Kasus child grooming semakin terang di mata publik, namun masih banyak negara yang belum mau berbicara tentangnya.
Dalam rapat dengar pendapat Komisi XIII DPR RI bersama Komnas HAM dan Komnas Perempuan, anggota komisi tersebut, Rieke Diah Pitaloka atau akrab disapa Oneng, menegaskan bahwa child grooming bukan hanya persoalan individu melainkan kejahatan serius yang merampas masa depan anak-anak Indonesia.
Praktik ini merupakan modus operandi yang sistematis. Pelaku secara bertahap membangun kedekatan emosional, kepercayaan, hingga ketergantungan pada anak atau remaja sebelum akhirnya berujung pada kekerasan atau eksploitasi seksual. Praktik ini dapat menimpa siapa saja dan di mana saja.
Menurut Rieke, kasus-kasus seperti Aurelie Moeremans yang membuka kisah hidupnya melalui ebook gratis berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth menunjukkan betapa seriusnya masalah ini. Buku tersebut merupakan memoar yang terindikasi kuat sebagai kisah nyata tentang masa muda yang dihancurkan akibat praktik child grooming.
"Ketika negara diam, ketika kita yang seharusnya memberi proteksi juga diam, anak-anak kita dibiarkan berjuang sendiri," kata Rieke.
Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak lagi perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan penanggulangan terhadap masalah ini.
Dalam rapat dengar pendapat Komisi XIII DPR RI bersama Komnas HAM dan Komnas Perempuan, anggota komisi tersebut, Rieke Diah Pitaloka atau akrab disapa Oneng, menegaskan bahwa child grooming bukan hanya persoalan individu melainkan kejahatan serius yang merampas masa depan anak-anak Indonesia.
Praktik ini merupakan modus operandi yang sistematis. Pelaku secara bertahap membangun kedekatan emosional, kepercayaan, hingga ketergantungan pada anak atau remaja sebelum akhirnya berujung pada kekerasan atau eksploitasi seksual. Praktik ini dapat menimpa siapa saja dan di mana saja.
Menurut Rieke, kasus-kasus seperti Aurelie Moeremans yang membuka kisah hidupnya melalui ebook gratis berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth menunjukkan betapa seriusnya masalah ini. Buku tersebut merupakan memoar yang terindikasi kuat sebagai kisah nyata tentang masa muda yang dihancurkan akibat praktik child grooming.
"Ketika negara diam, ketika kita yang seharusnya memberi proteksi juga diam, anak-anak kita dibiarkan berjuang sendiri," kata Rieke.
Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak lagi perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan penanggulangan terhadap masalah ini.