Rupiah Terus Dibuka dengan Loyo, Rp16.760 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah terus melemah dan dibuka di Rp 16.760 per dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini, menurut data dari Bloomberg. Pelemahan ini berlaku sepanjang sesi perdangan I. Ini kemudian menyentuh level Rp 16.799 per dolar AS pada awalnya.
Mengandung sentimen eksternal, seperti agenda tarif Presiden AS Donald Trump yang kembali menekan pasar keuangan global. Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyatakan pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh faktor-faktor ini.
Selain itu, meningkatnya kekhawatiran penutupan pemerintahan AS menjelang tenggat pendanaan pada 30 Januari juga mempengaruhi pergerakan pasar. Kondisi tersebut mendorong aliran dana ke aset lindung nilai, termasuk emas.
Jadi, bagaimana sentimen ini mengenai rupiah? Menurut Ibrahim Assuaibi, Presiden Trump mengatakan bahwa ia akan menunjuk pilihan untuk ketua Fed berikutnya setelah Jerome Powell, dan bahwa suku bunga akan turun dengan kepemimpinan baru di bank sentral. Namun, perselisihan ini memberikan dukungan kepada emas.
Ketegangan AS dan Iran kembali meningkat setelah kapal induk Angkatan Laut AS USS Abraham Lincoln tiba di Timur Tengah. Meskipun begitu, fokus pasar hari ini adalah keputusan suku bunga Federal Reserve (Fed) yang akan diumumkan pada Kamis dini hari pukul 02.00 WIB.
Dari dalam negeri, pasar merespons positif kebijakan fiskal pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan empat program stimulus 2025 dilanjutkan pada 2026.
Nilai tukar rupiah terus melemah dan dibuka di Rp 16.760 per dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini, menurut data dari Bloomberg. Pelemahan ini berlaku sepanjang sesi perdangan I. Ini kemudian menyentuh level Rp 16.799 per dolar AS pada awalnya.
Mengandung sentimen eksternal, seperti agenda tarif Presiden AS Donald Trump yang kembali menekan pasar keuangan global. Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyatakan pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh faktor-faktor ini.
Selain itu, meningkatnya kekhawatiran penutupan pemerintahan AS menjelang tenggat pendanaan pada 30 Januari juga mempengaruhi pergerakan pasar. Kondisi tersebut mendorong aliran dana ke aset lindung nilai, termasuk emas.
Jadi, bagaimana sentimen ini mengenai rupiah? Menurut Ibrahim Assuaibi, Presiden Trump mengatakan bahwa ia akan menunjuk pilihan untuk ketua Fed berikutnya setelah Jerome Powell, dan bahwa suku bunga akan turun dengan kepemimpinan baru di bank sentral. Namun, perselisihan ini memberikan dukungan kepada emas.
Ketegangan AS dan Iran kembali meningkat setelah kapal induk Angkatan Laut AS USS Abraham Lincoln tiba di Timur Tengah. Meskipun begitu, fokus pasar hari ini adalah keputusan suku bunga Federal Reserve (Fed) yang akan diumumkan pada Kamis dini hari pukul 02.00 WIB.
Dari dalam negeri, pasar merespons positif kebijakan fiskal pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan empat program stimulus 2025 dilanjutkan pada 2026.