Bertanya-bertanya, apa itu Prabowonomics? Konsep ekonomi yang dikaitkan dengan Ekonomi Pancasila tetap belum memiliki penjabaran yang jelas.
Sampai sekarang orang masih bertanya-tanya, apa itu Prabowonomics. Istilah tersebut muncul dalam diskusi publik setelah berbagai isu ekonomi sebelumnya. Namun, konsep tersebut hanya diukut melalui indikator pertumbuhan ekonomi dan statistik makro saja.
Menurut Rocky Gerung, jika Prabowonomics diklaim sebagai wujud Ekonomi Pancasila, maka tolok ukurnya tidak bisa semata-mata pertumbuhan ekonomi. Ekonomi Pancasila seharusnya bertumpu pada moral, solidaritas sosial, dan keadilan.
Moral memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi, salah satunya melalui praktik utang-mengutang berbasis inisiatif saling membantu. Praktik tersebut bukan sekadar relasi finansial, melainkan mekanisme sosial yang menjaga perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
Di banyak komunitas, terutama di desa, ada sistem moral untuk saling membantu. Utang-utang biasa itu, untuk memastikan ekonomi tetap bergerak. Meskipun mekanisme tersebut tidak selalu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, setidaknya aktivitas ekonomi tidak berhenti dan tetap bergerak.
Kondisi tersebut menjelaskan mengapa ekonomi di tingkat akar rumput relatif lebih tahan terhadap tekanan krisis dibandingkan sistem ekonomi yang sepenuhnya bergantung pada mekanisme pasar dan intervensi moneter.
Sampai sekarang orang masih bertanya-tanya, apa itu Prabowonomics. Istilah tersebut muncul dalam diskusi publik setelah berbagai isu ekonomi sebelumnya. Namun, konsep tersebut hanya diukut melalui indikator pertumbuhan ekonomi dan statistik makro saja.
Menurut Rocky Gerung, jika Prabowonomics diklaim sebagai wujud Ekonomi Pancasila, maka tolok ukurnya tidak bisa semata-mata pertumbuhan ekonomi. Ekonomi Pancasila seharusnya bertumpu pada moral, solidaritas sosial, dan keadilan.
Moral memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi, salah satunya melalui praktik utang-mengutang berbasis inisiatif saling membantu. Praktik tersebut bukan sekadar relasi finansial, melainkan mekanisme sosial yang menjaga perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
Di banyak komunitas, terutama di desa, ada sistem moral untuk saling membantu. Utang-utang biasa itu, untuk memastikan ekonomi tetap bergerak. Meskipun mekanisme tersebut tidak selalu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, setidaknya aktivitas ekonomi tidak berhenti dan tetap bergerak.
Kondisi tersebut menjelaskan mengapa ekonomi di tingkat akar rumput relatif lebih tahan terhadap tekanan krisis dibandingkan sistem ekonomi yang sepenuhnya bergantung pada mekanisme pasar dan intervensi moneter.