Rilis Maskot Terbaru, LSF Makin Gencarkan Budaya Sensor Mandiri

LSF Baru Merilis Maskot Baru, Inilah Filosofinya!

Kabar yang menyinari mata ini kemarin siang hari, saat Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) meluncurkan maskot terbarunya. Nama Mama Culla menjadi semboyan mereka dalam rangka memperkuat budaya sensor mandiri. Maskot ini dipilih karena merupakan karakter badak Jawa yang berkebudayaan dan memiliki filosofi unik.

Ketua Umum LSF RI, Dr. Naswardi, mengatakan bahwa Mama Culla adalah sosok ibu milenial (gen Y) yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Sementara itu, badak Jawa dipilih karena merupakan satwa endemik Indonesia yang dilindungi dunia dan merepresentasikan nilai-nilai budaya sensor mandiri.

Filosofi induk badak Jawa dalam melindungi anaknya juga menjadi inspirasi bagi LSF RI. Mereka ingin memperkuat kesadaran masyarakat untuk memilih tontonan yang sesuai dengan usia. Anak-anak perlu dijaga dari tontonan yang tidak sesuai usia, sedangkan orang dewasa dituntut memiliki kesadaran dalam memilah dan memilih tontonan sesuai klasifikasi usia.

Dengan demikian, LSF RI berharap dapat mendorong budaya sensor mandiri lebih kuat. Mereka ingin melindungi masyarakat dari konten materi yang sensitif dan memberikan kesadaran yang lebih baik bagi penonton.
 
Wow! 🤯 Mama Culla itu badak Jawa keren banget! 🐻👍 Saya suka ide filosofinya tentang melindungi anak-anak dari konten yang tidak sesuai usia. Itu benar-benar penting untuk masyarakat kita, especially kalau sudah dewasa. Interest 💡
 
ini lirih banget ya... Mama Culla itu nggak asalnya berasal dari film apa sih? sepertinya ada cerita di balik filosofinya ini... tapi aku penasaran apakah Mama Culla bisa menjadi simbol yang efektif untuk LSF RI dalam mendorong budaya sensor mandiri 🤔👀
 
Mama Culla itu kayak aja masuk ke sekolah anak-anak, nanti ada yang bilang 'mana dia bule' 🤣, tapi apa usia sih badak Jawa? Siapa tahu aja badak Jawa itu punya filosofi hidup sendiri, kayaknya harus dibaca kawan!
 
Aku pikir ide ini masih bagus, tapi aku rasanya kayaknya harus ada beberapa perubahan. Pertama, saya rasa nama "Mama Culla" terdengar agak aneh, tapi aku tahu itu adalah kesalahan kalimat, bukan salah pilih. Kedua, aku ingin melihat ada lebih banyak interaksi dengan masyarakat, seperti diskusi online atau sosial media yang mendukung filosofi budaya sensor mandiri ini. Ketiga, saya rasa perlu ada pengawasan dari komunitas yang lebih luas, bukan hanya LSF RI sendiri, untuk memastikan bahwa nilai-nilai yang dijunjung tinggi sebenarnya sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 🐻💡
 
Gue pikir LSF RI makin pintar banget nih, dengan menambahkan filosofi dari badak Jawa. Nah, itu bikin aku lihat siapa dia, sosok ibu milenial yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Gue penasaran juga bagaimana cara kerja mereka nih, apakah serius aja memantau konten tontonan yang ditayangkan di TV.
 
kembali
Top