Kenaikan Harga Emas Setelah Aksi AS Terhadap Venezuela: Apa itu yang Terjadi?
Menurut sumber terpercaya, harga emas dunia telah mengalami kenaikan 0,79% di pasar spot US$4.364,29 per troy ons, setelah aksi panas yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Aksi AS tersebut, yang melibatkan penangkapan Maduro dan istrinya Cilia Flores bersama, telah menyebabkan ketegangan di antara Amerika Serikat dengan Venezuela. Dalam pernyataannya, pemerintah AS mengklaim bahwa ini adalah langkah untuk menjaga keamanan Presiden Maduro.
Namun, Venezuela dan negara-negara sahabatnya seperti China dan Uni Afrika telah mengecam aksi AS tersebut sebagai "menculik" dan "melanggar kedaulatan". Mereka juga mengutuk tindakan militer yang dilakukan oleh AS terhadap lembaga-lembaga penting di Caracas.
Bertambahnya ketegangan ini telah membuat investor memindahkan modal ke aset safe-haven seperti emas. Logam mulia ini telah mencapai puncak bersejarah sebesar US$4.549,71 per troy ons pada 26 Desember 2025.
Para ahli memperkirakan logam mulia emas akan tetap didukung, dengan target US$5.000 per troy ons pada akhir tahun 2026. Pasokan minyak jangka panjang dapat meningkat jika pemerintahan pro-Barat yang baru menarik investasi ke Caracas.
Kenaikan harga emas ini merupakan respons terhadap ketegangan global dan ketidakpastian mendalam tentang apa yang akan terjadi selanjutnya bagi negara Amerika Selatan yang kaya minyak itu.
Menurut sumber terpercaya, harga emas dunia telah mengalami kenaikan 0,79% di pasar spot US$4.364,29 per troy ons, setelah aksi panas yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Aksi AS tersebut, yang melibatkan penangkapan Maduro dan istrinya Cilia Flores bersama, telah menyebabkan ketegangan di antara Amerika Serikat dengan Venezuela. Dalam pernyataannya, pemerintah AS mengklaim bahwa ini adalah langkah untuk menjaga keamanan Presiden Maduro.
Namun, Venezuela dan negara-negara sahabatnya seperti China dan Uni Afrika telah mengecam aksi AS tersebut sebagai "menculik" dan "melanggar kedaulatan". Mereka juga mengutuk tindakan militer yang dilakukan oleh AS terhadap lembaga-lembaga penting di Caracas.
Bertambahnya ketegangan ini telah membuat investor memindahkan modal ke aset safe-haven seperti emas. Logam mulia ini telah mencapai puncak bersejarah sebesar US$4.549,71 per troy ons pada 26 Desember 2025.
Para ahli memperkirakan logam mulia emas akan tetap didukung, dengan target US$5.000 per troy ons pada akhir tahun 2026. Pasokan minyak jangka panjang dapat meningkat jika pemerintahan pro-Barat yang baru menarik investasi ke Caracas.
Kenaikan harga emas ini merupakan respons terhadap ketegangan global dan ketidakpastian mendalam tentang apa yang akan terjadi selanjutnya bagi negara Amerika Selatan yang kaya minyak itu.