Rebung yang sejatinya hanya sebagai isian lumpia atau bahan sayur tumisan akhirnya disebut sebagai superfood. Penelitian yang dilakukan oleh beberapa ilmuwan dari berbagai negara menemukan bahwa rebung memiliki manfaat untuk mengontrol gula darah, meningkatkan volume feses dan frekuensi buang air besar. Selain itu, kandungan serat dan fitosterol di dalamnya juga dapat menurunkan kadar kolesterol total dan LDL.
Namun, konsumsi rebung tidak hanya harus bebas dari bahaya karena pengolahan yang tidak tepat. Ia juga memiliki potensi toksisitas sianida jika tidak direbus terlebih dahulu. Bahkan, beberapa sampel rebung segar yang dipaparkan pada sel usus manusia menunjukkan adanya efek racun signifikan.
Meskipun demikian, ketersediaan dan kemampuan tumbuh tanpa campur tangan manusia membuat bambu dipandang sebagai sumber bahan pangan berkelanjutan. Dalam beberapa tahun terakhir, luas hutan bambu dunia meningkat sekitar 3 persen per tahun antara 1980 dan 2010.
Tidak hanya itu, rebung juga membuktikan bahwa kekayaan nutrisi sejati tidak selamanya harus datang dari komoditas impor mahal atau produk dengan label pemasaran yang mewah.
Namun, konsumsi rebung tidak hanya harus bebas dari bahaya karena pengolahan yang tidak tepat. Ia juga memiliki potensi toksisitas sianida jika tidak direbus terlebih dahulu. Bahkan, beberapa sampel rebung segar yang dipaparkan pada sel usus manusia menunjukkan adanya efek racun signifikan.
Meskipun demikian, ketersediaan dan kemampuan tumbuh tanpa campur tangan manusia membuat bambu dipandang sebagai sumber bahan pangan berkelanjutan. Dalam beberapa tahun terakhir, luas hutan bambu dunia meningkat sekitar 3 persen per tahun antara 1980 dan 2010.
Tidak hanya itu, rebung juga membuktikan bahwa kekayaan nutrisi sejati tidak selamanya harus datang dari komoditas impor mahal atau produk dengan label pemasaran yang mewah.