Ruang UMKM di PIK 2 Baru Terisi 9 Persen, DPR RI Geram

Pekerja UMKM di kawasan PIK 2 Baru masih belum merasakan dampak optimalisasi pembangunan yang telah dikerjakan oleh pemerintah. Menurut anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena, hanya 9 persen alokasi ruang yang disediakan untuk UMKM ini dapat terpenuhi, meskipun target awal adalah 30%. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada kekurangan dalam implementasi pembangunan masif di kawasan tersebut.

"Kita harus mendesak Kementerian UMKM-nya agar dapat meningkatkan penyerapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan PIK 2," kata Samuel saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII. "Sekarang kami hanya melihat realisasi yang sebesar 9 persen, atau sekitar 52 pelaku usaha. Itu bukan lagi kebutuhan akan peningkatan jumlah UMKM yang terdaftar," menambahnya.

Samuel juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Pariwisata, Kementerian UMKM, dan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk meningkatkan pertumbuhan UMKM di kawasan PIK 2. Ia juga mengajukan rekomendasi spesifik kepada pengelola kawasan tersebut agar dukungan terhadap UMKM tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan dan manajemen, tetapi melanjutkan ke penyerapan produk.

"Saya ingin menekankan bahwa UMKM kita juga perlu menyadarkan diri mereka akan standar kualitas yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini," kata Samuel. "Jika kami tidak memiliki standar kualitas yang baik, maka produk kami tidak akan terlalu kompetitif di pasar."
 
ini gampang banget deh, pemerintah jangan lupa sih UMKM di PIK 2 barusan! cuma 9 persen aja yang bisa dipenuhi, apa kekurangan aja? harusnya minimal 30% ya tapi masih kalah-kalahan. kalau mau optimalisasi pembangunan di sini, harus ada kerjasama antara Kemen UMKM, Kemen Pariwisata, dan Kemen Ekonomi Kreatif aja. tidak bisa hanya ngetren pelatihan dan manajemen aja, tapi perlu penyerapan produk juga sih! kalau tidak ada standar kualitas yang baik, hasilnya gak kompetitif di pasar lagi.
 
Kira-kira bagaimana caranya pemerintah bisa terus bantu UMKM dalam PIK 2 Baru? Aku pikir mereka harus ada program untuk membantu pelaku usaha mikro dan kecil agar bisa meningkatkan produknya. Aku ingat suatu kalinya, aku pernah kunjungi toko-toko di daerah Jakarta yang jadi UMKM, tapi hasilnya ternyata tidak terlalu seragam dengan toko-toko lainnya... mungkin karena kurangnya standar kualitas? 🤔

Aku juga ingin tahu, bagaimana caranya untuk menambah penyerapan pelaku usaha mikro dan kecil di PIK 2? Apakah mereka ada program pelatihan yang bisa membantu mereka meningkatkan kemampuan? Aku ingat bahwa banyak UMKM yang kesulitan untuk mendapatkan sumber daya, sehingga aku pikir program seperti itu sangat penting! 📈
 
Kalau kan sih PIK 2 Baru udah lama nggak selesai bangunan kayaknya masih ada banyak kekurangan, apa sih? Dulu dengerin dia nih Samuel Wattimena kayaknya ada ide yang tepat untuk meningkatkan UMKM di sana. Kalau mau kompetitif aja, harus standar kualitasnya nggak remen ya 🤔
 
Kalau u MKM di PIK 2 belum bisa rasakan manfaat dari proyek pembangunan itu, kemungkinan besar ada kesalahan dalam implementasi ya... Mereka harusnya punya akses lebih banyak ke fasilitas seperti transportasi, listrik, dan koneksi internet yang stabil. Jangan bingung nih, saya pikir kalau kita sedang berbicara tentang akses yang benar-benar optimal untuk UMKM, bukan hanya pelatihan atau manajemen saja...
 
aku rasa kawasan PIK 2 baru masih banyak potensi buat UMKM kita 🤔. tapi apa yang terjadi sih, masih banyak kekurangan dalam implementasi pembangunan masif. aku pikir kalau pemerintah sudah lama fokus pada pengembangan ini, maka harus ada hasilnya yang optimal 😊. mungkin kita perlu menunggu dan melihat bagaimana kementerian UMKM itu akan meningkatkan penyerapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di kawasan tersebut. aku juga senang kalau pengelola kawasan PIK 2 baru mulai merasakan dampak dari optimisasi pembangunan yang telah dikerjakan oleh pemerintah 🚀.
 
