Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan ekstrem miskin. Program ini menjadi bentuk pemerintah untuk mengusir kemiskinan dengan memberikan akses pendidikan setara.
Pada Senin (12/1), Prabowo tiba di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan langsung mengunjungi berbagai fasilitas sekolah seperti ruang kelas, laboratorium komputer, perpustakaan, dan asrama. Siswa juga menampilkan paduan suara, teater, pidato, dan atraksi baris variasi.
"Terima kasih semuanya, kita telah mewujudkan upaya ini, dan saya terus terang saja cukup bahagia, cukup besar hati, saya terharu sebetulnya melihat dampak dari upaya kita," katanya dalam keterangan tertulis.
Menurut Prabowo, ia bangga dan terharu dengan perubahan siswa setelah 6 bulan di sekolah rakyat yang ditunjukkan dari berbagai penampilan dan prestasi yang berhasil diraih. Dia juga mengaku sulit untuk menahan air mata karena "bangga" melihat anak-anaknya.
Target pembangunan 500 Sekolah Rakyat yang memiliki kapasitas 1.000 siswa diharapkan dapat dicapai, kata Prabowo. Pada tahap awal, program ini masih menggunakan fasilitas milik Kementerian Sosial dan pemerintah daerah.
Pada Senin (12/1), Prabowo tiba di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan langsung mengunjungi berbagai fasilitas sekolah seperti ruang kelas, laboratorium komputer, perpustakaan, dan asrama. Siswa juga menampilkan paduan suara, teater, pidato, dan atraksi baris variasi.
"Terima kasih semuanya, kita telah mewujudkan upaya ini, dan saya terus terang saja cukup bahagia, cukup besar hati, saya terharu sebetulnya melihat dampak dari upaya kita," katanya dalam keterangan tertulis.
Menurut Prabowo, ia bangga dan terharu dengan perubahan siswa setelah 6 bulan di sekolah rakyat yang ditunjukkan dari berbagai penampilan dan prestasi yang berhasil diraih. Dia juga mengaku sulit untuk menahan air mata karena "bangga" melihat anak-anaknya.
Target pembangunan 500 Sekolah Rakyat yang memiliki kapasitas 1.000 siswa diharapkan dapat dicapai, kata Prabowo. Pada tahap awal, program ini masih menggunakan fasilitas milik Kementerian Sosial dan pemerintah daerah.