IHSG Mengalami Rebound, Pergi ke Level 8.948 Saat Penutupan Perdagangan
Pagi ini, IHSG berbalik menguat dengan melompatkan 0,72 persen atau 63,58 poin saat penutupan perdagangan Selasa, 13 Januari 2026. Ini merupakan lonjakan yang kaya akan pesan positif bagi investor setelah beberapa hari sebelumnya IHSG terus mengalami koreksi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok ke level 8.845 setelah naik tipis pada akhir sesi pertama, kemudian bergerak fluktuatif sebelum mendorong posisi 8.948. Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp 30,81 triliun, sementara frekuensi transaksi mencapai 3,80 juta.
Sektor hijau dipimpin oleh kenaikan sektor bahan baku dengan naiknya sebesar 2,67 persen. Saham industri juga terkena lonjakan dengan peningkatan sebesar 2,12 persen, sektor properti meningkat 1,77 persen, dan sektor konsumer non-siklikal melebar 0,75 persen. Sebaliknya, sektor konsumer siklikal tergerus 1,85 persen, sektor transportasi melanda koreksi sebesar 0,91 persen, dan sektor teknologi jatuh 0,73 persen.
Tim Analis Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa meningkatnya ketidakpastian domestik dan global menjadi sentimen negatif. Namun, peningkatan harga komoditas mendorong kenaikan harga saham-saham terkait. Menurut analis ini, terjadi penyempitan histogram positif MACD, serta penurunan ke arah pivot dari Indikator Stochastic RSI.
Tiga emiten saham yang membukukan lonjakan tertinggi di jajaran LQ45 adalah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Pagi ini, IHSG berbalik menguat dengan melompatkan 0,72 persen atau 63,58 poin saat penutupan perdagangan Selasa, 13 Januari 2026. Ini merupakan lonjakan yang kaya akan pesan positif bagi investor setelah beberapa hari sebelumnya IHSG terus mengalami koreksi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok ke level 8.845 setelah naik tipis pada akhir sesi pertama, kemudian bergerak fluktuatif sebelum mendorong posisi 8.948. Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp 30,81 triliun, sementara frekuensi transaksi mencapai 3,80 juta.
Sektor hijau dipimpin oleh kenaikan sektor bahan baku dengan naiknya sebesar 2,67 persen. Saham industri juga terkena lonjakan dengan peningkatan sebesar 2,12 persen, sektor properti meningkat 1,77 persen, dan sektor konsumer non-siklikal melebar 0,75 persen. Sebaliknya, sektor konsumer siklikal tergerus 1,85 persen, sektor transportasi melanda koreksi sebesar 0,91 persen, dan sektor teknologi jatuh 0,73 persen.
Tim Analis Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa meningkatnya ketidakpastian domestik dan global menjadi sentimen negatif. Namun, peningkatan harga komoditas mendorong kenaikan harga saham-saham terkait. Menurut analis ini, terjadi penyempitan histogram positif MACD, serta penurunan ke arah pivot dari Indikator Stochastic RSI.
Tiga emiten saham yang membukukan lonjakan tertinggi di jajaran LQ45 adalah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).