Rupiah Mulai Pejam Dengan Dolar AS, Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp16.850
Mengawali perdagangan pekan ini, rupiah berada di level positif menghadapi dolar Amerika Serikat (AS), turun sebesar 0,31% ke level 99,082. Penguatan mata uang negara berkembang ini terjadi setelah puncak kekhawatiran pasar terkait langkah proteksionis Amerika Serikat.
Kejadian terkait dolar AS memicu arus dana global mengalir ke aset safe haven seperti yen Jepang dan franc Swiss. Namun, investor masih mengingat gejolak besar pasca pengumuman tarif besar-besaran AS pada April 2025, yang sempat memicu krisis kepercayaan terhadap aset berdenominasi dolar.
Sementara itu, penguatan rupiah di awal perdagangan hari ini juga dipengaruhi oleh sentimen eksternal terkait pernyataan Presiden AS Donald Trump yang melontarkan ancaman tarif tambahan. Ancaman tarif tersebut memicu kekhawatiran baru mengenai eskalasi tensi dagang global dan berpotensi menekan hubungan ekonomi AS dengan mitra utamanya di Eropa.
Tekanan terhadap dolar AS ini pada akhirnya membuka ruang bagi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Rupiah berada di level Rp16.850/US$ setelah melepas posisi Rp16.880/US$, yang menjadi penutupan terlemah rupiah sepanjang masa.
Pelaku pasar tetap akan mencermati perkembangan lanjutan kebijakan AS serta respons global, mengingat volatilitas pasar keuangan global masih berpotensi tinggi.
Mengawali perdagangan pekan ini, rupiah berada di level positif menghadapi dolar Amerika Serikat (AS), turun sebesar 0,31% ke level 99,082. Penguatan mata uang negara berkembang ini terjadi setelah puncak kekhawatiran pasar terkait langkah proteksionis Amerika Serikat.
Kejadian terkait dolar AS memicu arus dana global mengalir ke aset safe haven seperti yen Jepang dan franc Swiss. Namun, investor masih mengingat gejolak besar pasca pengumuman tarif besar-besaran AS pada April 2025, yang sempat memicu krisis kepercayaan terhadap aset berdenominasi dolar.
Sementara itu, penguatan rupiah di awal perdagangan hari ini juga dipengaruhi oleh sentimen eksternal terkait pernyataan Presiden AS Donald Trump yang melontarkan ancaman tarif tambahan. Ancaman tarif tersebut memicu kekhawatiran baru mengenai eskalasi tensi dagang global dan berpotensi menekan hubungan ekonomi AS dengan mitra utamanya di Eropa.
Tekanan terhadap dolar AS ini pada akhirnya membuka ruang bagi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Rupiah berada di level Rp16.850/US$ setelah melepas posisi Rp16.880/US$, yang menjadi penutupan terlemah rupiah sepanjang masa.
Pelaku pasar tetap akan mencermati perkembangan lanjutan kebijakan AS serta respons global, mengingat volatilitas pasar keuangan global masih berpotensi tinggi.