Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI kembali mengumumkan topik yang akan dibahas dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing 8 Countries (D-8), yaitu pemberdayaan ekonomi halal. Menurut Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, D-8 ini adalah kelompok negara-negara Global South yang mayoritas muslim dan ada tema-tema yang diangkat Indonesia antara lain terkait dengan memberdayakan ekonomi halal.
Bahkan sebelum mencapai acara puncak KTT pada 15 April 2026, akan ada serangkaian kegiatan pendahuluan berupa pemberdayaan ekonomi halal. Selain itu, juga ada pertemuan setingkat menteri dari negara-negara D-8 sebelum KTT dilaksanakan.
Menurut Nabyl, kehadiran negara-negara D-8 seperti Azerbaijan yang baru bergabung 2025 akan menambah kekuatan dan kehadiran di tingkat menteri. Kemlu juga sudah melakukan pendekatan dan komunikasi dengan negara-negara anggota D-8 untuk mengundang kepala negara mereka hadir secara langsung dalam KTT.
Kemlu melalui Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral terus bekerja untuk merampungkan persiapan KTT D-8. Kemudian, juga ada penambahan bahwa topik pemberdayaan ekonomi halal diharapkan dapat menjadi salah satu solusi yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi negara-negara D-8.
Bahkan sebelum mencapai acara puncak KTT pada 15 April 2026, akan ada serangkaian kegiatan pendahuluan berupa pemberdayaan ekonomi halal. Selain itu, juga ada pertemuan setingkat menteri dari negara-negara D-8 sebelum KTT dilaksanakan.
Menurut Nabyl, kehadiran negara-negara D-8 seperti Azerbaijan yang baru bergabung 2025 akan menambah kekuatan dan kehadiran di tingkat menteri. Kemlu juga sudah melakukan pendekatan dan komunikasi dengan negara-negara anggota D-8 untuk mengundang kepala negara mereka hadir secara langsung dalam KTT.
Kemlu melalui Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral terus bekerja untuk merampungkan persiapan KTT D-8. Kemudian, juga ada penambahan bahwa topik pemberdayaan ekonomi halal diharapkan dapat menjadi salah satu solusi yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi negara-negara D-8.