KTT D-8 Tahun Ini Bakal Bahas Pertanyaan Pemberdayaan Ekonomi Halal.
Dalam beberapa saat terakhir, diumumkan bahwa Kementerian Luar Negeri RI akan membahas tema pemberdayaan ekonomi halal dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing 8 Countries (D-8) pada bulan April mendatang.
Menurut Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, KTT D-8 tahun ini merupakan kesempatan untuk membahas isu-isu yang relevan bagi negara-negara anggota D-8. Selain itu, Indonesia juga ingin menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi halal dalam meningkatkan kemampuan ekonomi anggota.
"Kami ingin membahas tema pemberdayaan ekonomi halal karena sebagian besar negara-negara di D-8 memiliki mayoritas penduduk Muslim. Maka dari itu, kami ingin membahas topik ini untuk meningkatkan kemampuan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Nabyl.
Selain itu, KTT D-8 juga akan menjabat sebagai sarana bagi negara-negara anggota untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola ekonomi halal.
"Kami ingin membantu meningkatkan kemampuan negara-negara di D-8 dalam mengelola ekonomi halal, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Nabyl.
Selain itu, KTT D-8 juga akan menjabat sebagai sarana bagi negara-negara anggota untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola ekonomi halal.
Dalam beberapa saat terakhir, diumumkan bahwa Kementerian Luar Negeri RI akan membahas tema pemberdayaan ekonomi halal dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing 8 Countries (D-8) pada bulan April mendatang.
Menurut Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, KTT D-8 tahun ini merupakan kesempatan untuk membahas isu-isu yang relevan bagi negara-negara anggota D-8. Selain itu, Indonesia juga ingin menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi halal dalam meningkatkan kemampuan ekonomi anggota.
"Kami ingin membahas tema pemberdayaan ekonomi halal karena sebagian besar negara-negara di D-8 memiliki mayoritas penduduk Muslim. Maka dari itu, kami ingin membahas topik ini untuk meningkatkan kemampuan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Nabyl.
Selain itu, KTT D-8 juga akan menjabat sebagai sarana bagi negara-negara anggota untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola ekonomi halal.
"Kami ingin membantu meningkatkan kemampuan negara-negara di D-8 dalam mengelola ekonomi halal, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Nabyl.
Selain itu, KTT D-8 juga akan menjabat sebagai sarana bagi negara-negara anggota untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola ekonomi halal.