Saya pikir gak sih banyak yang tahu tentang apa saja yang harus dilakukan oleh UMKM di PIK 2 Baru... Mungkin perlu dilakukan evaluasi kembali tentang implementasinya. Kalau target awalnya adalah 30% tapi hanya sebesar 9%, itu artinya ada kesalahan dalam strategi pembangunan. Saya rasa harus ada koordinasi yang lebih baik antara Kementerian UMKM dan pengelola kawasan... Jika mau berinvestasi pada UMKM, maka pastikan produknya memenuhi standar kualitas yang tinggi, jadi kalau mau kompetitif di pasar, harus ada peningkatan kualitas produknya... 🤔
 
Gini nih, kalau pemerintah punya target 30% tapi hanya bisa capai 9% nggak apa artinya? Mereka udah berbicara tentang pembangunan masif, tapi ternyata masih banyak kekurangan. Kalau mau meningkatkan penyerapan UMKM di PIK 2, harusnya juga mau meningkatkan standar kualitas produknya, kayak gini. Tapi aku rasa kalau pemerintah punya rencana yang baik, tapi kadang-kadang kesannya justru sebaliknya. Misalnya, kalau mereka terlalu fokus pada kebebasan bisnis, apa dengan standar kualitas? Itu seperti bermain game, tapi tidak pernah menang 😏.
 
Gak ngerti sih, apalagi 9 persen aja? Pemerintah kan udah buat target 30% untuk UMKM di PIK 2 Baru, tapi sekarang ayaudah punya apa yang diharapkan. Kita harus meminta-minta lagi kepada pemerintah untuk meningkatkan penyerapan pelaku UMKM di kawasan tersebut, jangan sampai semua proyeknya cuma ngeliat saja!
 
Wow : the government still not optimise UMKM di PIK 2 Baru, only 9 persen alokasi ruang for them 🤔. Interest how many pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdaftar, masih banyak yang belum terdaftar yet 😒.
 
Aku pikir masih banyak kesempatan bagi UMKM di PIK 2 Baru untuk berkembang. Mereka harus fokus pada meningkatkan mutu produk dan jasa mereka agar bisa bersaing dengan yang lain.

Pemerintah sudah berusaha dengan baik, tapi sepertinya masih ada kesalahan dalam implementasi pembangunan. Kita harap pengelola kawasan PIK 2 Baru bisa meningkatkan penyerapan UMKM dengan lebih cepat.
 
aku rasa gak ada yang salah dengan pemerintah, tapi aku penasaran apa itu PIK 2 Baru, aku gak pernah dengar sebelumnya 🤔. dan apa itu UMKM? aku pikir itu seperti warung makan kecil yang dimiliki oleh orang biasa, nggak?

aku juga suka banget dengan ide Samuel Wattimena, tapi aku rasa kementerian UMKM-nya harus lebih cepat dalam meningkatkan penyerapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di kawasan PIK 2. aku ingin melihat produk-produk UMKM yang terdaftar di sana jadi lebih populer di pasar 😊.

dan aku setuju dengan Samuel bahwa kolaborasi antara kementerian pariwisata, kementerian UMKM, dan kementerian ekonomi kreatif sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan UMKM di kawasan PIK 2. tapi aku ingin tahu, apa itu standard kualitas yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini? apakah itu seperti kualitas makanan yang enak atau apa lagi? 🤷‍♀️
 
aku rasa gini aja, pemerintah udah buat rencana untuk mengembangkan UMKM tapi masih banyak yang salah. 9 persen alokasi ruang itu apa sih? kalau target awal adalah 30%, kenapa udah begitu? aku pikir ini kesaluan kalau harusnya sudah lebih baik lagi. dan apakah pemerintah udah buat strategi bagaimana UMKM itu bisa berproduksi dengan baik? kalau tidak ada, maka produk-produk UMKM yang dihasilkan oleh UMKM ini masih belum kompetitif di pasar. aku harap pemerintah segera mengambil tindakan untuk meningkatkan kualitas UMKM di PIK 2 Baru. 🤔
 
