Bencana di Aceh Tamiang Tidak Mengganggu Proses Pembangunan Hunian Sementara
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, mulai menikmati hunian sementara yang sudah diserahkan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI). Serah terima ini menjadi simbol bahwa hunian sementara yang telah dibangun siap dimanfaatkan oleh warga melalui pengelolaan, penetapan penerima manfaat, serta proses distribusi dan penempatan hunian. Pembangunan 600 unit Huntara ini merupakan bagian dari proyek pemulihan pasca bencana yang dilakukan oleh PT Adhi Karya untuk mendukung masyarakat terdampak.
"ADHI Karya berkomitmen untuk memberikan kontribusi langsung dan berkolaborasi dengan stakeholder strategis dalam situasi darurat pascabencana," kata Direktur Utama ADHI, Moeharmein Zein Chaniago. Pembangunan 80 unit Hunatara ini dilakukan secara cepat dan terukur sebagai bentuk kolaborasi antara PT Adhi Karya, Danantara Indonesia, dan BP BUMN untuk memastikan masyarakat terdampak dapat kembali beraktivitas.
Pembangunan Hunatara di Aceh Tamiang telah memperhatikan kebutuhan sosial masyarakat. Hunian ini dilengkapi dengan struktur bangunan yang aman, akses air bersih, sanitasi yang memadai, serta dukungan listrik dan layanan kesehatan. Selain itu, pembangunan juga memperhatikan kebutuhan sosial masyarakat agar warga dapat kembali beraktivitas secara normal.
Dengan serah terima 600 unit Hunatara, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dapat melanjutkan proses pembangunan hunian sementara bagi keluarga terdampak. Danantara Indonesia menargetkan pembangunan sebanyak 15.000 unit hunian sementara di berbagai wilayah terdampak bencana dalam beberapa bulan ke depan untuk memastikan ketersediaan hunian layak sementara bagi keluarga terdampak.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, mulai menikmati hunian sementara yang sudah diserahkan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI). Serah terima ini menjadi simbol bahwa hunian sementara yang telah dibangun siap dimanfaatkan oleh warga melalui pengelolaan, penetapan penerima manfaat, serta proses distribusi dan penempatan hunian. Pembangunan 600 unit Huntara ini merupakan bagian dari proyek pemulihan pasca bencana yang dilakukan oleh PT Adhi Karya untuk mendukung masyarakat terdampak.
"ADHI Karya berkomitmen untuk memberikan kontribusi langsung dan berkolaborasi dengan stakeholder strategis dalam situasi darurat pascabencana," kata Direktur Utama ADHI, Moeharmein Zein Chaniago. Pembangunan 80 unit Hunatara ini dilakukan secara cepat dan terukur sebagai bentuk kolaborasi antara PT Adhi Karya, Danantara Indonesia, dan BP BUMN untuk memastikan masyarakat terdampak dapat kembali beraktivitas.
Pembangunan Hunatara di Aceh Tamiang telah memperhatikan kebutuhan sosial masyarakat. Hunian ini dilengkapi dengan struktur bangunan yang aman, akses air bersih, sanitasi yang memadai, serta dukungan listrik dan layanan kesehatan. Selain itu, pembangunan juga memperhatikan kebutuhan sosial masyarakat agar warga dapat kembali beraktivitas secara normal.
Dengan serah terima 600 unit Hunatara, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dapat melanjutkan proses pembangunan hunian sementara bagi keluarga terdampak. Danantara Indonesia menargetkan pembangunan sebanyak 15.000 unit hunian sementara di berbagai wilayah terdampak bencana dalam beberapa bulan ke depan untuk memastikan ketersediaan hunian layak sementara bagi keluarga terdampak.