Ribuan umat Hindu Bali berkumpul untuk merayakan Hari Suci Siwaratri di Pura Jagatnatha. Perayaan ini merupakan bagian dari tradisi penyucian dan perenungan diri terhadap Sang Hyang Siwa, yang dilakukan setiap tahun.
Pemangku Pura Agung Jagatnatha, Ida Bagus Saskara, menjelaskan bahwa perayaan ini menarik banyak umat, terutama generasi muda, untuk berkumpul dan beribadah di pura yang terletak di titik nol Kota Denpasar. Selain melakukan sembahyang, mereka juga menikmati pertunjukan wayang yang disajikan di pinggir lapangan.
Pura Jagatnatha dikenal dengan keindahan dan kenyamanannya, serta akses mudah karena bersebelahan dengan Lapangan Puputan Badung. Pada malam Siwaratri, persembahyangan utama dilakukan tiga kali, yakni pukul 18.30, 00.00, dan 05.00 Wita.
Umat Hindu sudah mulai berdatangan pagi untuk melakukan sembahyang masing-masing. Ida Bagus Saskara menambahkan bahwa puncak keramaian biasanya terjadi sekitar pukul 23.00 Wita, saat anak muda berkumpul untuk melanjutkan tapa brata dan perenungan diri.
Salah satu umat yang hadir adalah Nyoman Ayu Trisnadewi, yang mengatakan bahwa ia rutin menghadiri perayaan ini setiap tahun. Meski tidak selalu bisa berjaga hingga pagi, Ayu berupaya untuk tetap terjaga hingga malam bersama teman-temannya sebagai bagian dari perenungan diri.
Perayaan Hari Suci Siwaratri di Pura Jagatnatha menjadi momentum bagi umat Hindu untuk memperbaiki diri di masa mendatang.
Pemangku Pura Agung Jagatnatha, Ida Bagus Saskara, menjelaskan bahwa perayaan ini menarik banyak umat, terutama generasi muda, untuk berkumpul dan beribadah di pura yang terletak di titik nol Kota Denpasar. Selain melakukan sembahyang, mereka juga menikmati pertunjukan wayang yang disajikan di pinggir lapangan.
Pura Jagatnatha dikenal dengan keindahan dan kenyamanannya, serta akses mudah karena bersebelahan dengan Lapangan Puputan Badung. Pada malam Siwaratri, persembahyangan utama dilakukan tiga kali, yakni pukul 18.30, 00.00, dan 05.00 Wita.
Umat Hindu sudah mulai berdatangan pagi untuk melakukan sembahyang masing-masing. Ida Bagus Saskara menambahkan bahwa puncak keramaian biasanya terjadi sekitar pukul 23.00 Wita, saat anak muda berkumpul untuk melanjutkan tapa brata dan perenungan diri.
Salah satu umat yang hadir adalah Nyoman Ayu Trisnadewi, yang mengatakan bahwa ia rutin menghadiri perayaan ini setiap tahun. Meski tidak selalu bisa berjaga hingga pagi, Ayu berupaya untuk tetap terjaga hingga malam bersama teman-temannya sebagai bagian dari perenungan diri.
Perayaan Hari Suci Siwaratri di Pura Jagatnatha menjadi momentum bagi umat Hindu untuk memperbaiki diri di masa mendatang.