Gampang dipaham kan? Proses optimisasi pembangunan PIK 2 Baru masih belum efektif. Sih banyak kekurangan. Target awal 30% alokasi ruang sudah kekurangan, sekarang hanya 9%. Kalau ingin meningkatkan pertumbuhan UMKM di kawasan ini, harus ada kolaborasi yang baik antara Kemen-UMKM, Kemen-Pariwisata, dan Kemen-Ekonomi Kreatif. Juga perlu adanya peningkatan standar kualitas produk dari UMKM sehingga bisa bersaing di pasar. Kalau tidak ada perubahan, masih akan banyak pelaku usaha mikro yang belum terdaftar di kawasan ini 🤔💡
 
ini gak ada salahnya kan? biar luang sih. aku pikir kalau pemerintah udah nggabungin dana untuk pembangunan PIK 2 Baru, kenapa masih banyak lagi masalah dengan UMKM-nya? aku rasa ada sesuatu yang tidak terbaca di luar kebiasaan. mau dipikirkan sambil ada kunjungan kerja spesifik itu? atau apa yang sebenarnya di balik ini? aku pikir ada yang tidak jelas di balik proyek PIK 2 Baru, tapi aku nggak paham apa aja sih.
 
Aku rasa samuel watta memang benar, tapi aku rasa pemerintah juga perlu berusaha lebih keras lagi, karena 9 persen ini masih jauh dari target yang diinginkan. aku yakin kalau jika semua kementerian kerja sama, maka uMKM di PIK 2 baru bisa berkembang dengan lebih baik. aku harap semoga pemerintah bisa meningkatkan standar kualitas produk uMKM agar lebih kompetitif di pasar, karena itu sangat penting! 😊👍💪
 
Pokoknya, aku pikir apa artinya uMKM itu masih banyak yang kurang bisa berdiri sendiri nih... kalau pemerintah udah serius ingin mendukung, harus ada kebijakan yang lebih serius, bukan cuma pelatihan dan manajemen aja... aku tahu temen-temenku dari kawasan itu, mereka udah lama terburu-buru ingin bisa berbisnis, tapi gak ada keuntungan... kayaknya perlu diubah strategi, jangan hanya fokus pada pelatihan, tapi juga membuat produknya lebih baik, ya... dan harus ada dukungan yang lebih komprehensif dari pemerintah, bukan hanya uMKM saja, tapi juga pertambahan pendapatan masyarakat sekitar.
 
Coba bayangin siapa yang nanti bakal jadi pengelola kawasan PIK 2 Baru? Aku pikir ada kejahatan besar di balik optimisme dari pemerintah. Mereka bilang sudah optimalisasi pembangunan, tapi apa yang benar benar terjadi? Coba tanyakan ke UMKM itu sendiri, bukan cuma pemerintah aja. Mereka udah rindu dengan peningkatan dukungan, tapi masih nggak bisa jelas apakah ada efektivitas dari program yang dijalankan. Aku pikir ada sesuatu yang tidak sepenuhnya terbuka, tapi aku rasanya tidak mau terjebak dalam tekanan untuk mengkritik pemerintah, ya...
 
Gue pikir pemerintah harus bantu UMKM lebih banyak lagi. Mereka harus memberikan fasilitas yang cukup seperti biaya sewa tempat, transportasi, dan lain-lain. Kalau tidak, gue rasa UMKM yang berada di PIK 2 Baru akan kesulitan untuk berkembang 🤔📈
 
aku rasa gini juga sering terjadi di Indonesia, pemerintah sering berjanji akan sesuatu tapi hasilnya nggak ada. kalau target awal 30% tapi sekarang hanya 9%, itu artinya masih ada banyak yang salah dalam implementasinya 🤔. aku pikir apa yang dibutuhkan di sini adalah kolaborasi antara berbagai kementerian dan pengelola kawasan, jangan hanya sekali-satu ya, tapi harus terus-menerus. dan juga perlu ada standar kualitas yang jelas agar UMKM bisa meningkatkan kualitas produknya 💪. aku rasa ini masih jauh dari optimalisasi pembangunan, kita harus lebih teliti dalam implementasinya 😊.
 
kembali
Top