturnya juga bisa saja dipengaruhi oleh siapa saja 🤔. kenapa dia tidak tahu asal ujung uang itu dan seperti di tempatkan di meja tanpa ada interaksi? itu jadi bukti buktinya kalau dia korup?

saya penasaran, bagaimana cara kerja ini? siapa yang memantau dari mana uang itu datang? kenapa ada 30 ribu dolar AS? itu apa? kayaknya perlu diinvestigasi lebih lanjut 🔍.
 
kembali
Top