Rawat Warisan Budaya, ICN Gelar Pentas Musikal di Singapura

Dalam rangka melestarikan warisan budaya Indonesia di kancah internasional, Mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Indonesian Culture Night (ICN) Cultural Production akan menggelar pertunjukan musikal berjudul "Amerta" pada 14 Februari 2025 di Drama Centre Theatre, National Library Building, Singapura. Pentas ini merupakan bagian dari rangkaian pertunjukan ICN yang bertujuan memperkenalkan serta merawat budaya Indonesia melalui medium seni pertunjukan.

Pentas "Amerta" mengangkat kisah tentang pencarian kebenaran dan cerita dari orang-orang yang terpinggirkan, khususnya perempuan pekerja batik di Surakarta. Melalui sudut pandang pembatik perempuan, kisah tersebut menyoroti tentang kerja, ketahanan, dan ingatan kolektif di balik tradisi membatik.

Pembuatan pentas ini melibatkan proses panjang yang melibatkan latihan intensif, hingga diskusi terkait keseharian para pekerja perempuan. Proses ini menjadi cerminan bagi ICN bahwa budaya bersifat dinamis, sehingga perlu terus dirawat melalui kerja-kerja kolaboratif.

Pentas "Amerta" juga melibatkan dinamika emosional para pemain dan tim. Proses menuju pementasan tersebut secara tak langsung membangun kekompakan, mengajarkan ketekunan, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya yang mereka bawakan di atas panggung.

Dengan demikian, ICN berusaha memberikan ruang refleksi dan ajakan bagi penonton untuk tidak hanya menyaksikan, tetapi juga merasakan dan memahami realitas sosial yang diangkat. Pentas "Amerta" diharapkan menjadi simbol dari kebanggaan dan komitmen mahasiswa Indonesia dalam merawat warisan budaya mereka.

Selain itu, ICN juga melihat upaya merawat budaya sebagai proses panjang dan berkelanjutan. Melalui pertunjukan tersebut, para mahasiswa Indonesia di NTU ingin menegaskan bahwa budaya tetap hidup karena dirawat bersama, melalui proses yang dilandasi kesadaran akan nilai-nilai kemanusiaan.

Dengan demikian, ICN berdiri sebagai pengingat bahwa budaya hidup karena ada yang memilih untuk terus merawatnya bersama, dalam proses, dan dengan kesadaran penuh akan kemanusiaan yang menyertainya.
 
Pentas "Amerta" itu gampang diakui! Bagus juga nih kalau ICN berusaha memperkenalkan budaya Indonesia di kancah internasional 🎭👏 Kita harus bangga dengan warisan budayanya, apalagi yang berhubungan dengan perempuan pekerja batik di Surakarta itu 👩‍🎨 Perlu diingat juga bahwa budaya itu hidup karena dirawat bersama dan ada orang yang memilih untuk terus merawatnya 💕 Jadi, saya yakin pentas "Amerta" ini bakal sukses dan bisa menjadi simbol kebanggaan bagi mahasiswa Indonesia 🇮🆴
 
Maksud pentas "Amerta" gue penasaran siapa yang bikin konsep ini kan? Sepertinya jadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam ICN Cultural Production ini kayaknya punya kecanggihan di bidang merawat warisan budaya kita. Tapi, gue rasa pentas ini kayaknya terlalu fokus pada perempuan pekerja batik di Surakarta aja, apa dengan kelompok lain yang juga ada di Indonesia?
 
Haha, pentas musikal "Amerta" siapa aja tahu pasti bakal sibuk banget di Singapura nanti! 🤣 Tapi serius, aku senang liat ICN bisa menggelar event seperti ini untuk melestarikan warisan budaya Indonesia. Nah, aku rasa pentas ini harusnya bakal seru karena kisah tentang perempuan pekerja batik di Surakarta sih pretty captivating, nggak? 🤗 Aku juga senang liat mahasiswa Indonesia di NTU bisa bekerja sama untuk merawat budaya, itu kebanggaan kita semua! 💖
 
Pentas "Amerta" itu kayak apa sih? 😊 Makin seru lagi kalau bisa menunjukkan budaya kita Indonesia di luar negeri. Tapi siapa tahu, mungkin ada yang salah paham tentang tradisi membatik ya? 🤔 Mereka kalau nggak pernah berbicara dengan pekerja batik secara langsung, mungkin tidak akan paham betapa kompleksnya tradisi itu. 🙏 Dan aku rasa pentas "Amerta" itu kayak cara memberikan ruang untuk orang lain juga memahami dan menghargai budaya kita ya? 🤝
 
🤔 Makasih kalau ICN punya ide bagus lagi! Tapi apa arti pentas ini nggak bisa diadakan bareng budayawan dari Jawa Timur? Mereka juga memiliki cerita yang kayaknya bisa diangkat dan disajikan dengan cara yang keren. Saya penasaran sih bagaimana cara ICN ngebawanya agar tidak jadi perangkap kulturalisme, ya! 🤷‍♂️
 
"pentas ini pasti bakanya gak kece... tapi apa yang penting adalah budaya kita bisa hidup karena ada orang yang memilih untuk terus merawatnya 🤗"
 
kembali
Top