Xabi Alonso, manajer pertama Real Madrid dalam 16 tahun terakhir yang memimpin lebih dari 30 pertandingan tanpa pernah mendapatkan trofi. Ini bukanlah kejutan bagi penggemar Real Madrid yang berlatar belakang musim 2009/2010, ketika Manuel Pellegrini mengalami nasib serupa.
Xabi Alonso, pelatih asal Tolosa ini, tiba di Santiago Bernabéu dengan reputasi tinggi setelah sukses bersama Bayer Leverkusen. Namun, realita di lapangan berbicara lain. Madrid gagal mengonversi performa kompetitif menjadi prestasi konkret. Salah satu alasan yang terlihat adalah keseimbangan tim yang tidak sepadat sebelumnya. Meski Alonso memiliki pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema, namun performanya secara statistik masih jauh dari diharapkan.
Dalam 16 tahun terakhir, hanya R. Firth yang lebih baik dengan persentase kemenangan 70,6 persen, yang sama dengan Alonso. Namun, tidak ada satu pun trofi yang dimenangkan oleh Madrid selama masa jabatan Alonso. Oleh karena itu, keberanian Alonso untuk meninggalkan klub tanpa trofi adalah bukti adanya inkonsistensi performa tim.
Masa jabatan Alonso di Real Madrid ini menegaskan bahwa di Bernabéu, hasil akhir selalu menjadi segalanya. Meskipun statistiknya murni dan solid, Alonso tidak bisa menghambat kenyataan bahwa tanpa trofi, masa jabatannya adalah kegagalan.
Xabi Alonso, pelatih asal Tolosa ini, tiba di Santiago Bernabéu dengan reputasi tinggi setelah sukses bersama Bayer Leverkusen. Namun, realita di lapangan berbicara lain. Madrid gagal mengonversi performa kompetitif menjadi prestasi konkret. Salah satu alasan yang terlihat adalah keseimbangan tim yang tidak sepadat sebelumnya. Meski Alonso memiliki pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema, namun performanya secara statistik masih jauh dari diharapkan.
Dalam 16 tahun terakhir, hanya R. Firth yang lebih baik dengan persentase kemenangan 70,6 persen, yang sama dengan Alonso. Namun, tidak ada satu pun trofi yang dimenangkan oleh Madrid selama masa jabatan Alonso. Oleh karena itu, keberanian Alonso untuk meninggalkan klub tanpa trofi adalah bukti adanya inkonsistensi performa tim.
Masa jabatan Alonso di Real Madrid ini menegaskan bahwa di Bernabéu, hasil akhir selalu menjadi segalanya. Meskipun statistiknya murni dan solid, Alonso tidak bisa menghambat kenyataan bahwa tanpa trofi, masa jabatannya adalah kegagalan.